PENGARUH PENAMBAHAN MINYAK ATSIRI TEMULAWAK (Curcuma xanthorrhiza Roxb.) DAN PLASTICIZER GLISEROL PADA EDIBLE FILM BERBASIS GELATIN KOMERSIAL TERHADAP SIFAT FISIK MEKANIK SERTA AKTIVITAS ANTIOKSIDAN

Laksana, Oki Dwi (2016) PENGARUH PENAMBAHAN MINYAK ATSIRI TEMULAWAK (Curcuma xanthorrhiza Roxb.) DAN PLASTICIZER GLISEROL PADA EDIBLE FILM BERBASIS GELATIN KOMERSIAL TERHADAP SIFAT FISIK MEKANIK SERTA AKTIVITAS ANTIOKSIDAN. Other thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img] PDF - Published Version
Download (217Kb)

    Abstract

    Plastik adalah suatu polimer yang mempunyai sifat-sifat tertentu. Selain mempunyai beberapa keunggulan, juga mempunyai kelemahan yaitu tidak ramah lingkungan karena tidak mudah terurai. Alternatif jenis pengemas yang dapat digunakan ialah edible film. Edible film dapat terbuat dari gelatin sapi. Edible film berbahan dasar gelatin sebagai pembawa zat aditif seperti antioksidan. Rempah-rempah memiliki kandungan yang dapat menghambat kerusakan secara oksidatif. Salah satu komoditas yang dapat digunakan adalah temulawak. Kandungan minyak atsiri pada temulawak tergolong cukup tinggi, yaitu 3,81%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsentrasi gliserol yang tepat untuk menghasilkan edible film gelatin sapi komersial dengan sifat fisik-mekanik terbaik, mengetahui sifat fisik dan aktivitas antioksidan edible film dengan penambahan minyak atsiri temulawak. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) pembuatan edible film gelatin dengan variasi konsentrasi gliserol terdiri dari dari 1 faktor, yaitu konsentrasi gliserol yang terdiri dari 0,8%, 1,1%, 1,4%, dan 1,7% (v/v), serta pembuatan edible film dari gelatin dengan minyak atsiri temulawak terdiri dari 1 faktor, yaitu konsentrasi minyak atsiri temulawak yang terdiri dari 0,15%, 0,23%, dan 0,30% (v/v aquades). Data yang diperoleh dianalisis statistik dengan metode one way Analysis of Varians (ANOVA). Hasil penelitian konsentrasi gliserol terpilih terhadap karakteristik fisik dan mekanik yaitu pada konsentrasi 0,8%. Penambahan minyak atsiri temulawak dapat menurunkan laju transmisi uap air. Minyak atsiri temulawak dengan konsentrasi 0,15%; 0,23%; dan 0,30% tidak mempengaruhi aktivitas antioksidan dan warna.

    Item Type: Thesis (Other)
    Subjects: S Agriculture > S Agriculture (General)
    Divisions: Fakultas Pertanian
    Fakultas Pertanian > Ilmu dan Teknologi Pangan
    Depositing User: Pratama Wisnu
    Date Deposited: 03 Dec 2016 20:57
    Last Modified: 03 Dec 2016 20:57
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/30487

    Actions (login required)

    View Item