Perilaku Penambahan Kolom Batu (Stone Column) Sebagai Perkuatan Pada Tanah Dasar (Sub Grade) Lunak

TRI WIBOWO, FAJAR (2016) Perilaku Penambahan Kolom Batu (Stone Column) Sebagai Perkuatan Pada Tanah Dasar (Sub Grade) Lunak. Other thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img] PDF - Published Version
Download (524Kb)

    Abstract

    ABSTRAK FAJAR TRI WIBOWO, 2016. Perilaku penambahan kolom batu (stone column) sebagai perkuatan pada tanah dasar (sub grade) lunak. Tugas Akhir. Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universsitas Sebelas Maret Surakarta. Kerusakan jalan mengakibatkan perlunya perkuatan tanah untuk mengatasi permasalahan pada tanah lunak, perkuatan stone column salah satu alternatif yang bisa digunakan. Perkuatan ini berupa rangkaian beberapa pondasi kolom batu yang dipasang memanjang pada tanah dasar (sub grade) perkerasan jalan raya. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui perilaku stone column terhadap lendutan pada tanah dasar (sub grade) lunak, dan membandingkan lendutan antara pengamatan dengan pendekatan menggunakan rumus Hetenyi (1974). Koefisien sub grade tanah di gunakan untuk mengetahui besarnya modulus reaksi tanah dasar, yang selanjutnya di gunakan untuk menganalisis hasil lendutan dengan metode pendekatan menggunakan rumus Hetenyi (1974). Penentuan koefisien sub grade di dapat dari lendutan rerata hasil uji secara pengamatan. Penelitian ini merupakan penelitian skala kecil uji model laboratorium. Tanah lunak di perkuat dengan kolom batu (stone column) dengan ukuran batu lolos saringan 3/8 tertahan saringan 4. Jaring kawat digunakan untuk membungkus batu-batu tersebut agar dapat di bentuk menjadi semacam tiang yang kemudian di masukkan ke dalam tanah yang telah di lubangi dengan jarak antar kolom adalah 125 mm. Penambahan sub base kerikil setinggi 30 mm dan base course pasir setinggi 30 mm juga termasuk variasi dalam penelitian kali ini. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa perkuatan dengan stone column mampu mereduksi lendutan yang terjadi pada pelat jika di bandingkan tanpa perkuatan sebesar 25,18% untuk titik sentris, dan 33,65% untuk titik eksentris. Perbandingan lendutan antara pengamatan dengan metode pendekatan rumus Hetenyi (1974) secara umum memberikan lendutan yang hampir sama, akan tetapi selisih nilai pembebanan masih cukup besar. Kata kunci : tanah lunak, koefisien sub grade, stone column, lendutan.

    Item Type: Thesis (Other)
    Subjects: T Technology > TA Engineering (General). Civil engineering (General)
    Divisions: Fakultas Teknik
    Fakultas Teknik > Teknik Sipil
    Depositing User: Rina Dwi Setianingrum
    Date Deposited: 03 Dec 2016 18:12
    Last Modified: 03 Dec 2016 18:12
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/30449

    Actions (login required)

    View Item