EKSPERIMEN DEEP FRYER DAN SPINNER UNTUK OPTIMASI MULTIRESPON KADAR AIR DAN KADAR LEMAK KERIPIK JAMUR TIRAM PUTIH MENGGUNAKAN METODE TAGUCHI DAN PCR-TOPSIS

W, Rizqy (2016) EKSPERIMEN DEEP FRYER DAN SPINNER UNTUK OPTIMASI MULTIRESPON KADAR AIR DAN KADAR LEMAK KERIPIK JAMUR TIRAM PUTIH MENGGUNAKAN METODE TAGUCHI DAN PCR-TOPSIS. Other thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img] PDF - Published Version
Download (84Kb)

    Abstract

    Keripik jamur tiram yang dihasilkan UKM Makmur Abadi selama ini tidak tahan lama atau mudah melempem, sehingga produksinya berdasarkan pesanan konsumen. Berdasarkan penelitian sebelumnya oleh Tim Kegiatan Ipteks Pemberdayaan Masyarakat, Pusat Kajian Pengembangan Teknologi dan Kolaborasi (PKPTKI) UNS di UKM Makmur Abadi, menyatakan bahwa keterbatasan alat produksi keripik jamur tiram merupakan salah satu penyebab keripik jamur tiram yang dihasilkan tidak maksimal. Untuk mendukung produksi keripik jamur di UKM Makmur Abadi, PKPTKI LPPM UNS telah mengupayakan pengadaan alat penggoreng keripik deep fryer dan alat peniris spinner. Kendala yang dihadapi yaitu, kedua alat tersebut belum memiliki prosedur standar sehingga belum bisa diimplementasikan di UKM Makmur Abadi. Eksperimen alat deep fryer dan spinner diperlukan untuk setting level optimal dalam produksi keripik jamur tiram. Kajian eksperimen keripik jamur ini berkaitan dengan multirespon yaitu kadar air dan kadar lemak. Eksperimen ini menggunakan metode Taguchi dan PCR-TOPSIS. Metode Taguchi untuk memperbaiki kualitas produk dan proses serta dapat menekan biaya dan resources seminimal mungkin. Metode PCR menunjukkan kemampuan proses untuk memenuhi spesifikasi desain yang ditetapkan. Metode TOPSIS untuk pengambilan keputusan multirespon. Dari hasil eksperimen diperoleh bahwa setting level optimal kadar air dengan metode Taguchi diperoleh pada jenis tepung 50% tepung beras dan 50% tepung tapioka, suhu penggorengan 150-160oC, dan proses spinner selama 1 menit. Setting level optimal kadar lemak dengan metode Taguchi diperoleh pada jenis tepung 80% tepung beras dan 20% tepung tapioka, suhu penggorengan 150-160oC, dan proses spinner selama 3 menit. Dari hasil PCR-TOPSIS untuk menghasilkan keripik jamur tiram dengan kadar air dan kadar lemak yang optimal secara simultan dapat dicapai pada kombinasi level A2-B1-C1 yaitu jenis tepung dengan campuran tepung beras 80% dan tepung tapioka 20%, suhu penggorengan pada 150-160oC, dan waktu penirisan dengan spinner selama 1 menit.

    Item Type: Thesis (Other)
    Subjects: T Technology > T Technology (General)
    Divisions: Fakultas Teknik
    Fakultas Teknik > Teknik Industri
    Depositing User: Pratama Wisnu
    Date Deposited: 02 Dec 2016 21:00
    Last Modified: 02 Dec 2016 21:00
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/30426

    Actions (login required)

    View Item