KAJIAN PENGGUNAAN TEMPE KORO BENGUK (Mucuna pruriens) DAN TEMPE KORO PEDANG (Canavalia ensiformis) DENGAN PERLAKUAN VARIASI PENGECILAN UKURAN (PENGIRISAN DAN PENGGILINGAN) TERHADAP KARAKTERISTIK KIMIA DAN SENSORIS NUGGET TEMPE KORO

Fitriasari, Rahadhilla Meita (2010) KAJIAN PENGGUNAAN TEMPE KORO BENGUK (Mucuna pruriens) DAN TEMPE KORO PEDANG (Canavalia ensiformis) DENGAN PERLAKUAN VARIASI PENGECILAN UKURAN (PENGIRISAN DAN PENGGILINGAN) TERHADAP KARAKTERISTIK KIMIA DAN SENSORIS NUGGET TEMPE KORO. Other thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img] PDF - Published Version
Download (364Kb)

    Abstract

    Nugget dibuat dari daging sapi, ayam atau ikan sehingga mempunyai kadar protein tinggi tetapi harganya relatif mahal. Alternatif bahan pengganti dengan harga murah dan mengandung protein tinggi adalah tempe. Tempe umumnya berbahan baku kedelai tetapi sampai sekarang kedelai tetap impor. Indonesia memiliki banyak kacang-kacangan lokal seperti koro benguk (Mucuna pruriens) dan koro pedang (Canavalia ensiformis). Koro ini dapat digunakan sebagai bahan pengganti pembuatan tempe sebagai bahan untuk nugget. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penggunaan tempe koro benguk dan tempe koro pedang dengan perlakuan variasi pengecilan ukuran (pengirisan dan penggilingan) terhadap karakteristik kimia (kadar air, abu, protein, lemak, karbohidrat dan serat kasar) serta sensoris (tingkat kesukaan) nugget tempe koro. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola faktorial yang terdiri dari 2 faktor yaitu variasi koro (koro benguk dan koro pedang) serta variasi perlakuan pengecilan ukuran (pengirisan dan penggilingan). Data hasil penelitian dianalisa dengan menggunakan ANOVA pada tingkat α = 0,05 serta dilanjutkan dengan DMRT pada tingkat α yang sama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan pengirisan dan penggilingan tidak mempengaruhi kadar protein, lemak dan karbohidrat tetapi mempengaruhi kadar air dan serat kasar nugget tempe koro serta hanya mempengaruhi kadar abu nugget tempe koro pedang tetapi tidak mempengaruhi nugget tempe koro benguk. Jenis koro mempengaruhi kadar air, lemak, karbohidrat dan serat kasar tetapi tidak mempengaruhi kadar abu dan protein nugget tempe koro. Nugget tempe koro pedang giling {kadar air 43,070%; abu 2,040%; protein 20,065%; lemak 16,575%; karbohidrat 18,250% dan serat kasar 12,325% serta nilai tingkat penerimaan 4,15 (lebih suka)} memiliki kecenderungan karakteristik kimia dan sensoris (keseluruhan) yang sama dengan nugget tempe koro pedang iris {kadar air 43,525%; abu 2,445%; protein 21,285%; lemak 16,120%; karbohidrat 16,625% dan serat kasar 13,335% serta nilai tingkat penerimaan 3,80 (lebih suka)}. Nugget tempe koro benguk iris {kadar air 38,035%; abu 2,435%; protein 21,945%; lemak 18,325%; karbohidrat 19,620% dan serat kasar 14,360% serta nilai tingkat penerimaan 2,50 (agak suka)} memiliki karakteristik kimia dan sensoris (keseluruhan) yang lebih tinggi daripada nugget tempe koro benguk giling {kadar air 37,845%; abu 2,325%; protein 21,350%; lemak 18,625%; karbohidrat 19,855% dan serat kasar 12,370% serta nilai tingkat penerimaan 2,05 (kurang suka)}.

    Item Type: Thesis (Other)
    Subjects: Q Science > Q Science (General)
    Q Science > QK Botany
    Divisions: Fakultas Pertanian
    Fakultas Pertanian > D3 - Teknologi Hasil Pertanian
    Depositing User: Faisal Adhinata
    Date Deposited: 13 Jul 2013 15:21
    Last Modified: 13 Jul 2013 15:21
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/3038

    Actions (login required)

    View Item