Analisis Indeks Kekeringan Thornthwaite Mather dan Arahan Jadwal Tanam Padi Untuk Adaptasi Bencana Kekeringan Di Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah (Implementasi Sebagai Modul Pembelajaran Kelas X SMA pada Materi Mitigasi dan Adaptasi Bencana Alam).

RAHMAWATI, ARFITA (2016) Analisis Indeks Kekeringan Thornthwaite Mather dan Arahan Jadwal Tanam Padi Untuk Adaptasi Bencana Kekeringan Di Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah (Implementasi Sebagai Modul Pembelajaran Kelas X SMA pada Materi Mitigasi dan Adaptasi Bencana Alam). Masters thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img] PDF - Published Version
Download (32Kb)

    Abstract

    Penelitian ini bertujuan untuk: 1) mengetahui tingkat kekeringan berdasarkan klasifikasi indeks kekeringan menurut Thornthwaite Mather tahun 2005-2014 di Kabupaten Grobogan; 2) mengetahui pengaruh kekeringan terhadap produksi padi di Kabupaten Grobogan; 3) mengetahui arahan jadwal dan pola tanam padi untuk adaptasi kekeringan di Kabupaten Grobogan; 4) mengimplementasikan hasil penelitian dalam pembelajaran geografi SMA kelas X berupa modul pembelajaran. Langkah-langkah penelitian sebagai berikut: 1) Analisis indeks kekeringan menggunakan klasifikasi indeks kekeringan Thorthwaite Mather yang memerlukan data: a) ketinggian stasiun pencatat hujan; b) suhu udara sepuluh tahunan yang dimulai dari tahun 2005-2014; c) letak astronomis stasiun pencatat hujan; d) penggunaan lahan; e)jenis tanah; f) curah hujan sepuluh tahunan; g) water holding capacity. 2) Untuk mengetahui pengaruh kekeringan terhadap produksi padi, dengan menggunakan perbandingan antara hasil produksi padi lima tahunan dengan luas area sawah. 3) Penentuan jadwal dan pola tanam padi menggunakan analisis runoff dari perhitungan indeks kekeringan Thortwaite Mather. 4) Pengimplementasian hasil penelitian dilakukan dengan pembuatan modul pembelajaran terkait mitigasi dan adaptasi bencana alam. Hasil penelitian disimpulkan bahwa: 1) kekeringan terjadi di bulan Juli, Agustus, dan September. Penyebab kekeringan di Kabupaten Grobogan dipengaruhi nilai APWL (Accumulation Potential Water Loss). Tingkat kekeringan tinggi disertai dengan nilai akumulasi potensial air yang hilang dengan nilai tinggi terdapat di bulan Agustus, sehingga dampak dari kekeringan dapat dirasakan di bulan setelahnya (bulan September); 2) Kekeringan memberikan pengaruh terhadap hasil produksi padi hal ini dapat dilihat dari produktivitas di kecamatan-kecamatan yang termasuk tingkat kekeringan rendah lebih besar daripada yang termasuk tingkat kekeringan sedang maupun tinggi.; 3)Jadwal tanam padi yang didapatkan dari hasil perhitungan runoff dimulai pada bulan Desember-April. Pola tanam yang digunakan yaitu padi – palawija – palawija; 4)Implementasi penelitian dalam pembelajaran geografi SMA kelas X dilakukan dengan pembuatan modul pembelajaran geografi terkait mitigasi dan adaptasi bencana alam, menunjukkan ketertarikan siswa terhadap modul sebesar 70,3985 % hal ini menyatakan bahwa siswa tertarik. Kata kunci : Indeks kekeringan, Thorthwaite Mather, jadwal tanam, pola tanam padi

    Item Type: Thesis (Masters)
    Subjects: L Education > LB Theory and practice of education > LB1603 Secondary Education. High schools
    S Agriculture > S Agriculture (General)
    Divisions: Pasca Sarjana
    Pasca Sarjana > Magister > PKLH
    Depositing User: Tities Amrihtasari
    Date Deposited: 02 Dec 2016 16:59
    Last Modified: 02 Dec 2016 16:59
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/30338

    Actions (login required)

    View Item