Implementasi Pemberian Kredit Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (Pnpm) Mandiri Perdesaan Dalam Meningkatkan Pendapatan Pedagang Kecil Di Kecamatan Kaliwungu Kabupaten Semarang Tahun 2009

Ratih Puspitasari, Leny (2010) Implementasi Pemberian Kredit Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (Pnpm) Mandiri Perdesaan Dalam Meningkatkan Pendapatan Pedagang Kecil Di Kecamatan Kaliwungu Kabupaten Semarang Tahun 2009. Other thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img] PDF - Published Version
Download (1176Kb)

    Abstract

    Indonesia merupakan salah satu Negara berkembang yang senantiasa melakukan pembangunan di segala bidang. Pembangunan yang sedang giat dilaksanakan di Negara kita dewasa ini meliputi segala aspek kehidupan yang pada hakekatnya bertujuan untuk menciptakan landasan ekonomi yang kuat bagi bangsa Indonasia. Berdasarkan Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 alinea 4 dimana salah satu tujuan Negara Indonesia adalah untuk memajukan kesejahteraan umum maka diharapkan dengan hasil pembangunan tersebut dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat yang adil dan makmur baik materiil maupun spiritual. Pesatnya pembangunan yang sedang dilaksanakan oleh pemerintah disegala bidang tidak lepas dari peran serta masyarakat. Hasil dari pembangunan khususnya disektor perekonomian harus dinikmati secara merata oleh seluruh lapisan masyarakat. Untuk melakukan pemerataan dan hasil-hasil pembangunan, pemerintah harus dapat bersikap adil terhadap daerah-daerah, agar pembangunan dapat menjangkau seluruh lapisan masyarakat, sehingga tidak ada satu daerahpun yang tidak menikmati hasil pembangunan dan diharapkan mampu meningkatkan taraf hidup masyarakat. Sekarang ini, Negara Indonesia menitikberatkan pada pembangunan nasional yang menekankan pada bidang ekonomi yang merupakan penggerak utama dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Pembangunan ekonomi adalah suatu proses yang diarahkan untuk meningkatkan standar hidup penduduk negara yang diukur dengan kenaikan pendapatan perkapita masyarakat dan mempertinggi produktivitas. Tujuan dari pembangunan ekonomi yang dikehendaki oleh masyarakat Indonesia adalah pertumbuhan ekonomi yang terus meningkat sesuai dengan tingkat hidup kebutuhan serta adanya hasil-hasil pembangunan yang hasilnya dapat dinikmati oleh seluruh masyarakat. Kita melihat bahwa Produktivitas penduduk di negara Indonesia adalah rendah yang mengakibatkan hasil produksi atau output mereka juga rendah. Dengan pembangunan ekonomi yang sedang giat dilaksanakan oleh pemerintah diharapkan output atau kekayaan masyarakat akan bertambah. Sekarang ini masalah yang mendapat perhatian khusus dari pemerintah dalam melaksanakan pembangunan adalah kemiskinan dan pengangguran. Kemiskinan merupakan suatu masalah yang teramat kompleks sekaligus tantangan yang harus dihadapai dalam pembangunan. Kemiskinan terbagai menjadi kemiskinan mutlak (absolute proverty) yaitu: individu atau kelompok yang tidak dapat memenuhi kebutuhan dasarnya, bahkan kebutuhan fisik minimumnya, dan kemiskinan relatif (relative proverty) yaitu menekankan ketidaksamaan kesempatan dan kemampuan diantara lapisan masyarakat untuk mendapatkan barang-barang dan pelayanan dalam menikmati kehidupannya.. Persoalan pengangguran lebih dipicu oleh rendahnya kesempatan dan peluang kerja bagi angkatan kerja di perdesaan. Daerah pedesaan merupakan sasaran dari pemerintah dalam pembangunan ekonomi karena sebagian besar penduduk Indonesia tinggal di pedesaan. Pembangunan perdesaan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari pembangunan nasional yaitu upaya untuk mewujudkan masyarakat adil dan makmur baik material maupun spiritual yang mencakup seluruh strata masyarakat perdesaan. Penduduk di daerah perdesaan mempunyai mata pencaharian sebagai petani pada umumnya. Petani mempunyai sikap hidup dan ciri khas, sistem kerja tetap dan terus menerus merupakan kegiatan rutinitas petani. Pendapatan dari sektor pertanian rendah dan jumlahnya tidak memadai untuk mencukupi kebutuhan hidup. Pola penerimaan dan pengeluaran masyarakat perdesaan yang bersifat musiman dan sangat tergantung pada alam menyebabkan mereka mencari biaya diluar sektor pertanian. Sekarang ini banyak petani yang tidak hanya bekerja di sawah saja, mereka berusaha untuk mendapatkan uang tambahan, salah satunya dengan berdagang. Di daerah perdesaan kebanyakan yang membuka usaha berdagang adalah para ibu rumah tangga. Berbagai macam jenis yang mereka jual, ada yang berjualan sayur-mayur keliling desa, Pakaian keliling, makanan kecil, toko yang menjual kebutuhan sehari-hari, bahkan ada yang menjual palawija di pasar. Pedagang merupakan salah satu bagian dari masyarakat golongan ekonomi lemah yang perlu mendapatkan perhatian dan bantuan dari pemerintah untuk mengembangkan usahanya dalam rangka meningkatkan taraf hidupnya. Sebagaimana telah diketahui setiap usaha atau kegiatan akan membutuhkan modal untuk membiayai usaha yang dijalankan. Namun, modal tersebut tidak semuanya dapat dipenuhi sendiri. Bahkan masalah modal menjadi masalah bagi mereka, lebih-lebih bagi para pedagang. Mereka mengalami kesulitan dalam mengembangkan usahanya. Lemahnya permodalan yang dialami masyarakat miskin khususnya pedagang kecil tidak semata-mata disebabkan oleh kekurangan modal yang sesungguhnya, tetapi sering kali karena kurangnya pengetahuan dan kemampuan dalam mengelola modal yang mereka miliki. Dengan kurangnya modal yang dialami para pedagang tersebut akan membatasi ruang gerak aktivitas usahanya yang ditujukan untuk meningkatkan pendapatan. Kebutuhan kredit modal bagi para petani perdesaan yang berdagang sebagian besar termasuk masyarakat golongan lemah sangat penting untuk membuka usaha. Namun para pedagang kecil ini sulit untuk memperoleh kredit terutama ketika mengajukan permohonan kredit di bank yang berskala besar dan umum. Bank yang berskala besar dan umum mempunyai prosedur perkreditan yang rumit yang mengharuskan debitur untuk memberikan jaminan. Padahal para pedagang kecil lemah pada umumnya tidak memiliki barang yang cukup berharga yang dapat dijadikan jaminan kredit. Ada juga pihak yang dapat memberikan kredit kepada mereka yaitu renternir. Renternir memberikan kredit tanpa jaminan dan prosesnya cepat dan tanpa menggunakan preosedur yang rumit. Sehingga para pedagang terasa lebih mudah dalam memperoleh kredit, tetapi kenyataanya renternir bukanya membantu para pedagang dalam mempermudah pinjaman kredit, Namun tanpa mereka sadari justru pengembalian beserta bunganya sangat tinggi. Untuk itu pemerintah harus campur tangan membantu mereka dalam memecahkan masalah tersebut. Sesuai dengan Surat Menteri Dalam Negeri No. 414.2/842/PMD tahun 2002 perihal Progam Pemberdayaan Masyarakat dengan Transparansi dan Akuntabilitas politik, pemerintah membentuk Program Pengembangan Kecamatan ( PPK ) yang berupaya menanggulangi kemiskinan yang salah satunya membantu permodalan bagi pengusaha dan padagang kecil yang kesulitan dalam modal. Tetapi pelaksanaan Program Pengembangan Kecamatan menuai berbagai kritik antara lain, tidak mengikuti mekanisme dan prosedur, tetapi menciptakan mekanisme sendiri, Partisipasi maupun pelembagaan masyarakat cenderung mobilisasi, Keterlibatan pemerintah daerah masih kurang, Ketergantungan terhadap bantuan teknis dari konsultan masih besar, keterpaduan antar program masih lemah baik dari segi kegiatan, dana, waktu dan pengelolaan. Tahun 2007 pemerintah Indonesia mencanangkan Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat ( PNPM ) Mandiri yang telah diluncurkan oleh Presiden RI pada 30 April 2007 di Palu Sulawesi Tengah. Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Mandiri yang terdiri dari PNPM Mandiri Perdesaan, PNPM Mandiri Perkotaan, serta PNPM Mandiri wilayah khusus dan desa tertinggal. PNPM Mandiri Perdesaan merupakan salah satu program pemberdayaan masyarakat yang digunakan PNPM Mandiri dalam upaya untuk mempercepat penanggulangan kemiskinan dan perluasan kesempatan kerja di wilayah perdesaan. Pendekatan PNPM Mandiri Perdesaan merupakan pengembangan dari Program Pengembangan Kecamatan (PPK), yang selama ini dinilai berhasil. Kehadiran PNPM Mandiri Perdesaan di tengah masyarakat diharapkan dapat membantu para pedagang kecil dalam memperoleh bantuan kredit dengan prosedur yang mudah, persyaratan yang mudah dan bunga yang terjangkau. sehingga dapat memperluas dan meningkatkan usahanya agar pendapatnya dapat meningkat. Tujuan utama dari PNPM Mandiri Perdesaan adalah untuk meningkatnya kesejahteraan dan kesempatan kerja masyarakat miskin di perdesaan dengan mendorong kemandirian dalam pengambilan keputusan dan pengelolaan pembangunan sehingga dapat mencapai pertumbuhan penduduk yang tinggi dan SDM yang berkualitas. PNPM Mandiri Perdesaan mendorong keterlibatan perempuan (Gender) dalam proses perencanaan, pelaksanaan dan pelestarian pembangunan. PNPM Mandiri Perdesaan dilaksanakan dengan membangun kemitraan antara Pemerintah dan Pemerintah Daerah melalui sinergi penyediaan dana Bantuan Langsung Masyarakat (BLM), yang berguna bagi perluasan kesempatan kerja dan tambahan pendapatan bagi tenaga kerja perdesaan serta peningkatan partisipasi perempuan dan kelompok miskin perdesaan. Adanya PNPM Mandiri Perdesaan di lingkup kecamatan khususnya di Kecamatan Kaliwungu diharapkan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat khususnya para pedagang kecil dalam mengatasi lemahnya permodalan yang disebabkan tidak semata-mata karena kekurangan uang akan tetapi juga kekurangmampuan dalam mengelola uang yang mereka miliki. dan upaya peningkatan pendapatan sehingga dapat melepaskan diri dari kemiskinan dan kesenjangan sosial ekonomi serta dapat menambah kesempatan kerja bagi masyarakat. Pemerintah ingin agar masyarakat golongan ini mampu meningkatkan taraf hidup sehingga akan meningkatkan pendapatan perkapita negara yang akan dapat memajukan negara. Kecamatan Kaliwungu melaksanakan program PNPM Mandiri Perdesaan di 11 desa. Berdasarkan hasil pengamatan, pedagang kecil setelah mendapat bantuan kredit mengalami kondisi yang berbeda-beda. Perbedaan tersebut disebabkan oleh adanya keadaan dan kebutuhan pedagang itu sendiri. Ada pedagang yang benar-benar menggunakan bantuan kredit tersebut untuk modal berdagang sehingga usahanya mengalami peningkatan. Tetapi ada pula pedagang kecil yang hanya menggunakan sebagian kreditnya untuk modal usaha dan selebihnya untuk menutup kebutuhan sehari-hari. Para pedagang tersebut sering kali mengalami kerancuan keuangan. Uang yang dimiliki seharusnya digunakan untuk modal usaha tetapi mereka menggunakan uang tersebut untuk kepentingan di luar usaha. Sehingga sebenarnya lemahnya modal pedagang golongan ekonomi lemah tidak semata-mata karena kekurangan uang, akan tetapi juga kurangnya pengetahuan dan kemampuan mengelola uang yang dimiliki. Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Mandiri Perdesaan Kecamatan Kaliwungu diharapkan dapat menjadi mitra dan sahabat bagi para pedagang kecil di Kecamatan Kaliwungu dan dapat memberikan kemudahan bagi para pedagang kecil untuk mendapatkan bantuan modal dalam bentuk kredit. Dengan segala kemudahan-kemudahan yang diberikan oleh PNPM Mandiri Perdesaan, banyak pedagang yang memanfaatkan fasilitas yang ada untuk memperoleh bantuan modal untuk mengembangkan usahanya dengan harapan dapat meningkatkan pendapatan sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan hidup. Berdasarkan latar belakang yang ada diatas, maka penulis akan mengadakan penelitian dengan judul “IMPLEMENTASI PEMBERIAN KREDIT PROGRAM NASIONAL PEMBERDAYAAN MASYARAKAT (PNPM) DALAM MENINGKATKAN PENDAPATAN PEDAGANG KECIL DI KECAMATAN KALIWUNGU KABUPATEN SEMARANG TAHUN 2009”

    Item Type: Thesis (Other)
    Subjects: L Education > L Education (General)
    Divisions: Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan
    Depositing User: Budhi Kusumawardana Julio
    Date Deposited: 13 Jul 2013 15:01
    Last Modified: 13 Jul 2013 15:01
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/3027

    Actions (login required)

    View Item