Dinamika Fungsi Syair Gulong Sebagai Khasanah Sosial dan Seni Masyarakat Melayu Kalimantan Barat 1970-1990

Rahman, Zulfian (2016) Dinamika Fungsi Syair Gulong Sebagai Khasanah Sosial dan Seni Masyarakat Melayu Kalimantan Barat 1970-1990. Other thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img] PDF - Published Version
Download (636Kb)

    Abstract

    Zulfian Rahman. C.0510049. Dinamika Fungsi Syair Gulong Sebagai Khasanah Sosial dan Seni Masyarakat Melayu Kalimantan Barat 1970-1990. Skripsi. Fakultas Ilmu Budaya Universitas Negeri Sebelas Maret Surakarta. Penelitian sejarah Syair Gulong di Kalimantan Barat ini mempunyai dua tujuan: 1) Untuk mengetahui perkembangan Syair Gulong sebagai kesenian sastra Melayu Kerajaan Tanjungpura tahun 1970-1990, 2) Untuk mengetahui dinamika kesenian Syair Gulong terhadap masyarakat Melayu Kalimantan Barat tahun 1970-1990. Penelitian ini menggunakan metode sejarah yang dimulai dengan tahap heuristik, yakni pengumpulan data dari sumber-sumber sejarah sezaman yang ditemukan di Arsip Nasional Republik Indonesia, Perpustakaan Nasional, Balai Kajian Sejarah dan Nilai Tradisional Pontianak. Selain itu penelitian juga didukung dengan wawancara lisan pelaku atau sastrawan yang telah hidup zaman tersebut. Tahap selanjutnya kritik sumber, yakni membandingkan dan mengkritik sumber sejarah untuk memperoleh data yang sahih atau valid. Kemudian interpretasi yakni tahap menganalisis data yang diperoleh sehingga memperoleh fakta-fakta yang terjadi dalam suatu peristiwa, dan menuliskan laporan penelitian atau historiografi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Syair Gulong merupakan kesenian sastra lisan yang diwariskan secara turun-temurun sejak zaman Kerajaan Tanjungpura hingga era kontemporer. Kesenian ini sempat mengalami kemandekan pada masa kolonial Belanda dan Pendudukan Jepang, kemudian muncul kembali di era 70-an hingga 90-an dan 2000-an. Dalam sudut pandang sosial, Syair Gulong terlepas dari batasan-batasan yang sebelumnya kesenian ini hanya berkembang di lingkungan kerajaan menjadi kesenian yang hidup di tengah rakyat, menjadi medium bagi masyarakat Melayu Kalimantan Barat untuk menyampaikan aspirasi, inspirasi, kritik, hingga hiburan. Dalam sudut pandang seni, Syair Gulong mengalami perubahan dari yang sebelumnya sastra kitab dan dilestarikan melalui tradisi pemindahan buku dari tangan ke tangan dan dituturkan ceritanya dari mulut ke mulut, menjadi kesenian sastra lisan yang tulisan teks atau naskah syairnya dibacakan dan dilagukan di depan khalayak publik. Perubahan secara kesusasteraan terlihat dari tata-bahasa yang semakin mengerucut kepada bahasa Melayu di beberapa daerah di Kalimantan Barat, dialek, hingga lagu syair semakin menonjolkan nilai-nilai kedaerahan bahwa Syair Gulong adalah kesenian warisan kerajaan Tanjungpura yang masih lestari hingga masa kini.

    Item Type: Thesis (Other)
    Subjects: N Fine Arts > N Visual arts (General) For photography, see TR
    Divisions: Fakultas Sastra dan Seni Rupa
    Fakultas Sastra dan Seni Rupa > Ilmu Sejarah
    Depositing User: Nanda Rahma Ananta
    Date Deposited: 02 Dec 2016 10:47
    Last Modified: 02 Dec 2016 10:47
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/30254

    Actions (login required)

    View Item