Pemanfaatan pasir besi untuk bahan pembuatan Lithium Ferro Phosphate (LiFePO4) sebagai material katoda

Darmawan, Poerwoko (2016) Pemanfaatan pasir besi untuk bahan pembuatan Lithium Ferro Phosphate (LiFePO4) sebagai material katoda. Other thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img] PDF - Published Version
Download (652Kb)

    Abstract

    INTISARI Bagas Surya Utama, Poerwoko Darmawan 2016, “Laporan Tugas Akhir Pemanfaatan pasir besi untuk bahan pembuatan Lithium Ferro Phosphate (LiFePO4) sebagai material katoda”. Program Studi Diploma III Teknik Kimia Fakultas Teknik. Universitas Sebelas Maret Surakarta. Material katoda yang sedang menjadi perhatian adalah senyawa lithium ferro phosphate (LiFePO4). Material ini sebagai material pembentuk katoda menunjukan bahwa keduanya memenuhi kriteria sebagai material katoda pada baterai lithium ion, dimana keduanya memiliki reversibility yang baik untuk pasangan redoks Fe3+/Fe2+. Oleh karena itu diperlukan bahan katoda lain yang lebih stabil dan lebih ramah lingkungan. Salah satu bahan katoda yang dapat menggantikan penggunaan LiCoO2 adalah LiFePO4 yang memiliki stabilitas yang baik dan ramah lingkungan. Sintesis partikel Fe3O4 dengan bahan dasar pasir besi dilarutkan HCl (12 M) dan NH4OH (6,5 M) menggunakan metode kopresipitasi, kemudian didapat Fe2O3 dengan suhu 750 °C selama 5 jam setelah pemanasan. Fe2O3 tersebut dicampur dengan LiOH dan NH4H2PO4 untuk dipanaskan menggunakan alat furnace kembali agar menghasilkan LiFePO4 dengan suhu 700 °C selama 4 jam. Sintesis LiFePO4 dengan bahan dasar pasir besi kemudian dicampurkan LiOH dan NH4H2PO4 menggunakan ball mill dan selanjutnya dilanjutkan dengan metode solid state reaction dengan suhu variasi 600 °C, 700 °C dan 800 °C dengan pemanasan selama 4 jam menggunakan perbandingan mol berat antara Fe2O3, LiOH dan NH4H2PO4 adalah 1:2:2. Hasil LiFePO4 dianalisa mengunakan XRD untuk mengetahui pembentukan LiFePO4 dan jenis kristal yang dihasilkan. Pengujian XRD dengan hasil LiFePO4 pada suhu pemanasan 600 °C, 700 °C dan 800 °C. Hasil analisa XRD ketiga pemanasan tersebut pada suhu 700 °C karena peak yang dihasilkan memiliki kesamaan dengan referensi JCPDS nomor 00-040-1499. Pada pengujian battery analyzer diperoleh hasil bahwa kapasitas baterai tertinggi didapat pada suhu 700 °C yaitu sebesar 72,7 mAh/g pada kapasitas (siklus ke-2). Kapasitas terendah pada sampel 2 HCl dan NH4OH sebesar 18,9 mAh/g (siklus ke-5) dan efisiensi tertinggi terjadi pada sampel 1 HCl dan NH4OH yaitu sebesar 81,42 %.

    Item Type: Thesis (Other)
    Subjects: T Technology > TA Engineering (General). Civil engineering (General)
    Divisions: Fakultas Teknik
    Fakultas Teknik > D3 - Teknik Kimia
    Depositing User: Nanda Rahma Ananta
    Date Deposited: 02 Dec 2016 10:27
    Last Modified: 02 Dec 2016 10:27
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/30243

    Actions (login required)

    View Item