PENGARUH KUALITAS MASUKAN BERBAGAI SERESAH TERHADAP DINAMIKA NH4 +, NO3 -, DAN POTENSIAL NITRIFIKASI TANAH SERTA SERAPAN N TANAMAN JAGUNG (Zea mays L.)

ASTUTI, PUJI (2010) PENGARUH KUALITAS MASUKAN BERBAGAI SERESAH TERHADAP DINAMIKA NH4 +, NO3 -, DAN POTENSIAL NITRIFIKASI TANAH SERTA SERAPAN N TANAMAN JAGUNG (Zea mays L.). Other thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img] PDF - Published Version
Download (1187Kb)

    Abstract

    Nitrogen (N) merupakan salah satu unsur penting bagi pertumbuhan dan reproduksi pada semua jenis bentuk kehidupan. Keseimbangan jumlah kebutuhan N pada pertumbuhan optimum tanaman yaitu dengan cara memaksimalkan jumlah amonium (NH4 +) dan meminimalisir kebutuhan nitrat (NO3 -) yang ditransportasikan dalam tanah. Tanaman menyerap N dalam bentuk NH4 + dan NO3 -, namun bentuk NH4 + akan lebih efisien karena membutuhkan energi fotosintat yang lebih rendah untuk direduksi menjadi NH3 (substrat CS-GOGAT dalam sintesis asam amino) yaitu 5 ATP per molekul NH4 +, sedangkan untuk NO3 membutuhkan 20 ATP per molekul. Dalam tanah unsur hara N mempunyai sifat dan perilaku spesifik. Kation NH4 + dapat terabsorpsi pada mineral lempung bertipe 2:1, koloid organik dan atau ternitrifikasi menjadi NO3 -. Sedangkan anion NO3 - bersifat mobil dalam larutan tanah. Oleh karena itu oksidasi NH4 + menjadi NO3 - yang lazim disebut proses nitrifikasi didalam tanah perlu dikendalikan karena menyebabkan inefisiensi pemupukan nitrogen. Melalui proses nitrifikasi sebagian besar N dalam tanah akan hilang dalam bentuk N-gas (N2O, NO2, NO dan N2) dan atau hilang terlindi dalam bentuk NO3. Pelindian NO3 akan diikuti pelindian kation-kation basa dalam tanah (K+, Ca2+ dan Mg2+) sehingga menurunkan kejenuhan basa, meningkatkan kemasaman tanah yang akhirnya memperburuk sifat kimiawi tanah (Raun and Johnson, 1999., cit Purwanto, 2009). Saat ini telah dikenal beberapa bahan pupuk untuk mengurangi kelarutan pupuk N sehingga dikenal pupuk pelepas N lambat (slow release). Salah satu caranya yaitu dengan menggunakan pelapis impermeabel lambat terdegradasi oleh mikrobia, reaksi kimia atau fisik dan atau ketiganya. Bahan yang digunakan untuk memperlambat pelepasan N adalah bahan penghambat rekasi nitrifikasi (Nitrification Inhibitor) seperti 2-chloro-6-(triclorometil) piridin (N-SERVE), 2-Amino-4-chloro-6-metilpirimidin (Toyo Koatsu AM),dan 2-sulfanilamidotiazola (sulfathiazole) (Winarso, 2005). Namun harga yang terlalu mahal meyebabkan para petani memilih menggunakan pupuk N anorganik yang cepat tersedia (fast release). Sama halnya dengan petani di Indonesia yang menggunakan pupuk N buatan pabrik yang meningkat begitu tajam dalam efisiensi penggunaan hara N dalam tanah untuk meningkatkan produktivitas pertanian, tanpa memperhatikan ataupun mengetahui dampak negatif yang ditimbulkan dalam lingkungan. Akibatnya ketersediaan NH4 + dan NO3 - menurun yang tidak dapat optimal dalam memenuhi kebutuhan hara N bagi tanaman baik menguap menjadi gas ataupun terlindi. Begitu pula dampak dalam menurunkan kualitas tanah dalam menunjang segala kehidupan. Hal ini menjadi kendala utama dalam penggunaan efisiensi penggunaan hara N tanah pada pertanian Indonesia. Untuk mengatasi kendala tersebut dapat dilakukan upaya pengendalian yaitu dengan aplikasi seresah dan penggunaan tanaman sisipan yang memiliki senyawa allelochemical nitrification inhibitor yang mampu mengurangi hilangnya hara akibat perlindian NO3 -. Pada penelitian ini lebih ditekankan pada upaya pengendalian dengan cara aplikasi seresah kualitas rendah, sedang, dan tinggi yaitu jambu mete (Anacardium occidentale), kunyit (Curcuma domestica), dan paitan (Tithonia diversifolia) terhadap dinamika NH4 + dan NO3 -, serta potensial nitrifikasi dalam tanah. Penelitian mengenai proses mineralisasi N dalam membebaskan NH4 + sudah banyak dilakukan sebelumnya. Penelitian sebelumnya telah membuktikan bahwa Anacardium occidentale (berkualitas rendah dengan kandungan polifenol 16.44%, lignin 27.28%, nisbah C/N 25.56 dan nisbah (L+P/N seresah) 24.5) mampu menurunkan potensial nitrifikasi Alfisol Jumantono hingga 70.54% (Widaningsih 2008). Tithonia diversifolia (berkualitas sedang dengan kandungan polifenol 4.36%, lignin 20.84%, nisbah C/N 18.75 dan nisbah (L+P/N seresah) 18.36) mampu menurunkan potensial nitrifikasi Alfisol Jumantono hingga 77.35% dan Curcuma domestica (berkualitas tinggi dengan kandungan polifenol 2.53%, lignin 11.18%, nisbah C/N 22 dan nisbah (L+P/Nseresah) 19.87) mampu menurunkan potensial nitrifikasi Alfisol Jumantono hingga 34.26% (Cendrasari, 2008). Penelitian ini yang membedakan dengan penelitian-penelitian sebelumnya yaitu menggunakan indikator tanaman jagung (Zea mays L.). Tanah sebagai media tumbuh Zea Mays L. harus memenuhi kebutuhan hara yang cukup. Martodireso dan Widodo (2001) mengatakan bahwa Alfisols termasuk salah satu jenis tanah yang sesuai untuk pertumbuhan Zea mays L. karena memiliki struktur tanah remah, konsistensi gembur dan memiliki pH 5,5 yang sangat sesuai untuk Zea mays L., namun memiliki kandungan N yang rendah. Steven (1982) mengatakan pula bahwa, banyaknya N yang diserap oleh tanaman setiap hari persatuan berat maksimum pada saat tanaman masih muda dan berangsur-angsur menurun dengan bertambahnya umur tanaman. Lebih lanjut dikatakan bahwa faktor penting yang perlu diperhatikan dalam hubungan antara respon tanaman dan dosis pupuk adalah pada tingkat dimana terjadi akumulasi N pada tanaman. Pada Zea mays L. akumulasi N terjadi pada tumbuhan satu bulan setelah tumbuh. Penelitian ini sebagai penelitian lanjutan dari penelitian sebelumnya dalam rangka untuk mendapatkan strategi penghambatan nitrifikasi yang ramah lingkungan dan berkelanjutan melalui pengelolaan kualitas seresah tanaman khususnya kualitas rendah Anacardium occidentale, kualitas sedang Curcuma domestica, dan kualitas tinggi Tithonia diversifolia pada pertumbuhan Zea mays L. dengan biaya yang murah. Oleh karena itu, penelitian ini diharapkan adanya aplikasi di lapang yang bertujuan penelitian ini secara jangka panjang akan mudah diterima oleh petani dan masyarakat luas.

    Item Type: Thesis (Other)
    Subjects: S Agriculture > S Agriculture (General)
    Divisions: Fakultas Pertanian
    Fakultas Pertanian > Agroteknologi
    Depositing User: Budhi Kusumawardana Julio
    Date Deposited: 13 Jul 2013 14:57
    Last Modified: 13 Jul 2013 14:57
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/3024

    Actions (login required)

    View Item