PERENCANAAN DAN PERANCANGAN fasilitas retret di Tawangmangu

HAPSARI LISA DONNA, TUTI (2006) PERENCANAAN DAN PERANCANGAN fasilitas retret di Tawangmangu. Other thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img] PDF - Published Version
Download (4Mb)

    Abstract

    1. Keseimbangan Manusia dalam Tubuh, Jiwa, dan Roh Dalam pemahaman iman Kristen khususnya, manusia terdiri dari tubuh, jiwa, dan roh. Ketiganya memiliki sistem kerja yang berlainan namun memiliki peran yang sama agar kehidupan manusia terus berlangsung. Dengan kata lain, manusia dapat dikatakan sehat apabila tiga unsur ini saling seimbang dan selaras. Tubuh yang berarti fisik merupakan bagian dari manusia yang berhubungan 2. Kegiatan Retret dan Kebutuhannya Retret berasal dari bahasa Inggris yang berarti mengundurkan diri atau mengasingkan diri. Sama halnya dengan rekreasi, retret juga bertujuan untuk melakukan penyegaran kembali jasmani (tubuh dan jiwa) yang letih karena kesibukan sehari-hari. Baik retret maupun rekreasi sama-sama memiliki kebutuhan akan pengalaman baru yang didapatkan di suatu tempat yang tidak ditemukan di tempat kesibukannya, dan tempat-tempat tersebut dapat mengembalikan kesegaran jasmaninya (tubuh dan jiwa). Hal yang membedakan retret dengan rekreasi adalah pemenuhan akan kebutuhan rohani seseorang. Melalui kegiatan retret, seseorang selain disegarkan jasmaninya, juga rohaninya. Retret dapat dilakukan baik secara perorangan maupun secara kelompok. Masing-masing dapat dilakukan baik secara perorangan maupun secara kelompok. Masing-masing dapat mengatur program acara retret dimana di dalamnya setiap orang menemukan penyegaran secara total baik secara jasmani maupun secara rohani. Bahkan dewasa ini tujuan kegiatan retret tidak hanya sekedar rekreasi dari kesibukan sehari-hari, namun telah berkembang pada tujuan yang lebih terarah. Pada intinya, kegiatan retret ini digunakan untuk pembinaan rohani pribadi maupun kelompok agar diperoleh kualitas iman yang lebih baik. Agar tidak berkesan kaku, acara retret dapat dilakukan lebih variatif antara kegiatan rekreasi dengan pembinaan rohani. Di dalam retret terdapat berbagai jenis kegiatan pembinaan rohani yang kesemuanya itu bertujuan untuk mendewasakan umat serta meningkatkan kualitas kerohanian umat. Di dalamnya, peserta juga diajarkan untuk lebih peka kepada sesamanya. Menyingkir atau menyepi ke suatu lokasi dengan menikmati keindahan alam terutama dengan suasana yang masih alami dapat mengembalikan kesegaran jasmani maupun rohani. Keadaan seperti inilah yang akan membantu seseorang mengadakan jarak terhadap kesibukan sehari-hari sehingga dapat memandang hidupnya secara menyeluruh serta merenungkan makna dari semua pengalaman hidupnya. Jauhnya kegiatan retret dari keramaian kota dapat memunculkan kebersamaan kelompok karena masing-masing merasakan pengalaman yang sama dan merasakan senasib sepenanggungan dalam melaksanakan kegiatan retret. Dengan demikian masing-masing diberi kesempatan untuk memperbaiki tingkah laku, menemukan kemampuan-kemampuan baru dalam dirinya, baik bagi relasi sosial maupun relasi dengan Tuhan. Pada intinya, kegiatan retret membutuhkan suatu tempat yang tenang, dengan udara yang segar, suasana alami, maupun jauh dari pusat kota. 3. Potensi Kegiatan Retret Potensi kegiatan retret atau kegiatan kerohanian Kristen cukup baik, karena kegiatan itu banyak diselenggarakan oleh antara lain : a. Gereja yang terdiri dari : komisi umum, komisi pemuda, komisi remaja, komisi sekolah minggu, komisi kaum wanita, memiliki program retret rutin. b. Lembaga-lembaga Kristen, yaitu lembaga-lembaga yang bergerak di bidang pelayanan rohani dan sosial seperti: Lembaga Pelayanan Mahasiswa Indonesia (LPMI), Persekutuan Mahasiswa Kristen (PMK), Keluarga Mahasiswa Katholik (KMK), Persekutuan Siswa Kristen (PSK), Perkantas, Navigator, dan sebagainya yang mempunyai program retret rutin baik bagi pengurus maupun anggotanya. c. Pendidikan tinggi teologia, yang juga memiliki kurikulum yang memasukkan kegiatan retret bagi mahasiswanya (misal : STT Intheos, STT Gamaliel, dsb). Jumlah umat Kristiani juga terus mengalami peningkatan seiring dengan laju pertambahan penduduk. Misalnya pada tahun 2004, jumlah umat Kristiani di Surakarta (Kristen dan Katholik) sebesar 146.357 dari 564.630 penduduk Surakarta atau sekitar 25,92 persen dari total jumlah penduduk dan terdapat sekitar 153 buah gedung Gereja 1 . 4. Kondisi dan Potensi Tawangmangu Kawasan Tawangmangu merupakan kawasan pegunungan yang telah dijadikan sebagai zone pariwisata karena keindahan alamnya. Dalam kaitannya dengan perencanaan sebuah fasilitas retret di Tawangmangu sebagai lokasi perencanaan dengan mempertimbangkan potensi-potensi yang dimiliki, antara lain : a. Kawasan ini memiliki karakteristik perpaduan antara panorama gunung, hutan, lahan sawah/tegalan, udara yang sejuk, dan jauh dari keramaian kota. Kesemuanya ini merupakan daya tarik alami pada kawasan yang jarang atau bahkan tidak terdapat di kota. Kondisi ini dapat dimanfaatkan untuk melepaskan ketegangan dari kesibukan sehari-hari sehingga dapat lebih memfokuskan diri selama pelaksanaan kegiatan retret berlangsung yang membutuhkan suasana yang sejuk dan tenang. b. Kondisi jalan yang bagus serta dilalui oleh trayek bus umum sehingga memudahkan aspek pencapaian sehingga memudahkan aspek pencapaian ke lokasi ini. c. Kondisi geografis kawasan yang mendukung seperti sistem pengolahan tanah berkontur dengan pemandangan alamnya yang indah serta keaneragaman vegetasi pegunungan. 5. Keberadaan Fasilitas Retret Sejenis di Karanganyar Saat ini terdapat 6 buah fasilitas retret di wilayah Karanganyar, termasuk diantaranya dua buah fasilitas retret yang terdapat di Tawangmangu. Jumlah ini tidak sebanding dengan jumlah umat Kristiani yang terus bertambah dimana intensitas kegiatan retret juga terus meningkat. Bahkan untuk beberapa fasilitas retret, pemesanan tempat harus dilakukan jauh-jauh hari sebelumnya. Terkadang panitia retret terpaksa menggunakan sebuah losmen/hotel melati untuk pelaksanaan kegiatan retretnya apabila tidak mendapatkan tempat. Fasilitas-fasilitas retret di Karanganyar juga belum direncanakan dengan matang dan representatif sehingga belum mencerminkan filosofi sebuah fasilitas pelayanan rohani, bahkan potensi yang ada di sekitarnya belum dapat dinikmati secara optimal. Peruangan pada fasilitas-fasilitas retret tersebut sebagian besar hanya terfokus untuk memenuhi kebutuhan rohani, sedangkan untuk kebutuhan secara jasmani (rekreasi) masih belum terwadahi dengan baik. Dari beberapa alasan yang telah disebutkan di atas, dapat ditarik kesimpulan bahwa pengembangan dan pemanfaatan potensi alam Tawangmangu dapat diwujudkan dalam pengadaan suatu fasilitas pelayanan rohani yang memang belum tersedia dan benar-benar dibutuhkan oleh umat Kristiani yaitu berupa sarana tempat beraktifitas umat Kristiani di dalam pengenalan akan pengetahuan rohani sekaligus sebagai wadah komunikasi dan kerjasama antar umat Kristiani itu sendiri dengan memanfaatkan kondisi dan potensi alam Tawangmangu dan menerapkan aspek filosofi sebuah fasilitas retret berdasarkan iman Kristen. dengan dunia sekelilingnya melalui panca indera (mata, telinga, hidung, mulut, dan lain sebagainya). Jiwa yang berarti psikis merupakan bagian dari manusia yang mampu berpikir, merasa, bereaksi, dan berkehendak. Sedangkan roh (rohani) merupakan bagian dari manusia yang dapat berhubungan dengan Tuhan. Manusia yang sehari-hari disibukkan oleh pekerjaannya membutuhkan adanya suatu bentuk relaksasi untuk mengendurkan ketegangan pikiran dan mengembalikan keseimbangan tubuh, jiwa, dan rohnya. Hal-hal tersebut dapat dialami oleh siapa saja dan tidak menutup kemungkinan juga dialami oleh umat Kristiani secara khusus. Dewasa ini berkembang kegiatan retret yang bertujuan untuk mengakomodir kebutuhan-kebutuhan umat Kristiani akan sarana relaksasi yang tidak hanya memenuhi kebutuhan jasmani namun juga kebutuhan kebutuhan rohani. Melalui kegiatan retret ini diharapkan agar umat Kristiani dapat mengembalikan keseimbangan antara tubuh, jiwa, dan rohnya dari kesibukan sehari-hari.

    Item Type: Thesis (Other)
    Subjects: T Technology > TH Building construction
    Divisions: Fakultas Teknik > Arsitektur
    Depositing User: Ferdintania Wendi
    Date Deposited: 25 Jul 2013 16:13
    Last Modified: 25 Jul 2013 16:13
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/3014

    Actions (login required)

    View Item