Evaluasi pengakuan pendapatan atas penjualan angsuran tahun 2004 dan 2005 pada UD. Citra Jaya Motor

Sri Wardani, Atik (2006) Evaluasi pengakuan pendapatan atas penjualan angsuran tahun 2004 dan 2005 pada UD. Citra Jaya Motor. Other thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img] PDF - Published Version
Download (2799Kb)

    Abstract

    Pendapatan menurut PSAK (2004) merupakan arus masuk bruto dari manfaat ekonomi yang timbul dari aktivitas normal perusahaan selama suatu periode bila arus masuk itu mengakibatkan kenaikan ekuitas, yang tidak berasal dari kontribusi penanam modal. Pendapatan yang muncul dari suatu transaksi harus diukur dengan nilai wajar imbalan yang diterima atau yang dapat diterima. Jumlah pendapatan yang timbul dari suatu transaksi biasanya ditentukan oleh persetujuan antara perusahaan dan pembeli atau pemakai aktiva tersebut. Jumlah tersebut diukur dengan nilai wajar imbalan yang diterima atau yang dapat diterima perusahaan dikurangi jumlah diskon dagang dan rabat volume yang diperbolehkan oleh perusahaan. Menurut PSAK (2004) pendapatan dapat timbul dari transaksi penjualan barang, penjualan jasa dan penggunaan aktiva perusahaan oleh pihak-pihak lain yang menghasilkan bunga, royalti dan deviden. Penjualan angsuran merupakan penjualan yang pendapatannya timbul dari transaksi penjualan barang. Pendapatan pada penjualan angsuran biasanya diterapkan atas dasar akrual dalam periode dimana penjualan terjadi dan dalam kontrak yang tidak dipaksakan untuk harus diterima kemudian penagihan yang diterima dalam periode yang panjang berada dalam ketidakpastian sehingga penetapan pendapatan ditunda sampai probabilitas penagihan dapat diperkirakan dengan layak. Penjualan angsuran merupakan cara penjualan yang sistem penjualannya dilakukan secara berkala dalam satu periode tertentu dengan uang muka (down payment), tingkat bunga tertentu menurut kesepakatan. Pada penjualan angsuran penerimaan pembayarannya berbeda dengan penjualan tunai atau kredit. UD. Citra Jaya Motor merupakan salah satu dealer yang sistem penjualannya dilakukan berdasarkan angsuran. Oleh karena sistem penjualan yang demikian UD. Citra Jaya Motor harus mengakui dan menetapkan pendapatan secara tepat dan sesuai dengan prinsip akuntansi yang ada. Saat ini UD. Citra Jaya Motor mengakui pendapatan atas penjualan yang terjadi dengan menetapkan keseluruhan laba pada periode angsuran untuk mencatat penjualan angsurannya. Karena laba secara keseluruhan ditetapkan pada periode penjualan maka pada periode-periode penerimaan kas tidak dilakukan pengakuan laba kotor lagi. Hal ini berakibat pengakuan pendapatan pada periode penjualan terlalu besar dan pada periode penerimaan kas terlalu kecil atau dengan kata lain kurang tepat. Jika kemudian pendapatan yang di akui dan ditetapkan dalam tiap periodenya menggunakan metode yang tidak disarankan secara akuntansi maka pendapatan yang diakui dalam setiap periode menjadi tidak tepat. Ketidaktepatan di dalam pengakuan pendapatan yang dilaporkan di dalam laporan laba rugi menyebabkan informasi yang disampaikan kepada pemakai laporan keuangan (UD. Citra Jaya Motor) menjadi tidak benar. Berdasarkan pada hal tersebut di atas, penulis tertarik untuk melakukan evaluasi pengakuan pendapatan pada UD. Citra Jaya Motor atas penjualan angsuran selama periode 2004 dan 2005 dengan judul “EVALUASI PENGAKUAN PENDAPATAN DAN LABA KOTOR ATAS PENJUALAN ANGSURAN TAHUN 2004 DAN 2005 PADA UD. CITRA JAYA MOTOR. “

    Item Type: Thesis (Other)
    Subjects: H Social Sciences > HF Commerce > HF5601 Accounting
    Divisions: Fakultas Ekonomi > D3 - Akuntansi
    Depositing User: Ferdintania Wendi
    Date Deposited: 25 Jul 2013 16:14
    Last Modified: 25 Jul 2013 16:14
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/3008

    Actions (login required)

    View Item