Pemanfaatan BesiI Plat untuk Bahan Pembuatan Lithium Ferrro Phospate (LiFePO4) sebagai Material Katoda

SULARSO, ANDRIAN (2016) Pemanfaatan BesiI Plat untuk Bahan Pembuatan Lithium Ferrro Phospate (LiFePO4) sebagai Material Katoda. Other thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img] PDF - Published Version
Download (87Kb)

    Abstract

    Andrian Sularso, Arif Ramadhan 2016, “Laporan Tugas Akhir Pemanfaatan Besi Plat untuk Bahan Pembuatan Lithium Ferro Phospate (LiFePO4) sebagai Material Katoda”. Program Studi Diploma III Teknik Kimia Fakultas Teknik Universitas Sebelas Maret Surakarta. Secara umum baterai tersusun dari anoda, katoda, dan elektrolit. Besi plat di pasaran dapat dimanfaatkan untuk bahan pembuatan material katoda, yaitu LiFePO4. Dengan harganya yang relatif murah, maka besi plat dapat mengurangi biaya produksi baterai lithium. Tugas Akhir ini bertujuan untuk membuat partikel LiFePO4 dengan menggunakan bahan baku besi plat. Plat besi yang banyak terdapat di pasaran dan harganya lebih ekonomis diharapkan dapat digunakan untuk bahan pembuatan LiFePO4. Dengan demikian maka akan dapat mengurangi biaya produksi pembuatan baterai ion Lithium. Dengan berkurangnya biaya produksi baterai lithium maka akan menurunkan harga baterai lithium sehingga harga dari baterai lithium bisa dijangkau oleh masyarakat umum. Besi plat yang telah diamplas kemudian dijepit dan dimasukkan ke dalam larutan FeSO4 1 M 300 mL. Kemudian menghantarkan arus listrik dengan variasi arus sebesar 2,9 A; 3,1 A; 3,3 A; 3,5 A selama 5 jam. Setelah itu didapat serbuk besi yang kemudian di haluskan dengan Ball Mill. Serbuk besi yang halus tadi kemudian dicampur dengan LiOH dan (NH4)2HPO4 menggunakan Ball Mill. Setelah tercampur kemudian dipanaskan sampai suhu 700 ºC menggunakan alat furnace dengan dialiri gas argon selama 4 jam. Setelah itu, hasil dari furnace dihancurkan dengan menggunakan mortar lalu dihaluskan dengan menggunakan Ball Mill. Karakterisasi partikel LiFePO4 dilakukan dengan mengunakan pengujian Difraktometer Sinar-X (XRD). LiFePO4 memiliki ikatan kovalen kuat antara oksigen dan fosfat membentuk satuan polianion yang kuat sehingga memiliki kestabilan yang lebih baik dibanding oksidanya. Pembentukan polianion juga memperbesar ruang bebas yang tersedia bagi lithium. Ikatan logam P-O- membantu menstabilkan energi redoks dari kation logam dan memungkinkan perpindahan ion lebih cepat. Di samping itu ikatan antara atom oksigen dalam phosfat lebih kuat dibanding dengan kobalt, sehingga beberapa LiFePO4 memiliki sifat tahan panas dalam pemakaiannya. Pada pengujian battery analyzer diperoleh hasil bahwa kapasitas baterai tertinggi terjadi pada suhu 700 ºC yaitu sebesar 72,7 mAh/g pada kapasitas (siklus ke-2). Kapasitas terendah pada sampel 2 HCl dan NH4OH sebesar 18,9 mAh/g (siklus ke-5) dan efisiensi tertinggi terjadi pada sampel 1 HCl dan NH4OH yaitu sebesar 81,42 %.

    Item Type: Thesis (Other)
    Subjects: T Technology > TP Chemical technology
    Divisions: Fakultas Teknik
    Fakultas Teknik > D3 - Teknik Kimia
    Depositing User: Agista Zulfa Dini
    Date Deposited: 01 Dec 2016 13:36
    Last Modified: 01 Dec 2016 13:36
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/30048

    Actions (login required)

    View Item