EKSPERIMENTASI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF STAD DAN JIGSAW PADA MATERI GEOMETRI DI SMK KABUPATEN KUDUS DITINJAU DARI KEAKTIFAN BELAJAR SISWA TAHUN PELAJARAN 2015/2016

HANIF, ABDUL (2016) EKSPERIMENTASI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF STAD DAN JIGSAW PADA MATERI GEOMETRI DI SMK KABUPATEN KUDUS DITINJAU DARI KEAKTIFAN BELAJAR SISWA TAHUN PELAJARAN 2015/2016. Masters thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img] PDF - Published Version
Download (399Kb)

    Abstract

    ABSTRAK Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui: (1) manakah diantara model pembelajaran STAD, Jigsaw dan Konvensional yang memberikan prestasi belajar matematika marei goemetri yang lebih baik (2) manakah diantara keaktifan belajar yang dapat memberikan prestasi belajar matematika materi geometri yang lebih baik, keaktifan belajar tinggi, keaktifan belajar sedang, keaktifan belajar rendah (3) pada masing-masing model pembelajaran, manakah tingkat keaktifan belajar yang memberikan prestasi belajar matematika materi geometri yang lebih baik (4) pada masing-masing tingkat keaktifan belajar, manakah model pembelajaran yang memberikan prestasi belajar matematika materi geometri yang lebih baik. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental semu dengan desain faktorial 3x3. Populasi dari penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X SMK di Kabupaten Kudus. Pengambilan sampel dilakukan dengan stratified cluster random sampling. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 271. Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah tes prestasi belajar matematika dan angket keaktifan belajar siswa terhadap matematika. Uji coba instrumen tes meliputi validitas isi, tingkat kesukaran, daya pembeda, dan reliabilitas. Uji keseimbangan menggunakan analisis variansi satu jalan, diperoleh kesimpulan bahwa ketiga kelas memiliki kemampuan awal matematika yang seimbang. Uji prasyarat meliputi uji normalitas dengan menggunakan metode Lilliefors dan uji homogenitas menggunakan metode Bartlett dengan uji Chi Kuadrat. Dengan α = 0,05 diperoleh kesimpulan bahwa sampel berasal dari populasi yang berdistribusi normal dan memiliki variansi yang sama. Analisis data menggunakan analisis variansi dua jalan dengan sel tak sama yang kemudian dilanjutkan dengan uji komparasi ganda menggunakan metode Scheffe. Berdasarkan uji hipotesis, diperoleh kesimpulan sebagai berikut. (1) siswa yang diberi model pembelajaran Jigsaw menghasilkan prestasi belajar yang lebih baik daripada siswa yang diberi model pembelajaran STAD dan Konvensional, dan siswa yang diberi model pembelajaran STAD menghasilkan prestasi belajar yang sama dengan siswa yang diberi model pembelajaran konvensional. (2) prestasi belajar matematika siswa yang memiliki keaktifan belajar terhadap matematika tinggi dan sedang lebih baik daripada siswa yang memiliki keaktifan belajar terhadap matematika rendah, dan prestasi belajar matematika siswa yang memiliki keaktifan belajar terhadap matematika tinggi dan sedang menghasilkan prestasi belajar yang sama. (3) Tidak terdapat perbedaan prestasi belajar antara siswa yang dikenai model pembelajarn STAD, Jigsaw dan konvensional pada masing-masing kategori keaktifan belajar siswa terhadap matematika. (4) pada masing-masing tingkat keaktifan belajar terhadap matematika, yaitu model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw memiliki prestasi lebih baik daripada model pembelajaran kooperatif tipe STAD dan Konvensional, dan model pembelajaran kooperatif tipe STAD memiliki prestasi yang sama dengan model pembelajaran konvensional.

    Item Type: Thesis (Masters)
    Subjects: L Education > LB Theory and practice of education > LB1603 Secondary Education. High schools
    Q Science > QA Mathematics
    Divisions: Pasca Sarjana > Magister > Pendidikan Matematika - S2
    Depositing User: Tities Amrihtasari
    Date Deposited: 30 Nov 2016 16:04
    Last Modified: 30 Nov 2016 16:04
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/29963

    Actions (login required)

    View Item