ANALISIS FAKTOR RISIKO HIPERTENSI PADA REMAJA USIA 15-17 TAHUN DI KOTA PANGKALPINANG

YUSRIZAL, MIRZA (2016) ANALISIS FAKTOR RISIKO HIPERTENSI PADA REMAJA USIA 15-17 TAHUN DI KOTA PANGKALPINANG. Masters thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img] PDF - Published Version
Download (26Kb)

    Abstract

    ABSTRAK Latar Belakang: Remaja merupakan siklus kedua dalam kehidupan. Jenis kelamin, Berat Badan Lahir, riwayat penyakit keluarga, Indeks Massa Tubuh menurut usia, asupan natrium dan aktivitas fisik berpengaruh terhadap kejadian hipertensi. Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor risiko hipertensi pada remaja usia 15-17 tahun. Metode: Penelitian ini menggunakan observasional analitik dengan pendekatan cross sectional dengan sistem fixed-exposure sampling. Ukuran sampel 120 subjek dengan perbandingan 1:3. Pengukuran IMT/U menggunakan timbangan digital dan tinggi badan menggunakan microtoice, aktivitas fisik menggunakan kuesioner IPAQ (International Physical Activity Questionnaire), asupan natrium menggunakan Food frequency questionair (FFQ), pengukuran tekanan darah menggunakan Sphygmomanometer air raksa dan stetoskop binaural. Seluruh data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan regresi linier ganda Hasil: Hasil multivariat diperoleh terdapat hubungan negatif antara riwayat penyakit keluarga hipertensi dengan risiko hipertensi, tetapi hubungan tersebut secara statistik tidak signifikan (B=-1.73; CI 95%= -6.59–3.13; p=0.481), terdapat hubungan positif antara jenis kelamin laki-laki dan perempuan, laki-laki memiliki rerata tekanan darah 5.774 mmHg lebih tinggi dari perempuan (B=5.77; CI 95%= 1.07–10.48; p=0.017). Terdapat hubungan positif antara IMT/U dengan risiko hipertensi, setiap peningkatan setara 1 unit IMT/U akan meningkatkan tekanan darah sebesar 4.85 mmHg (B=4.85; CI 95%= 3.03–6.66; p=0.001). Terdapat hubungan positif antara asupan natrium dengan risiko hipertensi, dan hubungan tersebut secara statistik tidak signifikan (B=<0.01; CI 95% = <0.01 - <0.01; p= 0.076). Tidak terdapat hubungan positif antara aktivitas fisik terhadap risiko hipertensi dan secara statistik tidak signifikan (B=>-0.01; CI 95% =>-0.01 - <0.01; p= 0.592). Kesimpulan: Jenis kelamin dan IMT/U berhubungan langsung untuk terjadinya hipertensi pada remaja usia 15-17 tahun. Remaja diharapkan meningkatkan pengetahuan tentang hipertensi, serta mengatur pola makan dan aktivitas fisik. Kata Kunci: Hipertensi, Remaja, Jenis Kelamin, Berat Badan Lahir, Riwayat Penyakit Keluarga, IMT/U, Asupan Natrium, Aktivitas Fisik.

    Item Type: Thesis (Masters)
    Subjects: R Medicine > R Medicine (General)
    R Medicine > RZ Other systems of medicine
    Divisions: Pasca Sarjana > Magister
    Depositing User: Tities Amrihtasari
    Date Deposited: 30 Nov 2016 15:39
    Last Modified: 30 Nov 2016 15:39
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/29961

    Actions (login required)

    View Item