HASIL PEMBELAJARAN KETERAMPILAN PROSES DILENGKAPI PEMBERIAN TUGAS PADA POKOK BAHASAN GETARAN DAN GELOMBANG SISWA SMP KELAS II SEMESTER GASAL TAHUN AJARAN 2004/2005

Wiyanti, Nanik (2005) HASIL PEMBELAJARAN KETERAMPILAN PROSES DILENGKAPI PEMBERIAN TUGAS PADA POKOK BAHASAN GETARAN DAN GELOMBANG SISWA SMP KELAS II SEMESTER GASAL TAHUN AJARAN 2004/2005. Other thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img] PDF - Published Version
Download (420Kb)

    Abstract

    Pendidikan merupakan salah satu sektor pembangunan yang harus dicapai oleh suatu bangsa. Seperti juga bangsa Indonesia yang merupakan negara berkembang tidak boleh mengabaikan sektor pendidikan sebagai modal menuju era globalisasi. Dengan pendidikan ini akan mencetak manusia yang handal dan berkualitas dalam mengikuti perkembangan teknologi dan informasi yang pesat. Untuk meningkatkan sumber daya manusia (SDM) yang mampu bersaing harus meningkatkan mutu pendidikan. Usaha meningkatkan mutu pendidikan dapat melalui tiga jalur yaitu jalur pendidikan sekolah (formal), jalur pendidikan luar sekolah (informal), jalur pendidikan keluarga (non formal). Jalur pendidikan formal merupakan pendidikan yang berjenjang dimulai dari TK, SD, SMP, SMA, dan perguruan tinggi. Pada pendidikan formal ini diperlukan perhatian dan kerja sama dari pemerintah dan masyarakat. Perhatian pemerintah dapat berupa penyediaan sarana dan prasarana, penetapan dan pengembangan kurikulum, serta peran guru dan lainnya. Guru sebagai sumber ilmu pengetahuan bagi siswa merupakan faktor dominan yang menentukan kualitas sumber daya manusia Indonesia. Guru sebagai ujung tombak pendidikan karena guru secara langsung berusaha mempengaruhi, membina dan mengembangkan kemampuan siswa agar menjadi terampil dan bermoral tinggi. Sebagai ujung tombak peningkatan mutu pendidikan guru dituntut untuk memiliki kemampuan dasar yang diperlukan sebagai pendidik dan pengajar, mendidik tingkah laku anak didiknya sesuai dengan tujuan pendidikan. Mendidik berarti mengembangkan sikap mental yang positif sesuai dengan arah tujuan pendidikan, sedang mengajar dalam arti sempit adalah menyampaikan informasi yang dibutuhkan untuk mengembangkan intelektual siswa. Sebagai pengajar, guru seharusnya menguasai bahan yang disampaikan dan terampil dalam hal cara menyampaikan bahan tercantum dalam kurikulum. Tetapi pada kenyataannya dalam kegiatan belajar mengajar ada guru yang secara tidak sadar lari dari tanggung jawab dengan hanya meninggalkan catatan pada siswa. Proses belajar mengajar merupakan kegiatan yang integral antara guru dan siswa. Dalam hal ini siswa berkedudukan sebagai pelajar yang menuntut ilmu dan guru sebagai pengajar yang menyampaikan materi pelajaran, jadi dalam kegiatan ini ada timbal balik antara siswa dengan guru dalam situasi instruksional. Belajar merupakan proses perubahan tingkah laku yang meliputi aspek fisik dan psikis. Perubahan ini dipengaruhi oleh dua faktor yaitu faktor internal (dari dalam diri individu) dan faktor eksternal (dari luar individu). Faktor internal adalah segala kemampuan yang ada pada diri siswa. Sedangkan faktor eksternal yaitu segala sesuatu yang menunjang keberhasilan proses belajar mengajar yang berada di luar individu. Faktor eksternal ini ada tiga macam yaitu faktor lingkungan, faktor keluarga, faktor sekolah. Adanya sarana dan prasarana di sekolah sangat mempengaruhi proses belajar mengajar. Sebagai seorang guru yang profesional harus mampu menerapkan suatu pendekatan yang sesuai dengan materi yang disampaikan. Pendekatan juga disesuaikan dengan tujuan yang ingin dicapai yaitu meningkatkan hasil belajar. Dalam kegiatan belajar mengajar siswa perlu dilatih untuk berfikir kritis dan bertindak kreatif melalui kegiatan yang ilmah. Oleh karena itu pendekatan keterampilan proses perlu dikembangkan dalam proses belajar mengajar. Dalam pendekatan ini siswa mendapat kesempatan untuk menemukan konsep sendiri melalui kegiatan ilmiah. Namun pada kenyataannya banyak guru yang masih mengejar materi sehingga pendekatan yang digunakan hanya pendekatan konsep. Pada pendekatan konsep ini secara langsung menyajikan pengertian dari konsep kepada siswa, sehingga siswa tidak diberi kesempatan untuk mengetahui cara ditemukannya konsep itu. Metode mengajar adalah cara yang digunakan guru untuk menyampaikan pelajaran dengan memusatkan pada keseluruhan situasi belajar untuk mencapai tujuan. Metode mengajar yang baik adalah metode mengajar yang menuntut kaaktifan siswa sesuai dengan tujuan pengajaran yaitu agar siswa dapat berpikir dan bertindak secara mandiri dan kreatif dalam mengembangkan materi pelajaran yang diterima dan dikuasai. Untuk melaksanakan metode mengajar yang berhasil memerlukan pendekatan pengajaran yang sesuai. Dalam pendekatan keterampilan proses terdapat beberapa metode mengajar antara lain metode eksperimen dan metode demonstrasi. Pembelajaran Fisika dengan pendekatan keterampilan proses melalui metode eksperimen memberikan kesempatan kepada siswa untuk melakukan percobaan tentang suatu hal, menuliskan hasil percobaan, dan menganalisis hasil percobaan untuk memperoleh suatu konsep yang sedang dipelajari. Peran guru dalam hal ini sebagai penunjuk dan pembimbing. Agar pelaksanaan pengajaran Fisika dengan metode eksperimen dan demonstrasi mencapai hasil yang optimal, digunakan metode pelengkap yaitu cara pemberian tugas. Hal ini bertujuan agar siswa memiliki hasil belajar yang lebih mantap karena siswa melaksanakan latihan – latihan selama mengerjakan tugas. Pengajaran Fisika dengan pemberian tugas pada prinsipnya adalah pengajaran yang dilakukan oleh guru melalui pemberian tugas baik secara individu dan kelompok, di mana siswa mengerjakan tugas yang diberikan guru. Pemilihan metode mengajar yang tepat sesuai dengan materi yang disampaikan dan adanya metode pelengkap diharapkan dapat mencapai hasil belajar yang memuaskan. Hasil belajar tersebut dapat dinyatakan dalam bentuk simbol, angka, huruf maupun kalimat yang dapat mencerminkan hasil yang sudah dicapai siswa dalam periode tertentu. Hasil belajar dapat berupa kemampuan kognitif, kemampuan afektif, kemampuan psikomotor. Kemampuan kognitif adalah kemampuan penalaran dan berdasarkan pengetahuan faktual yang empiris. Kemampuan kognitif meliputi: pengetahuan, pemahaman, penggunaan, analisis, sistesis, dan evaluasi. Dari uraian di atas, maka penulis mengajukan judul skripsi adalah sebagai berikut: “HASIL PEMBELAJARAN KETERAMPILAN PROSES DILENGKAPI CARA PEMBERIAN TUGAS PADA POKOK BAHASAN GETERAN DAN GELOMBANG SISWA SMP KELAS II SEMESTER GASAL TAHUN AJARAN 2004/2005”.

    Item Type: Thesis (Other)
    Subjects: Q Science > QH Natural history > QH301 Biology
    Divisions: Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan > Pendidikan Fisika
    Depositing User: Ferdintania Wendi
    Date Deposited: 25 Jul 2013 16:14
    Last Modified: 25 Jul 2013 16:14
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/2995

    Actions (login required)

    View Item