PENGARUH TERAPI N-ASETILSISTEIN TERHADAPKADAR HIGH SENSITIVE C-REACTIVE PROTEIN (HsCRP) DAN OXIDIZED LOW DENSITY LIPOPROTEIN (Ox-LDL) PADA PASIEN DIABETESMELITUS TIPE 2

SUKMAGAUTAMA, COANA (2016) PENGARUH TERAPI N-ASETILSISTEIN TERHADAPKADAR HIGH SENSITIVE C-REACTIVE PROTEIN (HsCRP) DAN OXIDIZED LOW DENSITY LIPOPROTEIN (Ox-LDL) PADA PASIEN DIABETESMELITUS TIPE 2. Masters thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img] PDF - Published Version
Download (656Kb)

    Abstract

    Coana Sukmagautama. S501208026. Pengaruh Terapi N-asetilsistein Terhadap Kadar High Sensitive C-Reactive Protein (HsCRP) dan Oxidized Low Density Lipoprotein (Ox-LDL) Pada Pasien Diabetes Melitus tipe 2. TESIS. Pembimbing I : Dr. dr. Sugiarto, SpPD, KEMD, FINASIM. Pembimbing II : Prof. Dr. H.M Bambang Purwanto, dr. sp.PD KGH FINASIM. Program Pendidikan Dokter Spesialis I. Ilmu Penyakit Dalam.Universitas Sebelas Maret Surakarta. ABSTRAK Latar Belakang DMtipe2terbukti berhubungan dengan disfungsiendotel yang berperandalam patogenesisdanmanifestasiklinisaterosklerosis. Hiperglikemia menyebabkan terjadinya autooksidasi glukosa sehingga terbentuk radikal bebas (stress oksidatif), peningkatan glikasi protein, dan peningkatan jalur poliol yang menurunkan antioksidan endogen. CRP merupakan petanda inflamasi yang paling stabil, akan mengaktifkan NFKβ yang mengekspresi sitokin pro-inflamasi. Diabetes melitus terjadi peningkatan non enzymatic glycated-LDL, penurunan pengambilan kembali oleh reseptor dan katabolisme LDL dan perubahan sistem koagulasi.N-aetilsistein merupakan senyawa mengandung tiol dengan efek antioksidan dan antiinflamasi. Efekantioksidan N-asetilsistein terjadi secara langsung melalui interaksi dengan ROS elektrofilik maupun sebagai prekusor glutation,dapat melindungi sel dari stres oksidatif. Tujuan Penelitian Penelitian bertujuan membuktikan, mengetahui dan membandingkan pengaruh terapiN-asetil sistein terhadap kadar HsCRP dan kadar Ox-LDLpasien DM tipe 2. Metode Penelitian Penelitian eksperimental, randomized controlled trial, 40 subyekpasienDMtipe2 poliklinik endokrin terbagi 2 yaitu kelompok plasebo 20 subyek (terapi standar + placebo) dan kelompok perlakuan 20 subyek (terapi standar + n-asetilsistein 200mg/ 8jam) selama 4 minggu. Data dalam bentuk mean ± SD, analisis menggunakan SPSS 22 for windows, nilai p <0,05 dianggap signifikan secara statistik. Uji beda mean, untuk mengetahui beda mean antara kelompok n-asetilsistein dan plasebo sebelum dan sesudah perlakuan, digunakan uji t sampel independen (distribusi data normal) dan digunakan uji mann whitney (distribusi tidak normal). Untuk mengetahui beda mean antara sebelum dengan sesudah perlakuan dalam satu kelompok digunakan uji t sampel berpasangan bila distribusi data normal (bila tidak normal digunakan uji wilcoxon). Hasil Penelitian. Kadar HsCRP sebelum dan sesudah pada placebo (0,31±0,62)mg/dl dan (0,42±0,65)mg/dl,Ox-LDL(1707,4±332,64)pg/ml dan(1818,70±220,0)pg/ml. Kelompok N-asetilsistein kadar HsCRP (0,88±2,04)mg/dl dan (0,78±1,77)mg/dl, Ox-LDL (1877,40±310,27)pg/ml dan (1352±255,02)pg/ml.Hasil perhitungan beda 2 mean, uji Mann Whitney antara variable delta-hscrp kelompok placebo dan n-asetilsistein (0,11 ± 0,16)mg/dl and (-0,10 ± 0,32)mg/dl, perbedaan signifikan (p = 0,001). Hasil Perhitungan beda 2 mean variabel delta-oxldl kelompok placebo dan n-asetilsistein (111,30 ± 237,73)pg/ml dan (-524,45 ± 273,62)pg/ml, perbedaan signifikan (p = 0,001). Kesimpulan Pemberian terapi N-asetilsistein pada pasien DM tipe 2 secara bermakna dapat menurunkan kadar HsCRP dan kadar Ox-LDL

    Item Type: Thesis (Masters)
    Subjects: R Medicine > RC Internal medicine
    Divisions: Pasca Sarjana > Magister
    Depositing User: Retno Andriani
    Date Deposited: 30 Nov 2016 08:29
    Last Modified: 30 Nov 2016 08:29
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/29906

    Actions (login required)

    View Item