PERBANDINGAN GRAFIK PENGENDALI GRAND MEDIAN DAN CUMULATIVE SUM PADA VARIABEL BERAT SHUTTLECOCK DI CV MARJOKO KOMPAS DAN DOMAS

MUSDALIFAH, NURUL (2016) PERBANDINGAN GRAFIK PENGENDALI GRAND MEDIAN DAN CUMULATIVE SUM PADA VARIABEL BERAT SHUTTLECOCK DI CV MARJOKO KOMPAS DAN DOMAS. Other thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img] PDF - Published Version
Download (4Mb)

    Abstract

    Abstrak. Setiap perusahaan harus menjamin kualitas produksi yang dihasilkan. CV Marjoko Kompas dan Domas sebagai produsen shuttlecock perlu menjaga kualitas produksi shuttlecock yang dihasilkan yaitu berat shuttlecock. Berat shuttlecock yang tidak sesuai menyebabkan pemain sulit mengontrol pukulan sehingga produk tersebut tidak dapat digunakan. Untuk menjamin kualitas produksi maka dilakukan pengontrolan produksi menggunakan pengendalian kualitas statistik yaitu grafik pengendali. Grafik pengendali yang biasa digunakan untuk data berdistribusi normal adalah grafik pengendali Shewhart. Namun data produksi seringkali tidak berdistribusi normal dan mengalami pergeseran rata-rata yang kecil. Oleh karena itu digunakan grafik untuk data tidak berdistribusi normal yaitu grafik pengendali grand median. Sebagai pembanding digunakan grafik yang sensitif dalam mendeteksi pergeseran rata-rata yang kecil yaitu grafik pengendali cumulative sum (cusum). Penelitian ini bertujuan menerapkan kedua grafik pengendali pada data berat shuttlecock di CV Marjoko Kompas dan Domas dan membandingkannya untuk mendapatkan grafik pengendali yang lebih baik. Untuk dapat membandingkan kedua grafik pengendali, dibangkitkan data sesuai distribusi sebenarnya. Data yang dibangkitkan digunakan untuk simulasi nilai pengali standar deviasi grafik grand median dan cusum. Simulasi dilakukan untuk menghasilkan average run length (ARL) sebesar 370. ARL sebesar 370 menghasilkan nilai pengali standar deviasi sebesar 2.71 pada grafik pengendali grand median dan mendeteksi 10 titik yang tidak terkendali. ARL sebesar 370 pada grafik pengendali cusum menghasilkan nilai pengali standar deviasi sebesar 4.87 dan mendeteksi 1 titik tidak terkendali. Grafik pengendali grand median lebih baik digunakan karena lebih banyak mendeteksi titik tidak terkendali daripada grafik pengendali cusum. Kata Kunci: grafik pengendali grand median, grafik pengendali cusum, ARL

    Item Type: Thesis (Other)
    Subjects: Q Science > QA Mathematics
    Divisions: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam > Matematika
    Depositing User: Figur Hisnu Aslam
    Date Deposited: 29 Nov 2016 11:36
    Last Modified: 29 Nov 2016 11:36
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/29855

    Actions (login required)

    View Item