Perbedaan Prestasi Belajar Matematika Pada Materi Pokok Bangun Ruang Sisi Lengkung Antara Yang Mendapat Pembelajaran Tipe Teams Games Tournament (TGT) dengan Tipe Investigasi Kelompok Ditinjau Dari Kecerdasan Majemuk Siswa Kelas IX SMP/MTs Di Kabupaten Ngawi

YULIANTI, IKA (2016) Perbedaan Prestasi Belajar Matematika Pada Materi Pokok Bangun Ruang Sisi Lengkung Antara Yang Mendapat Pembelajaran Tipe Teams Games Tournament (TGT) dengan Tipe Investigasi Kelompok Ditinjau Dari Kecerdasan Majemuk Siswa Kelas IX SMP/MTs Di Kabupaten Ngawi. Masters thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img] PDF - Published Version
Download (171Kb)

    Abstract

    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) Manakah yang dapat memberikan prestasi belajar matematika yang lebih baik antara model pembelajarn kooperatif tipe Teams Games Tournamen (TGT) dan model pembelajaran investigasi kelompok atau model pembelajaran langsung pada pembelajaran matematika materi pokok bangun ruang sisi lengkung. (2) Manakah yang mempunyai prestasi belajar lebih baik, siswa yang mempunyai kecerdasan verbal-linguistik, kecerdasan logis-matematik atau kecerdasan visual-spasial. (3) Pada masing-masing kecerdasan majemuk siswa, manakah yang memberikan prestasi belajar lebih baik diantara model pembelajaran kooperatif tipe Teams Games Tournamen (TGT) dan model pembelajaran investigasi kelompok atau model pembelajaran langsung pada pembelajaran matematika untuk materi pokok bangun ruang sisi lengkung. (4) Untuk mengetahui pada masing-masing model pembelajaran, manakah yang memberikan prestasi belajar lebih baik diantara kecerdasan majemuk verbal-linguistik, logis-matematik atau visual-spasial pada pembelajaran matematika untuk materi pokok bangun ruang sisi lengkung. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental semu dengan populasi seluruh siswa kelas IX SMP/MTs di Kabupaten Ngawi tahun pelajaran 2014/2015. Pengambilan sampel dilakukan dengan cara stratified cluster random sampling, diperoleh sampel berjumlah 256 siswa, dengan rincian 90 siswa pada kelas eksperimen satu, 89 siswa pada kelas eksperimen dua dan 89 siswa pada kelas kontrol yang tersebar pada tiga sekolah yaitu SMP Negeri 1 Ngawi, SMP Negeri 1 Paron, dan SMP Ma’arif Ngawi. Teknik pengumpulan data meliputi metode dokumentasi yaitu mencari data tentang nama sekolah dan rataan nilai Ujian Nasional SMP/MTs di Kabupaten Ngawi serta nilai UAS semester genap tahun pelajaran 2014/2015, metode tes digunakan untuk mengetahui prestasi belajar matematika materi pokok bangun ruang sisi lengkung dan metode angket untuk mengetahui kecerdasan majemuk siswa. Uji tes meliputi validitas isi, tingkat kesukaran, daya pembeda, dan reliabilitas, sedangkan uji angket kecerdasan majemuk meliputi uji validitas isi, reliabilitas dan konsistensi. Uji keseimbangan terhadap tiga kelompok sampel menggunakan uji anava dua jalan dengan sel tak sama. Uji prasyarat dilakukan dengan metode Lilliefors untuk uji normalitas dan metode Bartlett untuk uji homogenitas. Uji hipotesis yang digunakan adalah anava dua jalan 3x3 dengan sel tak sama. Berdasarkan hasil pengujian hipotesis dalam penelitian ini dapat disimpulkan: (1) Prestasi belajar matematika siswa pada model pembelajaran kooperatif TGT lebih baik daripada prestasi belajar matematika siswa tipe Investigasi kelompok, prestasi belajar matematika siswa pada model pembelajaran kooperatif tipe TGT lebih baik daripada prestasi belajar matematika siswa pada model pembelajaran langsung sedangkan prestasi belajar matematika siswa pada model pembelajaran investigasi kelompok sama baiknya dengan prestasi belajar matematika siswa pada model pembelajaran langsung untuk materi pokok bangun ruang sisi lengkung. (2) Prestasi belajar matematika dengan kecerdasan majemuk logis matematis lebih baik daripada prestasi belajar matematika dengan kecerdasan majemuk verbal linguistik; prestasi belajar matematika dengan kecerdasan majemuk logis matematis lebih baik daripada prestasi belajar matematika dengan kecerdasan majemuk visual spasial dan prestasi belajar matematika dengan kecerdasan majemuk verbal linguistik sama baiknya dengan prestasi belajar matematika dengan kecerdasan majemuk visual spasial. (3) Pada masing-masing kecerdasan majemuk baik kecerdasan majemuk verbal linguistik, logis matematis maupun visual spasial, prestasi belajar matematika siswa pada model pembelajaran kooperatif TGT lebih baik daripada prestasi belajar matematika siswa tipe investigasi kelompok, prestasi belajar matematika siswa pada model pembelajaran kooperatif tipe TGT lebih baik daripada prestasi belajar matematika siswa pada model pembelajaran langsung sedangkan prestasi belajar matematika siswa pada model pembelajaran kooperatif tipe investigasi kelompok sama baiknya dengan prestasi belajar matematika siswa pada model pembelajaran langsung untuk materi pokok bangun ruang sisi lengkung. (4) Pada masing-masing model pembelajaran baik TGT, Investigasi kelompok maupun langsung, prestasi belajar matematika siswa pada kecerdasan majemuk logis matematis lebih baik daripada prestasi belajar matematika siswa dengan kecerdasan verbal linguistik, prestasi belajar matematika siswa dengan kecerdasan logis matematis lebih baik daripada prestasi belajar matematika siswa dengan kecerdasan visual spasial sedangkan prestasi belajar matematika siswa dengan kecerdasan majemuk verbal linguistik sama baiknya dengan prestasi belajar matematika siswa dengan kecerdasan majemuk visual spasial untuk materi pokok bangun ruang sisi lengkung. Kata kunci: TGT, Investigasi Kelompok, Materi Pokok Bangun Ruang Sisi Lengkung dan Kecerdasan Majemuk.

    Item Type: Thesis (Masters)
    Subjects: L Education > L Education (General)
    L Education > LB Theory and practice of education > LB1603 Secondary Education. High schools
    Q Science > QA Mathematics
    Divisions: Pasca Sarjana > Magister > Pendidikan Matematika - S2
    Depositing User: Figur Hisnu Aslam
    Date Deposited: 29 Nov 2016 10:51
    Last Modified: 29 Nov 2016 10:51
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/29841

    Actions (login required)

    View Item