ANALISIS PEMBATALAN AKTA PENYATAAN PEMBAGIAN HARTA DAN HARTA WARISAN OLEH HAKIMDALAM PRESPEKTIF PERLINDUNGANHUKUM DAN PERTANGGUNGJAWABAN TERHADAP NOTARIS

MUCHTAR, ANDHYKA (2016) ANALISIS PEMBATALAN AKTA PENYATAAN PEMBAGIAN HARTA DAN HARTA WARISAN OLEH HAKIMDALAM PRESPEKTIF PERLINDUNGANHUKUM DAN PERTANGGUNGJAWABAN TERHADAP NOTARIS. Masters thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img] PDF - Published Version
Download (785Kb)

    Abstract

    ABSTRAK Andhyka Muchtar, S351408014, 2016, Analisis Pembatalan Akta Pernyataan Pembagian Harta Dan Harta Warisan Oleh Hakim Dalam Prespektif Perlindungan Hukum Dan Pertanggung jawaban Terhadap Notaris. Tesis :Program Magister Kenotariatan Universitas Sebelas Maret Surakarta. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis bagaimana dasar pertimbangan hukum yang dipakai oleh Hakim dalam pembatalan Akta pernyataan pembagian harta dan harta warisan, apakah pembatalan Akta pernyataan pembagian harta dan harta warisan sudah tepat apabila ditinjau dari syarat pembuatan Akta, dan bagaimana Pembatalan Akta pernyataan pembagian harta dan harta warisan dalam Prespektif perlindungan hukum dan Pertanggungjawaban terhadap Notaris Penelitian ini merupakan penelitian hukum doktrinal yang bersifat deskriptif. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan Undang-Undang, dan pendekatan kasus. Jenis data yang digunakan yaitu data sekunder. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu inventarisasi bahan hukum sekunder yang berupa bahan-bahan hukum. Teknik analisis data yang digunakan yaitu dengan teknik analisis Silogisme deduksi. Berdasarkan hasil penelitian, bahwa pembatalan Akta pembagian harta dan harta warisan ditinjau dari syarat pembuatan Akta Otentik, telah memenuhi syarat Akta Notaris sebagai Akta Otentik akan tetapi Konstruksi hukum dalam Akta nomor 42 tersebut memiliki cacak hukum yaitu terkait persoalan kedudukan hukum (legal Standing) seseorang untuk bertindak didalam sautu Akta tidak dapat dibenarkan sehingga menyebabkan Akta batal demi hukum. Penjatuhan sanksi berupa ganti kerugian sebesar 3.000.000.000 (tiga milyar) merupakan pertanggungjawab hukum bagi Notaris akibat perbuatan melawan hukum yang dilakukan sehingga menimbulkan kerugian bagi pihak lain. Notaris tidak dapat dipersalahkan sepenuhnya apa bila batalnya akta juga disebabkan data terkait identitas penghadap yang diserahkan pada Notaris merupakan keterangan palsu dari penghadap sendiri, sehingga Notaris harus memperoleh Perlindungan hukum. Kata Kunci: Akta Notaris, Pembatalan Akta, Harta Warisan, Pertanggung jawaban Notaris, Perlindungan Hukum.

    Item Type: Thesis (Masters)
    Subjects: A General Works > AI Indexes (General)
    Divisions: Pasca Sarjana
    Pasca Sarjana > Magister > Magister Kenotariatan
    Depositing User: Rina Dwi Setianingrum
    Date Deposited: 26 Nov 2016 13:45
    Last Modified: 26 Nov 2016 13:45
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/29665

    Actions (login required)

    View Item