Analisis otonomi dan kemandirian untuk menilai kinerja koperasi pegawai Republik Indonesia “serba usaha DPU & LLAJ” Karanganyar selama periode 2003-2005

Anggarasari, Nila (2006) Analisis otonomi dan kemandirian untuk menilai kinerja koperasi pegawai Republik Indonesia “serba usaha DPU & LLAJ” Karanganyar selama periode 2003-2005. Other thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img] PDF - Published Version
Download (4Mb)

    Abstract

    Menurut PSAK Nomor 27, koperasi merupakan organisasi ekonomi masyarakat yang berwatak sosial beranggotakan organisasi- organisasi atau badan hukum koperasi yang merupakan usaha bersama berdasarkan azas kekeluargaan. Tujuan pendirian koperasi menurut Undang-Undang Nomor 25 Tahun 1992 tentang perkoperasian seperti yang dikutip Baswir (1997) adalah mengembangkan kesejahteraan para anggota pada khususnya dan masyarakat pada umumnya. Koperasi Indonesia adalah perkumpulan orang-orang, bukan perkumpulan modal, sehingga laba bukan merupakan ukuran utama kesejahteraan anggota. Tujuan koperasi dapat dicapai dengan karya dan jasa yang disumbangkan oleh masing-masing anggota. Dalam usahanya, koperasi akan lebih menekankan kepada pelayanan terhadap kepentingan anggota, baik sebagai produsen maupun konsumen. Kegiatan koperasi akan lebih banyak dilakukan kepada anggota daripada kepada pihak lain, oleh karena itu dapat dikatakan bahwa koperasi merupakan usaha dari anggota dan untuk kepentingan anggota. Dalam Keputusan Menteri Negara Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Nomor: 129/Kep./M/KUKM/XI/2002 tanggal 29 November 2002 terdapat 7 penilaian yaitu keanggotaan sukarela dan terbuka, pengendalian oleh anggota secara demokratis, partisipasi ekonomi anggota, otonomi dan kemandirian, pendidikan dan pelatihan, kerjasama diantara koperasi-koperasi dan kepedulian terhadap komunitas. Penulis memilih menggunakan otonomi dan kemandirian karena sesuai dengan aturan kinerja keuangan bisa dilihat dari seberapa besar koperasi mampu menggunakan dana yang diperoleh dari anggota yang berupa simpanan, kemudian diusahakan untuk membiayai koperasi yang menghasilkan laba tanpa tergantung dari pihak lain. Dilihat dari kinerja koperasi baik maka otonomi dan kemandirian koperasi juga baik. Sifat koperasi yang merupakan usaha anggota dan dari anggota tersebut merupakan gambaran kemandirian koperasi dalam melakukan kegiatan atau usaha demi mencapai tujuannya. Kemandirian sebuah koperasi dapat diartikan bahwa koperasi tidak bergantung sepenuhnya kepada pihak lain (diluar koperasi) didalam melakukan kegiatan usaha dalam rangka memberi pelayanan bagi para anggotanya. Disamping kemandirian, koperasi mempunyai keleluasaan untuk mengatur koperasi sendiri karena memang koperasi merupakan sebuah usaha yang didirikan oleh anggota dan untuk kepentingan anggota. Untuk dapat menilai tentang otonomi dan kemandirian sebuah koperasi menurut Keputusan Menteri Negara Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Nomor: 129/Kep./M/KUKM/XI/2002 tanggal 29 November 2002 tentang Pedoman Klasifikasi Koperasi dapat dilihat dari beberapa kriteria yang meliputi rasio rentabilitas modal sendiri, return on asset, asset turn over, profitabilitas, likuiditas, solvabilitas, dan rasio modal sendiri terhadap hutang. Kriteria otonomi dan kemandirian koperasi seperti tersebut di atas dapat diketahui dengan melakukan analisis terhadap laporan keuangan baik berupa laporan laba/ rugi, perubahan modal maupun neraca yang disusun koperasi pada tiap akhir periode usahanya. Oleh karena itu, laporan keuangan merupakan alat yang sangat penting dalam memperoleh informasi sehubungan dengan kondisi dan hasil-hasil yang telah dicapai oleh sebuah koperasi. Informasi tersebut dapat meliputi informasi keuangan yang terdiri dari posisi keuangan tiap periode maupun kinerja koperasi dalam satu periode sehingga dengan informasi tersebut dapat digunakan manajemen koperasi dalam menentukan kebijaksanaan koperasi pada periode berikutnya. Agar informasi yang diperoleh dari laporan keuangan dapat dimaksimalisasi sesuai dengan tujuan dan kebutuhan para pemakai, maka harus dilakukan analisis lebih lanjut dengan menggunakan tehnik analisis tertentu. Ada beberapa tehnik analisis yang dapat digunakan, seperti analisis rasio, common size, dupont, trend, dan lain sebagainya. Dari sekian tehnik analisis tersebut, tehnik analisis yang dilakukan adalah tehnik analisis rasio. Tehnik ini dilakukan dengan membandingkan bagian di dalam laporan keuangan untuk tujuan informasi tertentu seperti tujuan informasi mengetahui kemampuan koperasi di dalam membayar hutang lancarnya diperoleh dengan membandingkan aktiva lancar dengan hutang lancar yang dimiliki pada tanggal tertentu. Analisis rasio diperlukan untuk menilai baik atau buruknya kinerja suatu perusahaan. Dengan dilakukannya analisis terhadap laporan keuangan sangat bermanfaat untuk mengetahui keadaan dan perkembangan finansial koperasi. Dalam melakukan analisis digunakan berbagai macam teknik analisis untuk memperbandingkan perubahan laporan keuangan setiap periodenya. Hasil dari perbandingan digunakan untuk mengetahui otonomi dan kemandirian sebuah koperasi dalam rangka penilaian kinerja koperasi pada periode tertentu. Penulis menggunakan teknik analisis rasio, karena teknik analisis rasio memiliki keunggulan dibanding teknik analisis lainnya. Menurut Harahap (2002: 298) keunggulan antara lain sebagai berikut ini. a. Rasio merupakan angka-angka atau ikhtisar statistik yang lebih mudah dibaca dan ditafsirkan. b. Merupakan pengganti yang lebih sederhana dari informasi yang disajikan laporan keuangan yang sangat rumit dan rinci. c. Mengetahui posisi perusahaan ditengah industri lainnya. d. Sangat bermanfaat untuk bahan dalam mengisi model-model pengambilan keputusan. e. Menstandarisir ukuran perusahaan. f. Lebih mudah memperbandingkan perusahaan dengan perusahaan lain atau melihat perkembangan secara periodik. g. Lebih mudah melihat trend perusahaan serta melakuakan prediksi di masa yang akan datang. Menurut Pawirosentono (1999) Kinerja pada dasarnya merupakan hasil kerja yang dapat dicapai oleh seseorang atau sekelompok orang dalam suatu organisasi, sesuai dengan wewenang dan tanggung jawab masing-masing dalam rangka upaya mencapai tujuan organissi bersangkutan secara legal, tidak melanggar hukum dan sesuai dengan moral ataupun etika. Kinerja yang baik dari sebuah koperasi merupakan indikasi bahwa koperasi mampu melakukan kegiatan operasional secara baik pula untuk semua aspek dalam koperasi bersangkutan. KPRI “Serba Usaha DPU & LLAJ” Karanganyar merupakan koperasi yang didirikan oleh karyawan DPU & LLAJ Karanganyar dengan tujuan untuk memenuhi kebutuhan para anggota yang terdiri dari karyawan DPU & LLAJ Karanganyar. Oleh karena KPRI “Serba Usaha DPU & LLAJ” Karanganyar didirikan oleh karyawan dan untuk kepentingan karyawan DPU & LLAJ maka dapat dikatakan bahwa KPRI “Serba Usaha DPU & LLAJ” merupakan hasil swadaya karyawan DPU & LLAJ Karanganyar. Oleh karena hasil swadaya maka KPRI mempunyai otonomi dan kemandirian dalam usaha untuk mencapai tujuan pendirian koperasi. Otonomi dan kemandirian KPRI “Serba Usaha DPU & LLAJ” perlu dinilai dalam hubungannya dengan kinerja KPRI dalam periode tertentu, agar dari penilaian tersebut dapat memberikan informasi bagi manajemen koperasi dalam pengambilan kebijakan pada periode-periode berikutnya. Penilaian kemandirian dan otonomi KPRI dapat dilakukan dengan analisis rasio seperti tercantum dalam Keputusan Menteri Negara Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Nomor: 129/Kep./M/KUKM/XI/2002 tanggal 29 November 2002 tentang Pedoman Klasifikasi Koperasi . Atas dasar arti penting analisis otonomi dan kemandirian bagi KPRI, maka penulis tertarik untuk melakukan analisis tentang otonomi dan kemandirian dengan menggunakan teknik analisis rasio berupa rentabilitas modal sendiri, return on asset, asset turn over, profitabilitas, likuiditas, solvabilitas, dan rasio modal sendiri terhadap hutang dalam hubungannya dengan kinerja KPRI “Serba Usaha DPU & LLAJ” selama periode 2003-2005.

    Item Type: Thesis (Other)
    Subjects: H Social Sciences > HF Commerce > HF5601 Accounting
    Divisions: Fakultas Ekonomi > D3 - Akuntansi
    Depositing User: Users 834 not found.
    Date Deposited: 25 Jul 2013 16:16
    Last Modified: 25 Jul 2013 16:16
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/2965

    Actions (login required)

    View Item