PENERAPAN SITA JAMINAN (CONSERVATOIR BESLAG) DALAM UPAYA MEWUJUDKAN PENGEMBALIAN ASET PEROLEHAN HASILTINDAK PIDANA KORUPSI

USMAN, ENDANG (2016) PENERAPAN SITA JAMINAN (CONSERVATOIR BESLAG) DALAM UPAYA MEWUJUDKAN PENGEMBALIAN ASET PEROLEHAN HASILTINDAK PIDANA KORUPSI. PhD thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img] PDF - Published Version
Download (1681Kb)

    Abstract

    ABSTRAK Tujuan penelitian disertasi ini adalah untuk mempelajari dan menganalisis tentang : pertama, kendala pengembalian asset perolehan hasil tindak pidana korupsi yang dilakukan oleh aparat penegak hukum. Kedua, arti penting penerapan Sita Jaminan (conservatoir beslag) dalam sistem penanganan perkara tindak pidana korupsi. Ketiga, model Sita Jaminan yang dapat meningkatkan pengembalian asset perolehan hasil tindak pidana korupsi dalam sistem hukum pidana Indonesia. Data yang digunakan adalah data sekunder dan data primer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kendala yang mempengaruhi sulitnya pengembalian asset hasil korupsi disebabkan oleh tiga faktor. Pertama, faktor struktur kelembagaan yang tidak sistemik, lemahnya struktur organisasi penegak hukum, Jaksa selaku eksekutor masih kurang optimal melakukan eksekusi uang pengganti sebagai asset recovery dikarenakan sarana dan prasarana terbatas, kesulitan melacak aset yang sudah dipindahtangankan dan disembunyikan. Kedua, faktor substansi hukum yaitu belum adanya peraturan perundang-undangan yang mendukung optimalisasi penyitaan harta kekayaan yang diduga hasil korupsi, perbedaan persepsi keuangan negara, perhitungan kerugian negara yang variatif menyulitkan implementasi pengembalian kerugian keuangan negara. Ketiga, faktor budaya hukum masyarakat masih kurang dan permisif dengan tidak melaporkan asset para koruptor bahkan melindungi asset koruptor. Dalam upaya pengembalian kerugian keuangan Negara akibat tindak pidana korupsi, peranan Sita Jaminan (conservatoir beslag) – yang digunakan dalam rezim hukum perdata – dapat diterapkan pada kasus tindak pidana korupsi. Konsep sita jaminan dimaksudkan menjamin pembayaran uang pengganti dan uang denda dari adanya itikad buruk (bad faith) pelaku tindak pidana korupsi. Kajian pentingnya penerapan Sita Jaminan ini didasarkan kepada perwujudan kemaslahatan, keadilan dan kepastian hukum. Selain itu, terdapat hubungan kausalitas penerapan Sita Jaminan dengan prinsip-prinsip perlindungan hukum melindungi kepentingan Negara dalam rangkap engembalian kerugian keuangan negara yang hilang akibat korupsi. Sebagai sebuah model yang ditawarkan, maka diharapkan konsep Sita Jaminan ini dimasukkan dalam proses revisi Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Secara implementasi, Sita Jaminan diberlakukan pada awal proses peradilan (tahap penyidikan), berakhir sampai adanya putusan pengadilan yang telah memperoleh kekuatan hukum tetap (inkracht). Sarana penunjang juga diperlukan, yakni adanya lembaga penyimpanan dan pengelola aset agar lebih mendayagunakan dan mengamankan kerugian keuangan negara. Lembaga ini juga sebagai pengintegrasi sistem dari berbagai lembaga penegak hukum yang menjalankan fungsi yang sama. Kata Kunci : Sita Jaminan (Conservatoir Beslag), Pengembalian Aset (Asset Recovery), Tindak Pidana Korupsi.

    Item Type: Thesis (PhD)
    Subjects: K Law > K Law (General)
    K Law > KZ Law of Nations
    Divisions: Pasca Sarjana
    Pasca Sarjana > Doktor
    Pasca Sarjana > Doktor > Ilmu Hukum - S3
    Depositing User: Aren Dwipa
    Date Deposited: 25 Nov 2016 10:53
    Last Modified: 25 Nov 2016 10:53
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/29581

    Actions (login required)

    View Item