PENENTUAN SKALA PRIORITAS PEMELIHARAAN BANGUNAN GEDUNG STUDI KASUS GEDUNG SRAGEN TECHNOPARK

Fitriyanto, Agus (2016) PENENTUAN SKALA PRIORITAS PEMELIHARAAN BANGUNAN GEDUNG STUDI KASUS GEDUNG SRAGEN TECHNOPARK. Masters thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img] PDF - Published Version
Download (89Kb)

    Abstract

    Abstrak Sragen Technopark merupakan salah satu bangunan gedung negara yang ada di Kabupaten Sragen. Salah satu permasalahan yang sering terjadi dalam kegiatan pemeliharaan adalah kurangnya dana pemeliharaan bangunan gedung. Penelitian ini bertujuan untuk membuat sistem penentuan prioritas pemeliharaan komponen bangunan gedung. Penelitian ini menggunakan metode fuzzy AHP (Analytical Hierarchy Process) untuk menghitung bobot kriteria prioritas pemeliharaan. Kriteria yang digunakan adalah kriteria jenis komponen (struktur, arsitektur, utilitas), indeks kondisi (nilai kerusakan) elemen bangunan gedung dan zoning fungsi (publik, semipublik, privat, servis). Nilai kondisi bangunan dihitung dengan metode Composite Condition Index (CCI) atau indeks kondisi gabungan. Indeks kondisi gabungan merupakan penggabungan dua atau lebih nilai kondisi dikalikan dengan bobotnya. Penentuan prioritas pemeliharaan bangunan gedung akan menghitung bobot total elemen bangunan gedung dengan menjumlahkan bobot global tiap kriteria prioritas pemeliharaan sesuai klasifikasi elemen bangunan gedung yang mengalami kerusakan kemudian dilakukan perangkingan berdasarkan bobot total prioritas pemeliharaan. Hasil prioritas pemeliharaan elemen/ sub elemen bangunan gedung berdasarkan jenis komponen secara berturut-turut adalah kerusakan pada komponen struktur (bobot vektor 0,825), komponen arsitektur (bobot vektor 0,120) dan komponen utilitas (bobot vektor 0,055). Pada kriteria zoning fungsi, prioritas pemeliharaan mulai yang tertinggi adalah kerusakan pada zone publik (bobot vektor 0,539), zone privat (bobot vektor 0,245), zone semi publik (bobot vektor 0,201) dan zone servis (bobot vektor 0,014). Namun dalam kadangkala ditemukan kerusakan komponen utilitas memiliki peringkat lebih tinggi dari kerusakan komponen arsitektur. Begitu juga kerusakan pada zone semi publik memiliki peringkat yang lebih tinggi dibandingkan kerusakan pada zone publik dan privat. Hal tersebut dapat terjadi karena tingkat kerusakan yang cukup tinggi dari elemen/sub elemen tersebut. Berdasarkan perhitungan indeks kondisi dengan metode Composite Condition Index (CCI) diperoleh indeks kondisi bangunan berturut-turut yakni Asrama Putri (91,51%), Bangunan Utama A (91,99%), Asrama Putra (93,43%), Workshop B (97,37%), Workshop A (97,42%) Bangunan Utama B (98,16%). Berdasarkan intensitas kerusakan, bangunan tersebut mengalami kerusakan ringan. Namun apabila dilihat berdasarkan indeks kondisi sub komponen bangunan, seperti pada Bangunan Utama A sub komponen struktur atas dan struktur atap intensitas kerusakan berada dalam level kerusakan sedang. Kondisi tersebut apabila tidak segera ditangani akan berpengaruh terhadap bangunan secara keseluruhan. Kata kunci: Fuzzy AHP, Composite Condition Index, Prioritas Pemeliharaan

    Item Type: Thesis (Masters)
    Subjects: T Technology > TA Engineering (General). Civil engineering (General)
    Divisions: Pasca Sarjana > Magister > Teknik Sipil - S2
    Depositing User: Retno Andriani
    Date Deposited: 23 Nov 2016 17:42
    Last Modified: 23 Nov 2016 17:42
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/29545

    Actions (login required)

    View Item