MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENULIS CERITA BAHASA INDONESIA MELALUI MEDIA GAMBAR BERSERI PADA SISWA KELAS III SLB-C SHANTI YOGA KLATEN TAHUN PELAJARAN 2008/2009

Idawanti, Titik (2010) MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENULIS CERITA BAHASA INDONESIA MELALUI MEDIA GAMBAR BERSERI PADA SISWA KELAS III SLB-C SHANTI YOGA KLATEN TAHUN PELAJARAN 2008/2009. Other thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img] PDF - Published Version
Download (1230Kb)

    Abstract

    Dalam era globalisasi yang serba canggih ini, ilmu pengetahuan dan tekhnologi berkembang begitu pesat sehingga menuntut setiap orang untuk selalu menyesuaikan diri dengan perkembangan yang setiap saat terjadi.Untuk memenuhi kebutuhan ini dapat ditempuh melalui pendidikan. Melalui pendidikan, diharapkan terbentuk suatu generasi penerus yang memiliki pengetahuan dan ketrampilan yang sangat diperlukan bagi pembangunan bangsa dan negara. Hal ini sejalan dengan tujuan pendidikan nasional yang tercantum dalam Undang-Undang Republik Indonesia (UU RI) Nomor 20 tahun 2003 tentang sistem pendidikan nasional sebagai berikut : “Pendidikan Nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab”. Pendidikan di Indonesia sebagaimana tercantum dalam falsafah bangsa Pancasila dan UUD 1945 Pasal 31 ayat (1) yang berbunyi “ Setiap warga negara berhak mendapat pendidikan “,menjamin setiap warga negara termasuk didalamnya anak tunagrahita memperoleh pendidikan. Salah satu jenis anak berkebutuhan khusus adalah tunagrahita, yaitu mereka yang memiliki penyimpangan sedemikian rupa dalam perkembangan kecerdasannya, sehingga mereka mengalami kesulitan dalam pembelajaran yang sifatnya abstrak. Sehubungan dengan itu mereka membutuhkan media dalam pembelajaran di kelasnya. Penggunaaan suatu media dalam pelaksanaan pengajaran bagaimanapun akan membantu kelancaran, efektifitas dan efisiensi pencapaian tujuan. Bahan pelajaran yang dimanipulasikan dalam bentuk media pengajaran menjadikan siswa seolah-olah bermain asyik dan bekerja dengan suatu media itu akan lebih menyenangkan mereka khususnya bagi anak tunagrahita, dan sudah tentu pengajaran akan menjadi benar-benar bermakna. Media merupakan salah satu komponen yang tidak bisa diabaikan dalam pengembangan system pengajaran yang sukses. Seorang guru tentu saja harus dapat menetapkan media apa yang paling tepat dan sesuai dengan tujuan tertentu, suatu kondisi belajar peserta didik, dan untuk suatu penggunaan strategi dan metode yang telah dipilih. Berbagai jenis media pengajaran adalah penting untuk diketahui guru, lebih baik lagi jika guruguru itu memiliki kemampuan untuk membuat suatu media pengajaran yang dibutuhkannya. Media berasal dari bahasa latin merupakan bentuk jamak dari medium yang berarti perantara yang dipakai untuk menunjukkan alat komunikasi. Secara harfiah media pengirim ke penerima pesan. Media menurut Briggs dalam Dinje Borman Rumumpuk (1988:84), adalah segala alat fisik yang dapat menyajikan pesan serta perangsang peserta didik untuk belajar. Media pendidikan atau pengajaran didefinisikan Gagne dan Reiser dalam Dinje Borman Rumumpuk (1988:3), sebagai alat fisik dimana pesan-pesan interaksional dikomuniksikan. Jadi seorang insruktur 1 buku cetak, pertunjukkan film atau tape recorder pesan itreraksional dianggap sebagai media selanjutnya Dinje Borman Rumumpuk (1988:6) mendefinisikan media pengajaran sebagai alat baik hard ware maupun software yang dipergunakan sebagai media komunikasi dan tujuannya untuk meningkatkan efektifitas proses pembelajaran. Anak tuna grahita mengalami keterbatasan dalam segi intelektual, sosial dan fungsi mental lainnya seperti kemampuan berbahasa dan menulis, untuk meningkatkan kemampuan anak dari segi bahasa dan kemampuan menulis perlu diberikan suatu media yang efektif dan menarik bagi anak tuna grahita untuk itu penulis menggunakan media gambar berseri yang akan menarik anak untuk mengoptimalkan kemampuannya dengan demikian kemampuan menulis melalui media gambar berseri akan meningkat. Dari dua definisi media pengajaran yang dikemukakan diatas, dapat disimpulkan bahwa yang dimaksud dengna media pengajaran adalah segala alat pengajaran yang digunakan guru sebagai perantara untuk menyampaikan bahwa bahan-bahan intruksional dalam proses pembelajaran sehingga memudahkan pencapaian tujuan pengajaran tersebut. Proses pembelajaran yang optimal apabila guru mampu merencanakan pelaksanaan sampai dengan evaluasi (Suryo Subroto, 1997 : 19) mengatakan bahwa proses belajar-mengajar meliputi kegiatan yang dilakukan guru mulai dari perencanaan, pelaksanaan kegiatan sampai dengan evaluasi dan program tindak lanjut. Pernyataan tersebut tidak-tidak terlepas dari evaluasi.

    Item Type: Thesis (Other)
    Subjects: L Education > L Education (General)
    Divisions: Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan
    Depositing User: Budhi Kusumawardana Julio
    Date Deposited: 13 Jul 2013 03:49
    Last Modified: 13 Jul 2013 03:49
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/2952

    Actions (login required)

    View Item