PROFIL DAN KARAKTERISTIK PEDAGANG BATIK DI KAMPUNG BATIK KAUMAN SURAKARTA

MARTRIYANTA CP, SURYA (2016) PROFIL DAN KARAKTERISTIK PEDAGANG BATIK DI KAMPUNG BATIK KAUMAN SURAKARTA. Other thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img] PDF - Published Version
Download (279Kb)

    Abstract

    ABSTRAK PROFIL DAN KARAKTERISTIK PEDAGANG BATIK DI KAMPUNG BATIK KAUMAN SURAKARTA Surya Martriyanta Chindyandika Putri F1114037 Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui profil dan karakteristik sosial ekonomi pedagang batik di Kampung Batik Kauman Surakarta tahun 2016. Penelitian ini termasuk penelitian kuantitatif deskriptif. Objek yang diteliti adalah seluruh pedagang batik di Kampung Batik Kauman Surakarta. Populasi pedagang batik berjulmah 30 pedagang. Penelitian ini menggunakan teknik analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif dan uji beda 2 rata-rata. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah pedagang batik di Kampung Batik Kauman sebanyak 30 pedagang dengan 6 usaha merupakan usaha kecil dan 24 merupakan usaha mikro. Penyerapan tenaga kerja berjumlah 96 orang dengan mayoritas pendidikan SMP dan SMA. Jumlah modal awal yang dimiliki 30 pedagang batik adalah Rp. 1.595.000.000,00 dengan 16 unit usaha dari modal bank, 10 modal pribadi, dan 4 modal lain-lain. Pendapatan rata-rata pedagang batik sebesar Rp. 17.300.000,00/bulan. Hasil uji beda 2 rata-rata menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan upah antara tenaga kerja yang berpendidikan SMP dengan tenaga kerja tamatan SMA, ada perbedaan antara pendapatan pedagang dengan modal dibawah Rp. 50.000.000,00 dengan pedagang yang memiliki modal diatas Rp. 50.000.000,00, ada perbedaan antara pendapatan pedagang yang mendapat modal dari pinjaman bank dengan modal pribadi, ada perbedaan antara pendapatan pedagang yang menggunakan media promosi internet dengan yang tidak menggunakan internet, dan tidak ada perbedaan pendapatan pedagang yang memiliki jam kerja 8 jam dengan pedagang yang memiliki jam kerja 9 jam atau lebih. Berdasarkan hasil penelitian terdapat 2 jenis permasalahan yang dihadapi pedagang batik, yakni permasalahan harga dan non harga. Permasalahan harga adalah pemberian fee yang telalu besar dari beberapa pedagang, sedangkan permasalahan non harga adalah akses jalan yang sempit, pengaruh pengantar terhadap penjualan, informasi yang kurang merata, kerterbatasan promosi, keterbatasan modal, dan batik tulis klasik yang jumlahnya semakin sedikit. Berdasarkan permasalahan yang ada, saran yang diberikan yakni 1) Bagi Pengusaha, Meningkatkan Kreatifitas; mengembangkan sumber daya yang dimiliki; memberikan upah lebih bagi pembatik tradisional; 2) Bagi Pemerintah, menciptakan iklim usaha yang kondusif; pengembangan kemitraan; mempromosikan batik ; mempermudah perijinan usaha; melestarikan Batik Tradisional Klasik, dan 3) Bagi Masyarakat, diharapkan bisa membiasakan diri untuk mencintai dan menggunakan produk Indonesia Kata kunci: Pedagang, Batik, Kauman, Karakteristik

    Item Type: Thesis (Other)
    Subjects: H Social Sciences > HD Industries. Land use. Labor > HD28 Management. Industrial Management
    Divisions: Fakultas Ekonomi > Ekonomi Pembangunan
    Depositing User: Figur Hisnu Aslam
    Date Deposited: 21 Nov 2016 22:26
    Last Modified: 21 Nov 2016 22:26
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/29470

    Actions (login required)

    View Item