Pengaruh Penggunaan Menir Kedelai Terproteksi dan Minyak Ikan Lemuru dan Jenis Otot yang Berbeda terhadap Kualitas Fisik Daging Sapi Simmental Peranakan Ongole

ISNAINI, NURUL (2016) Pengaruh Penggunaan Menir Kedelai Terproteksi dan Minyak Ikan Lemuru dan Jenis Otot yang Berbeda terhadap Kualitas Fisik Daging Sapi Simmental Peranakan Ongole. Other thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img] PDF - Published Version
Download (240Kb)

    Abstract

    abstrack Daging sapi adalah bahan pangan sumber protein yang mempunyai nilai biologis tinggi, sangat mudah dicerna dan mudah diserap. Sumber protein hewani dari daging sapi baik untuk kesehatan manusia. Kualitas daging meliputi kualitas fisik dan kimia. Kualitas fisik adalah cara yang lebih mudah dalam mengidentifikasi kualitas daging. Jenis otot yang berbeda dapat memengaruhi kualitas fisik daging. Faktor lain yang memengaruhi kualitas fisik daging adalah pakan sumber protein (menir kedelai) dan pakan sumber asam lemak tak jenuh (minyak ikan lemuru). Menir kedelai memiliki tingkat degradasi protein yang tinggi dalam rumen yaitu mencapai 75%. Perlindungan menir kedelai dapat dilakukan dengan menggunakan formaldehid agar protein menir kedelai tidak terdegradasi di dalam rumen. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas fisik daging sapi Simmental Peranakan Ongole dengan pakan campuran menir kedelai terproteksi dan minyak ikan lemuru dalam ransum dan jenis otot yang berbeda. Penelitian dilaksanakan di CV Izzah Sejahtera Multifarm di Desa Jagoan, Kecamatan Sambi, Kabupaten Boyolali, Rumah Potong Hewan Kalioso, Laboratorium Industri Pengolahan Hasil Ternak Universitas Sebelas Maret, dan Laboratorium Teknologi Daging Universitas Gajah Mada dari tanggal 27 September 2015 sampai 8 Januari 2016. Materi yang digunakan adalah daging pada otot Longgissimus dorsi (LD) dan Biceps femoris (BF). Desain penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) Faktorial 3x2. Faktor pertama yaitu perbedaan macam ransum (pakan kontrol, pakan campuran menir kedelai dan minyak ikan lemuru, pakan campuran menir kedelai terproteksi dan minyak ikan lemuru). Faktor kedua yaitu perbedaan macam otot (LD dan BF). Perlakuan pakan yang digunakan terdiri dari P0 = 30% JPF + 70% Konsentrat basal, P1= 30% Jerami Padi fermentasi (JPF) + 55% konsentrat basal + 15% campuran minyak ikan lemuru dan menir kedelai tanpa proteksi, P2= 30% JPF + 55% konsentrat basal + 15% campuran minyak ikan lemuru dan menir kedelai terproteksi. Peubah yang diamati dalam penelitian ini antara lain pH daging, susut masak, keempukan dan daya ikat air. Hasil penelitian menunjukan bahwa tidak terdapat interaksi antara penggunaan campuran menir kedelai terproteksi dan minyak ikan lemuru dalam ransum dan jenis otot yang berbeda terhadap kualitas fisik daging. Penggunaan menir kedelai terproteksi dan minyak ikan lemuru tidak berpengaruh terhadap kualitas fisik daging. Perbedaan jenis otot memberikan pengaruh terhadap keempukan daging. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat hubungan antara penggunaan menir kedelai terproteksi dan minyak ikan lemuru dan jenis otot. Penggunaan menir kedelai terproteksi dan minyak ikan lemuru 15% belum mampu meningkatkan kualitas fisik daging SimPO dan otot LD mempunyai tingkat keempukan lebih tinggi dibandingkan otot BF. Kata kunci: Sapi Simmental Peranakan Ongole, Menir Kedelai Terproteksi dan Minyak Ikan Lemuru, Jenis Otot, Kualitas Fisik Daging.

    Item Type: Thesis (Other)
    Subjects: S Agriculture > S Agriculture (General)
    S Agriculture > SF Animal culture
    Divisions: Fakultas Pertanian > Peternakan
    Depositing User: Figur Hisnu Aslam
    Date Deposited: 21 Nov 2016 22:10
    Last Modified: 21 Nov 2016 22:10
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/29461

    Actions (login required)

    View Item