Prarancangan Pabrik Amonium Sulfat Dari Karbon Dioksida, Amonia, Dan Kalsium Sulfat Dengan Proses Merseburg Kapasitas 250.000 Ton/Tahun

Juniatama, Hayuningtyas (2016) Prarancangan Pabrik Amonium Sulfat Dari Karbon Dioksida, Amonia, Dan Kalsium Sulfat Dengan Proses Merseburg Kapasitas 250.000 Ton/Tahun. Other thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img] PDF - Published Version
Download (85Kb)

    Abstract

    Indonesia merupakan negara agraris sehingga sektor pertanian memegang peranan penting dalam perekonomian negara. Berkembangnya sektor pertanian menyebabkan makin meningkatnya kebutuhan pupuk. Saat ini kebutuhan pupuk dalam negeri sebagian masih dipenuhi dengan cara impor. Salah satu pupuk impor adalah pupuk Amonium Sulfat yang biasa disebut ZA (Zwavelzure Ammoniak). Pabrik Amonium Sulfat dirancang dengan kapasitas 250.000 ton/tahun. Bahan baku yang digunakan adalah ammonia, air, karbon dioksida dan gipsum. Pabrik ini direncanakan didirikan di daerah Cikampek, Jawa Barat. Kebutuhan bahan baku amonia sebanyak 64.878 ton/tahun, air sebanyak 1.894 ton/tahun, karbon dioksida sebanyak 83.540 ton/tahun, dan gipsum sebanyak 331.875 ton/tahun. Pembuatan amonium sulfat dengan proses Merseburg dilakukan dengan mereaksikan amonium karbonat dengan gipsum. Reaksi dijalankan dalam reaktor RATB. Reaktor berjumlah 2 yang disusun seri bekerja secara isothermal dan adiabatik. Kondisi operasi pada reaktor I yaitu suhu 55 oC dan tekanan 1 atm dan konversi reaksi 92,1 %. Sedangkan reaktor II bekerja pada suhu 56 oC dan tekanan 1 atm. Besarnya konversi reaksi yang terjadi yaitu 98%. Produk yang keluar dari reaktor II dimasukkan ke filter. Produk selanjutnya dimurnikan dalam evaporator, kristaliser dan centrifuge serta rotary dryer. Kebutuhan utilitas meliputi air sungai sebanyak 69 m3/jam, bahan bakar batubara sebanyak 2.226 kg/jam, IDO sebanyak 6.387 liter/tahun, udara tekan sebanyak 115 m3/jam dan kebutuhan listrik sebesar 572 kWh. Pabrik juga didukung laboratorium untuk menjaga kualitas produk agar sesuai dengan spesifikasi yang diinginkan. Pabrik direncanakan dibangun di atas tanah seluas 36.000 m2 di daerah Cikampek, Jawa Barat. Bentuk perusahaan yang dipilih adalah Perseroan Terbatas (PT). Struktur organisasi menggunakan struktur line and staff. Sistem kerja karyawan terdiri dari karyawan shift dan non-shift. Jam kerja selama 24 jam per hari dan 330 hari per tahun. Jumlah kebutuhan tenaga kerja sebanyak 194 orang. Harga bahan baku untuk ammonia sebesar US$ 646/ ton, CO2 sebesar US$ 188/ ton dan gypsum US$ 28/ ton, sedangkan harga produk sebesar US$ 455/ ton. Berdasarkan hasil analisis ekonomi yang telah dilakukan diperoleh Rate of Return Investment (ROI) sebesar 31,43% sebelum pajak dan 23,57% sesudah pajak, Pay Out Time (POT) sebesar 2,41 tahun sebelum pajak dan 2,98 tahun sesudah pajak, Break Even Point (BEP) sebesar 44,40%, Shut Down Point (SDP) sebesar 22,26%, dan Discounted Cash Flow (DCF) sebesar 21,01%. Besarnya nilai parameter-parameter ekonomi tersebut memenuhi batasan nilai kelayakan untuk pabrik beresiko rendah. Pabrik amonium sulfat termasuk pabrik beresiko rendah maka pabrik tersebut layak untuk didirikan.

    Item Type: Thesis (Other)
    Subjects: T Technology > TP Chemical technology
    Divisions: Fakultas Teknik > Teknik Kimia
    Depositing User: Zulfahmirda Matondang
    Date Deposited: 21 Nov 2016 15:44
    Last Modified: 21 Nov 2016 15:44
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/29455

    Actions (login required)

    View Item