TINJAUAN TINDAK PIDANA ABORSI YANG DILAKUKAN DENGAN DALIH INDIKASI MEDIS KARENA TERJADINYA KEHAMILAN AKIBAT PERKOSAAN INCEST

HEVITHA ENDYANI, SYAFRIEL (2010) TINJAUAN TINDAK PIDANA ABORSI YANG DILAKUKAN DENGAN DALIH INDIKASI MEDIS KARENA TERJADINYA KEHAMILAN AKIBAT PERKOSAAN INCEST. Other thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img] PDF - Published Version
Download (1322Kb)

    Abstract

    Penelitian ini mengkaji mengenai bagaimanakah pengaturan aborsi menurut Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) dan Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan. Serta apakah aborsi yang disebabkan karena perkosaan incest dapat dijadikan indikasi medis penghapus pemidanaan. Penelitian ini termasuk jenis penelitian hukum normatif yang bersifat preskriptif, karena penelitian ini adalah suatu penelitian ilmiah untuk menemukan kebenaran berdasarkan logika keilmuan dari sisi hukum. Dengan menggunakan pendekatan peraturan perundang-undangan. Jenis bahan hukum yang penulis gunakan adalah bahan hukum primer, bahan hukum sekunder, serta bahan hukum tersier. Bahan hukum primer yang penulis gunakan adalah Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan. Bahan hukum sekunder yang penulis gunakan adalah bahan kepustakaan, dokumen, arsip, artikel, makalah, literatur yang sesuai dengan obyek penelitian. Sedangkan bahan hukum tersier yang penulis gunakan adalah berupa kamus Bahasa Indonesia. Teknik pengumpulan bahan hukum dilakukan dengan cara identifikasi isi bahan hukum primer dan sekunder dari studi kepustakaan. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan teknik analisis data dengan logika deduktif. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan dihasilkan simpulan. Kesatu pengaturan aborsi di dalam KUHP diatur di dalam Pasal 299, 346 – 349. Di dalam rumusan KUHP tidak memberikan ruang sama sekali terhadap pelaksanaan aborsi. Sedangkan menurut Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan diatur dalam Pasal 75 – 77 serta Pasal 194. Sedikit berbeda dengan pengaturan aborsi pada KUHP, pengaturan aborsi di dalam Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan memberikan ruang terjadinya aborsi dengan alasan tertentu. Pasal 75 undang-undang tersebut memberikan 2 alasan untuk dapat dilakukannya aborsi, yaitu indikasi medis berupa cacat bawaan/genetis dan bagi korban perkosaan. Kesimpulan kedua adalah berdasar Pasal 75 ayat (2) Undang-Undang Nomor 36 tentang Kesehatan. Kehamilan bagi korban perkosaan, termasuk perkosaan incest, yang dapat mengalami trauma psikologis dapat dijadikan alasan indikasi medis untuk dilakukannya aborsi. Untuk dapat dilakukannya aborsi harus didukung keterangan dari dokter yang berwenang yang menyatakan bahwa perkosaan tersebut memang dapat menyebabkan trauma psikologis

    Item Type: Thesis (Other)
    Subjects: K Law > K Law (General)
    Divisions: Fakultas Hukum
    Fakultas Hukum > Ilmu Hukum
    Depositing User: Users 830 not found.
    Date Deposited: 13 Jul 2013 03:19
    Last Modified: 13 Jul 2013 03:19
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/2942

    Actions (login required)

    View Item