Analisis usaha agroindustri keripik belut sawah (Monopterus albus zuieuw) di kabupaten Klaten

Mailya Santi , Yenny (2010) Analisis usaha agroindustri keripik belut sawah (Monopterus albus zuieuw) di kabupaten Klaten. Other thesis, UNS.

[img] PDF
Download (676Kb)

    Abstract

    ABSTRAK Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui besarnya biaya, penerimaan, efisiensi, keuntungan, profitabilitas, dan nilai tambah usaha agroindustri keripik belut sawah (Monopterus albus zuieuw) di Kabupaten Klaten. Metode dasar penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif. Penentuan daerah sampel dilakukan secara sengaja (purposive) yaitu Kecamatan Gantiwarno Desa Ceporan, Kecamatan Wedi Desa Gadungan dan Kalitengah, Kecamatan Delanggu Desa Pacaran dan Tlobong, Kecamatan Karanganom Desa Troso Kabupaten Klaten karena keempat Kecamatan tersebut merupakan sentra industri keripik belut sawah. Pengambilan sampel responden dilakukan dengan cara sensus. Sensus adalah pencatatan semua elemen (responden) yang diselidiki di Kabupaten Klaten yang menggunakan belut sawah sebagai bahan baku. Adapun jumlah responden sebanyak 20 orang. Data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara dan pencatatan. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa biaya total rata-rata yang dikeluarkan oleh pengusaha keripik belut di Kabupaten Klaten selama bulan April 2009 sebesar Rp 55.727.827,00. Penerimaan rata-rata yang diperoleh setiap pengusaha adalah Rp 58.921.650,00 dan keuntungan rata-rata yang diperoleh sebesar Rp 3.193.823,00 per bulan. Usaha agroindustri keripik belut sawah (Monopterus albus zuieuw) di Kabupaten Klaten tersebut termasuk menguntungkan dengan nilai profitabilitas sebesar 5,73 %. Usaha agroindustri keripik belut sawah (Monopterus albus zuieuw) di Kabupaten Klaten yang dijalankan selama ini sudah efisien yang ditunjukan dengan R/C rasio lebih dari satu yaitu sebesar 1,05 yang berarti setiap satu rupiah biaya yang dikeluarkan akan mendapatkan penerimaan sebesar 1,05 kali dari biaya yang dikeluarkan. Besarnya nilai tambah belut segar hidup sebesar Rp 14.311,64/Kg. Hal ini menunjukan bahwa setiap satu Kg belut segar hidup setelah mengalami proses produksi mampu memberikan nilai tambah sebesar Rp 14.311,64. Kata Kunci : Keripik Belut Sawah, Keuntungan, Efisiensi, Nilai Tambah ABSTRACT The purpose of this research is to conclude amount of cost, revenue, efficiency, profit, profitability, and added value in agroindustry of rice field eel (Monopterus albus zuieuw) crispy chips in Klaten Regency. Research basic method applied was descriptive method. Determination of sample area was done intentionally (purposive) that is Sub District of Gantiwarno, Ceporan Village, Sub District of Wedi, Gadungan Village and Kalitengah Village, Sub District of Delanggu, Pacaran Village and Tlobong Village, Sub District of Karanganom, Troso Village, Klaten Regency because fourth of Sub Distrist were industrial central of rice field eel crispy chips. Respondent sampling was done by the way of census. Census is record-keeping of all element (respondent) investigated in Klaten regency using rice field eel as raw material The respondent amounts equal to 20 peoples. Data applied was primary data and secondary data. Data collecting technique were done with observation, interview and record-keeping. Result of this research shows that average total cost used by eel crispy chips entrepreneur in Klaten Regency during April 2009 equal to Rp 55.727.827,00. Average income obtained by each entrepreneur equal to Rp 58.921.650,00 and average profit obtained equal to Rp 3.193.823,00 per month. Effort of agroindustry of rice field eel (Monopterus albus zuieuw) crispy chip in Klaten Regency was including profiting with profitability value 5,73 %. Effort of agroindustry of rice field eel (Monopterus albus zuieuw) crispy chips in Klaten Regency implemented till now have been efficient showed by R/C ratio more than one that is 1,05 meaning every one rupiah of cost released will get acceptance 1,05 times from cost released. Added value of life fresh eel equal to Rp 14.311,64/Kg. This shows that every one kg of life fresh eel after production process can giving added value equal to Rp 14.311,64. Keyword : Rice field eel crispy chip, Profit, Efficiency, Added value

    Item Type: Thesis (Other)
    Subjects: S Agriculture > SH Aquaculture. Fisheries. Angling
    Divisions: UNSPECIFIED
    Depositing User: Unnamed user with username anggit
    Date Deposited: 25 Nov 2010 20:41
    Last Modified: 25 Nov 2010 20:41
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/294

    Actions (login required)

    View Item