Prarancangan Pabrik Acrylamide dari Acylonitrile melalui Proses Hidrolisis Kapasitas 20.000 ton/tahun

Chamidi, Ahmad (2016) Prarancangan Pabrik Acrylamide dari Acylonitrile melalui Proses Hidrolisis Kapasitas 20.000 ton/tahun. Other thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img] PDF - Published Version
Download (9Kb)

    Abstract

    Acrylamide merupakan senyawa organik yang banyak dimanfaatkan sebagai bahan dasar pembuatan polyacrylamide yang berguna sebagai flokulan pada water treatment dan aditif pada pengolahan limbah industri kertas. Untuk pemenuhan kebutuhan acrylamide di dalam negeri, maka direncanakan pendirian pabrik acrylamide. Acrylamide dibuat melalui proses hidrolisis acrylonitrile di dalam reaktor fixed bed single tube, pada suhu 89 °C dan tekanan 3,03 bar. Pabrik acrylamide dirancang dengan kapasitas 20.000 ton/tahun. Bahan bakunya berupa acrylonitrile sebanyak 0,37 kg/kg produk dan air sebanyak 0,63 kg/kg produk serta produk yang dihasilkan adalah larutan acrylamide 50%. Lokasi pabrik direncanakan di Batam dan dibangun di atas tanah seluas 8.075 m2, pabrik beroperasi selama 24 jam per hari selama 330 hari per tahun dengan keperluan tenaga kerja 0,016 manhour/kg produk. Kebutuhan utilitas meliputi air sebanyak 18,51 liter/kg produk, steam sebanyak 3,67 kg/kg produk, batubara (bahan bakar boiler) sebanyak 2,33 kg/kg produk, listrik sebesar 0,31 kWh/kg produk, IDO (bahan bakar generator) sebanyak 0,02 liter/kg produk, serta udara tekan pada suhu 35 °C dan tekanan 7,85 bar sebanyak 0,02 m3/kg produk. Bentuk perusahaan dipilih Perseroan Terbatas (PT), dengan struktur organisasi line and staff. Sistem kerja karyawan berdasarkan pembagian jam kerja yang terdiri dari karyawan shift dan non shift. Pabrik direncanakan mulai dikonstruksi tahun 2018 dan beroperasi pada 2020 dengan umur pabrik 10 tahun. Modal tetap pabrik sebesar Rp 205.614.848.815,- dan biaya produksi sebesar Rp 23.368,- /kg produk. Dari hasil analisis ekonomi diperoleh, ROI (Return on Investment) sebelum dan sesudah pajak sebesar 47% dan 35%, POT (Pay Out Time) sebelum dan sesudah pajak selama 1,74 tahun dan 2,20 tahun, BEP (Break Event Point) 40% dan SDP 24%. Sedangkan DCF (Discounted Cash Flow) sebesar 27%. Hasil evaluasi ekonomi menunjukkan prarancangan pabrik acrylamide dari acrylonitrile melalui proses hidrolisis kapasitas 20.000 ton/tahun layak didirikan.

    Item Type: Thesis (Other)
    Subjects: T Technology > TP Chemical technology
    Divisions: Fakultas Teknik > Teknik Kimia
    Depositing User: Zulfahmirda Matondang
    Date Deposited: 20 Nov 2016 16:15
    Last Modified: 20 Nov 2016 16:15
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/29347

    Actions (login required)

    View Item