Kualitas Fisik Telur Puyuh (Coturnix coturnix japonica) yang Mendapat Tepung Limbah Penetasan dalam Ransum

PRADIPTA, ERGA (2016) Kualitas Fisik Telur Puyuh (Coturnix coturnix japonica) yang Mendapat Tepung Limbah Penetasan dalam Ransum. Other thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img] PDF - Published Version
Download (271Kb)

    Abstract

    KUALITAS FISIK TELUR PUYUH (Coturnix coturnix japonica) YANG MENDAPAT TEPUNG LIMBAH PENETASAN DALAM RANSUM Erga Pradipta1, Rysca Indreswari, S.Pt., M.Si.2, Dr.sc.agr. Adi Ratriyanto, S.Pt.,M.P.3 ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan tepung limbah penetasan (TLP) dalam ransum terhadap kualitas fisik telur puyuh. Penelitian dilaksanakan pada bulan Februari sampai April 2015 di Kandang Percobaan Program Studi Peternakan Fakultas Pertanian Universitas Sebelas Maret Surakarta yang berlokasi di Desa Jatikuwung, Kecamatan Gondangrejo, Kabupaten Karanganyar. Materi yang digunakan adalah 220 ekor puyuh petelur umur 30 minggu dengan rata-rata bobot badan awal 170 ± 13,9 g. Desain penelitian yang digunakan adalah rancangan acak lengkap dengan 4 perlakuan dan 5 ulangan. Empat perlakuan dalam penelitian ini adalah P0 = 100% ransum basal, P1 = 97,5% ransum basal + 2,5% TLP, P2 = 95,0% ransum basal + 5,0% TLP dan P3 = 92,5% ransum basal + 7,5% TLP. Ransum perlakuan diberikan selama dua periode (2 × 28 hari). Pengukuran kualitas fisik telur dilakukan setiap akhir periode yaitu pada hari ke-26, 27 dan 28. Tahap pengukuran kualitas fisik telur dengan cara mengambil telur sebanyak tiga butir setiap ulangan selama tiga hari. Peubah yang diamati adalah bobot yolk, indeks yolk, bobot albumen dan tebal kerabang. Data kualitas fisik telur dianalisis menggunakan analisis variansi dan apabila terdapat pengaruh perlakuan dilanjutkan dengan uji polinomial ortogonal untuk mengetahui level optimal perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian TLP sampai level 7,5% dalam ransum tidak memberikan pengaruh terhadap bobot yolk, indeks yolk, bobot albumen mengindikasikan pemberian TLP relatif belum mampu meningkatkan ketersediaan lemak dan protein sebagai pembentuk yolk dan albumen. Namun, pemberian TLP dalam ransum sampai level 7,5% dapat meningkatkan tebal kerabang (P < 0,01). Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa pemberian TLP sampai level 7,5% dalam ransum meningkatkan tebal kerabang telur puyuh. Kata kunci : puyuh, tepung limbah penetasan dan kualitas fisik telur.

    Item Type: Thesis (Other)
    Subjects: S Agriculture > S Agriculture (General)
    S Agriculture > SF Animal culture
    Divisions: Fakultas Pertanian > Peternakan
    Depositing User: Figur Hisnu Aslam
    Date Deposited: 20 Nov 2016 03:25
    Last Modified: 20 Nov 2016 03:25
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/29327

    Actions (login required)

    View Item