ANALISIS EPISTEMIC COGNITION PESERTA DIDIK DALAM MEMECAHKAN MASALAH MATEMATIKA DITINJAU DARI GAYA KOGNITIF FIELD INDEPENDENT DAN FIELD DEPENDENT KELAS XI SMA NEGERI 1 KARANGANOM TAHUN AJARAN 2015/2016

JOKO WIDODO, BANGKIT (2016) ANALISIS EPISTEMIC COGNITION PESERTA DIDIK DALAM MEMECAHKAN MASALAH MATEMATIKA DITINJAU DARI GAYA KOGNITIF FIELD INDEPENDENT DAN FIELD DEPENDENT KELAS XI SMA NEGERI 1 KARANGANOM TAHUN AJARAN 2015/2016. Masters thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img] PDF - Published Version
Download (774Kb)

    Abstract

    ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan : (1) proses dan tingkatan epistemic cognition peserta didik kelas XI SMA Negeri 1 Karanganom dengan gaya kognitif field independent (FI) dalam memecahkan masalah matematika, (2) proses dan tingkatan epistemic cognition peserta didik kelas XI SMA Negeri 1 Karanganom dengan gaya kognitif field dependent (FD) dalam memecahkan masalah matematika. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan metode studi kasus yaitu mempelajari secara mendalam mengenai epistemic cognition peserta didik dalam pemecahan masalah matematika. Pengambilan sampel dilakukan menggunakan teknik purposive sampling. Subjek yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak enam peserta didik yaitu 3 peserta didik dengan gaya kognitif FI dan 3 peserta didik dengan gaya kognitif FD. Instrumen dalam penelitian ini adalah peneliti sendiri dibantu dengan tes pemecahan masalah. Teknik Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan wawancara. Uji validitas data yang digunakan adalah triangulasi waktu. Teknik analisis data pada penelitian ini menggunakan analisis Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil yang diperoleh adalah : (1) Peserta didik FI: (a) Strategi Metakognisi (planning, monitoring dan kontrol): peserta didik melaksanakan strategi metakognisi pada tahapan mengeksplorasi, merencanakan dan menerapkan. Pada tahapan mengeksplorasi, peserta didik melaksanakan monitoring dan kontrol terhadap informasi baru dan rumus yang diturunkan dari informasi tersebut. Pada tahap merencanakan, peserta didik melaksanakan planning, yaitu menentukan langkah-langkah atau strategi yang akan digunakan untuk memecahkan masalah. Pada tahapan menerapkan, peserta didik melaksanakan monitoring dan kontrol terhadap penerapan langkah-langkah. (b) Pendekatan pemecahan masalah: peserta didik menggunakan pendekatan pemecahan masalah secara rasional karena peserta didik menggunakan teorema-teorema yang sudah diketahuinya sebagai pendekatan dalam menentukan komponen-komponen dari permasalahan. (c) Justifikasi: peserta didik melaksanakan justifikasi pada tahapan-tahapan pemecahan masalah. Pada tahap membaca, peserta didik melaksanakan justifikasi terhadap masalah dari soal. Pada tahap menganalisis, peserta didik melaksanakan justifikasi terhadap informasi yang diperoleh dari soal dan rumus atau prinsip yang diturunkan dari informasi tersebut. Pada tahap mengeksplorasi, peserta didik melaksanakan justifikasi terhadap informasi baru yang diperoleh subjek. Pada tahap merencanakan, peserta didik melaksanakan justifikasi terhadap strategi atau langkah-langkah yang akan digunakan subjek untuk memecahkan masalah. Pada tahap memverifikasi, peserta didik melaksanakan justifikasi terhadap solusi dari masalah. Justifikasi yang dilaksanakan peserta didik dalam memecahkan masalah dilakukan secara rasional maupun empiris. Secara keseluruhan peserta didik melaksanakan justifikasi dalam memecahkan masalah dominan secara rasional. (2) Peserta didik FD: (a) Strategi Metakognisi (planning, monitoring dan kontrol): Peserta didik melaksanakan strategi metakognisi pada tahapan mengeksplorasi, merencanakan dan menerapkan. Pada tahapan mengeksplorasi, terdapat peserta didik yang melaksanakan monitoring dan kontrol terhadap informasi baru dan rumus yang diturunkan dari informasi tersebut dan terdapat peserta didik yang tidak melaksanakan. Pada tahap merencanakan, peserta didik melaksanakan planning, yaitu menentukan langkah-langkah atau strategi yang akan digunakan untuk memecahkan masalah. Pada tahapan menerapkan, terdapat peserta didik melaksanakan monitoring dan kontrol terhadap penerapan langkah-langkah dan terdapat peserta didik yang tidak melaksanakan. (b) Pendekatan pemecahan masalah: peserta didik menggunakan pendekatan pemecahan masalah secara rasional karena peserta didik menggunakan teorema-teorema yang sudah diketahuinya sebagai pendekatan dalam menentukan komponen-komponen dari permasalahan.(c) Justifikasi: peserta didik melaksanakan justifikasi pada tahapan-tahapan pemecahan masalah. Pada tahap membaca, peserta didik melaksanakan justifikasi terhadap masalah dari soal. Pada tahap menganalisis, peserta didik melaksanakan justifikasi terhadap informasi yang diperoleh dari soal dan rumus atau prinsip yang diturunkan dari informasi tersebut. Pada tahap mengeksplorasi, peserta didik melaksanakan justifikasi terhadap informasi baru yang diperoleh subjek. Pada tahap merencanakan, peserta didik melaksanakan justifikasi terhadap strategi atau langkah-langkah yang akan digunakan subjek untuk memecahkan masalah. Pada tahap memverifikasi, peserta didik melaksanakan justifikasi terhadap solusi dari masalah. Justifikasi yang dilaksanakan peserta didik dalam memecahkan masalah dilakukan secara rasional maupun empiris. Secara keseluruhan, terdapat peserta didik melaksanakan justifikasi dalam memecahkan masalah dominan ke rasional dan terdapat peserta didik yang melaksanakan justifikasi dominan ke empiris. (3) peserta didik dengan gaya kognitif field independent dikategorikan dalam level epistemik dominan rasional dan peserta dengan gaya kognitif field dependent dikategorikan dalam level epistemik dominan empiris dan level epistemik dominan rasional. ABSTRACT This research aimed to describe: (1) process and level of student’ epistemic cognition with field independent (FI) cognitive style in grade XI SMA Negeri 1 Karanganom in solving mathematical problem, (2) process and level of student’ epistemic cognition with field dependent (FD) cognitive style in grade XI SMA Negeri 1 Karanganom in solving mathematical. This research was a qualitative research with case study method that learning the depth of student’ epsitemic cognition in solving mathematical problem. Purposive sampling technique was used to take sample. The subjects of this research are 3 students with FI cognitive style and 3 students with FD cognitive style. The instrument of this study is the researcher themselves that assisted by problem solving test. The interview method was used to collected data in this research. The data validity in this research used time triangulation. The data analysis technique in this research used Miles and Huberman model including data reduction, data presentation, and conclusion The results showed: (1) FI students: (a) Metacognition strategies (planning, monitoring and control): student execute the metacognition strategies in stages to explore, plan and implement. At the exploring stage, students carried out monitoring and control of the new information and the formula derived from this information. At the planning stage, students carried out planning, which determines the strategies to be used to solve the problem. At the implementing stage, students carried out monitoring and control of the implementation of strategies. (c) problem solving approach: students used rational approach to problem solving with theorems that already known by them in determining the components of the problem. (c) Justification: students carried out the justification on the stages of problem solving. At the reading stage, students carried out the justification for the issue of the matter. At the analysis stage, the students carried out the justification for the information obtained from the matter and the formula or principle derived from the information. At the exploring stage, students carried out the justification for the new information obtained by them. At the planning stage, students carried out the justification for the strategies or the steps that will be used by students to solve the problem. At the implementing stage, students carried out the justification for the implementation of strategies. At the verifying stages, students carried out the justification for the solution of the problem. Justification implemented by students in solving problems done rationally and empirically. Overall, students carried out the justification in solving problems in a dominant rational. (2) FD students (a) Metacognition strategies (planning, monitoring and control): students execute the metacognition strategies in stages to explore, plan and implement. At the exploring stage, there are students who carried out the monitoring and control of the new information and the formula derived from the information, and there are students who did not. At the planning stage, students carried out planning, which determines the strategies to be used to solve the problem. At the implementing stage, there are students who carried out monitoring and control of the implementation of the strategies and there are students who did not. (b) problem solving approach: students used problem solving approach in a rational way with theorems already known by them in determining the components of the problem. (c) Justification: students carried out the justification on the stages of problem solving. At the reading stage, students carried out the justification for the issue of the matter. At the analysis stage, the students carried out a justification for the information obtained from the matter and the formula or principle derived from the information. At the exploring stage, students carried out the justification for the new information obtained by them. At the planning stage, students carried out the justification for the strategies or the steps that will be used to solve the problem. At the implementing stage, students carried out the justification for the implementation of strategies. At the verifying stage, students carried out the justification for the solution of the problem. Justification implemented by students in solving problems done rationally and empirically. Overall, there were students carried out the justification in solving problems to dominant rational and there were students who carried out the justification to dominant empirical (3) The students with FI cognitive style could be categorized as a dominant rational epistemic level and the student with FD cognitive style could be categorized as a dominant rational and dominant empiric epistemic level.

    Item Type: Thesis (Masters)
    Subjects: L Education > LB Theory and practice of education > LB1603 Secondary Education. High schools
    L Education > LB Theory and practice of education > LB2300 Higher Education
    Divisions: Pasca Sarjana > Magister > Pendidikan Matematika - S2
    Depositing User: Yanny Wulandari
    Date Deposited: 19 Nov 2016 12:53
    Last Modified: 19 Nov 2016 12:53
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/29288

    Actions (login required)

    View Item