AKTIVITAS MENDENGARKAN ACARA KRIBODUCTIONZ THE NINE DENGAN PERMINTAAN LAGU INDIE Studi Korelasi Tentang Aktivitas Mendengarkan Acara Kriboductionz The Nine di Radio Prambors Solo 99.2 FM dengan Permintaan Lagu Indie di Kalangan Mahasiswa Ilmu Komunikasi FISIP UNS Angkatan 2007-2009

N. S. P, MERITHA (2010) AKTIVITAS MENDENGARKAN ACARA KRIBODUCTIONZ THE NINE DENGAN PERMINTAAN LAGU INDIE Studi Korelasi Tentang Aktivitas Mendengarkan Acara Kriboductionz The Nine di Radio Prambors Solo 99.2 FM dengan Permintaan Lagu Indie di Kalangan Mahasiswa Ilmu Komunikasi FISIP UNS Angkatan 2007-2009. Other thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img] PDF - Published Version
Download (1497Kb)

    Abstract

    Meningkatnya jumlah media massa pada masa sekarang ini, menjadikan masyarakat mempunyai banyak pilihan untuk mendapatkan program-program informasi maupun hiburan. Pemanfaatan media massa oleh masyarakat, pada umumnya berkaitan dengan upaya untuk memperoleh kepuasan dan pemenuhan atas kebutuhannya. Berbagai macam bentuk media massa hadir di tengah masyarakat modern seperti: surat kabar, majalah tabloid, radio, televisi, internet dan sebagainya, telah menjadikan media tersebut sebagai sarana pemenuhan kebutuhan masyarakat akan informasi. Baik itu media massa elektronik maupun cetak saling berusaha menampilkan sesuatu yang terbaik. Kenyataan dari pesatnya perkembangan industri media massa adalah dengan munculnya kompetisi antar media yang begitu ketat. Karena perkembangan media massa yang meningkat dari pangsa pasar yang ada, maka masing-masing media berusaha untuk tetap bertahan hidup atau survive dalam situasi dan kondisi persaingan tersebut. Persaingan juga terjadi pada industri radio. Perkembangan industri radio di Indonesia, meskipun tidak terlampau banyak dipublikasikan termasuk paling besar pertumbuhannya setelah bergulirnya era reformasi pada tahun 1998. Peristiwa ini tidak saja ditandai dengan bersemangatnya stasiun-stasiun baru yang menggunakan izin frekuensi lama, tetapi juga keluarnya sejumlah izin baru untuk stasiun-stasiun yang benar-benar baru muncul. Kongres pertama, radio siaran swasta se-Indonesia melahirkan organisasi Persatuan Radio Siaran Swasta Niaga Indonesia (PRRSNI) pada tahun 1974, yang akhirnya kemudian berganti menjadi Persatuan Radio Siaran Swasta Indonesia pada tahun 1983. Sampai sekarang ini keanggotaan PRSSNI tercatat sejumlah 780 stasiun radio, sebanyak 383 stasiun beroperasi pada jalur FM dan 397 stasiun beroperasi pada jalur AM, yang tersebar di seluruh Indonesia yang mungkin terus akan bertambah. Radio sebagai media komunikasi, mampu menawarkan hal-hal yang luar biasa yang mungkin kita tidak mempercayainya bahwa ia mampu menjangkau dan merasuki pendengarnya dimana saja berada dengan serangkaian informasi melalui cara-cara persuasi hingga ia mampu pula bertindak sebagai alat mendidik, menghibur, bahkan mampu mengundang dan mengajak seseorang untuk berinteraksi. Kaitannya dengan pemilihan media, dibandingkan kelompok media lain, radio mempunyai kekuatan sebagai berikut : 1. Efisien, dalam pengertian dana yang diperlukan bisa lebih murah. 2. Pemunculan iklan yang sering. 3. Selektivitas pada sasaran pendengar. 4. Fleksibilitas yang tinggi, jadwal penyiaran iklannya yang gampang disesuaikan, program dan materi komunikasi bisa dirubah sesuai dengan persaingan pasar yang berkembang. 5. Berkemampuan membentuk kesan yang kuat karena kekuatan suara penyiarnya dan paduannya dengan sound effect atau musik yang mampu menggambarkan sesuatu di benak pendengarnya, mampu membentuk gambaran mental yang dekat dengan imajinasi, utamanya dalam kaitan komunikasi pesan iklan.1 Sebuah buku “Radio Production” juga menjelaskan kekuatan dan karakteristik dari media radio, yang antara lain adalah :2 1. Radio makes pictures (radio membuat gambaran-gambaran) Radio adalah media yang samar tetapi dapat menstimulasikan imajinasi agar segera setelah suara keluar dari penegeras suara, pendengar berusaha memvisualisasikan apa yang didengarkan. 2. Radio speaks to millions (radio berbicara ke berjuta orang) Radio merupakan salah satu media massa. Radio menunjukkan penyebaran yang luas yang mencakup setiap rumah, desa, kota, dan negara dalam jarak jangkauan pemancar. Hal ini yang menjadikan radio mempunyai pendengar yang begitu banyak. 3. Radio speaks to the individual (radio berbicara kepada individu) Radio adalah lebih dari sekedar sesuatu yang pribadi dan diterima secara langsung oleh pendengar serta mempunyai pengaruh keterlibatan yang besar. 4. The speed of radio (kecepatan radio) Secara praktis, media radio sangat flesibel dan seringkali menghadirkan situasi yang “hidup” dan dengan cepat. 5. Radio has no boundaries (radio tak mempunyai batas) Radio tidak mengenal batas teritorial, sekarang ini siaran radio menggunakan satelit. 6. The simplicity of radio (kesederhanaan media radio) Kesederhanaan siaran radio terlihat dari proses pelaksanaan produksi yang tidak terlalu sulit dan peralatan yang tidak terlalu rumit. 7. Radio is cheap (radio media yang murah) Penggunaan media radio begitu mudah dijangkau, baik itu oleh pendengar, pengiklan, ataupun pengguna jasa radio. 8. The transient nature of radio (radio bersifat sementara) Siaran radio bersifat sementara dan tak dapat untuk diulang kembali, seperti contoh untuk program berita. 9. Radio as background (radio sebagai latar belakang) Mendengarkan siaran radio dapat dilakukan sambil mengerjakan aktivitas yang lain. 10. Radio is selective (radio media yang selektif) Pendengar dapat memilih program yang mereka inginkan untuk waktuwaktu tertentu atau memindah program lain yang sesuai dengan daya tariknya. 11. Radio lacks space (radio tak cukup ruang) Radio tidak dapat secara menyeluruh menyampaikan suatu berita secara detail. Hal ini karena akan makan waktu lebih panjang untuk dapat menyampaikannya. Berbeda dengan media cetak yang dapat menyampaikan secara detail dan menyeluruh. 12. The personality of radio (kepribadian media radio) Radio menggunakan suara dalam menyampaikan programnya. emampuan untuk menyampaikan pesan, nada suara, aksen, tekanan suara, dan kecepatan suara akan sangat membantu dalam program yang dibawakan penyiar. 13. Radio teaches (radio pengajaran) Radio mempunyai kemampuan untuk memberikan pengajaran kepada pendengar. 14. Radio has music (radio mempunyai musik) Musik merupakan bagian yang sangat penting dalam radio, karena tanpa musik akan terasa sangat membosankan. Dari radio, pendengar dapat menemukan hal baru atau bentuk musik yang belum kita kenal sekalipun. 15. Radio can surprise (radio menimbulkan kejutan) Setiap kali pertama menghidupkan radio, kadang akan menemukan halhal yang mungkin kita belum tahu sebelumnya dan menjadi daya tarik bagi pendengar. 16. Radio can suffer from interference (radio dapat terkena gangguan) Radio bukan media yang tidak bisa terkena gangguan, sebab berbagai pengaruh dari luar seperti pesawat terbang dapat menjadikan gangguan. 17. Radio for the individual (radio untuk individu) - Dapat mengalihkan orang dari masalah dan kegelisahan, pengantar istirahat dan hiburan. - Membantu memecahkan masalah. - Memperbanyak pengalaman. - Memberikan kontribusi pengetahuan dan kesadaran. 18. Radio for society (radii untuk masyarakat) - Memberikan informasi tentang pekerjaan. - Memungkinkan individu atau kelompok orang berbicara dengan yang lain. - Menyebarkan ide-ide. 19. The Public Servant (pelayanan masyarakat) Radio dalam hal ini lebih cenderung kepada pelayanan masyarakat dan bersifat non komersial. 20. “Outside” pressures (tekanan “dari luar”) Adanya berbagai kepentingan yang menjadi masukan suatu radio akan memberikan kontribusi agar program acara menjadi lebih baik. 21. Personal motivations (memotivasi pribadi) - Memberikan, informasi kepada masyarakat. - Memberikan pendidikan - Memberikan hiburan - Memberikan ketentraman - Memberikan kejutan Radio siaran merupakan salah satu bagian dari media elektronik yang keberadaannya di tengah masyarakat menjadi begitu akrab untuk di akses. Kebiasaan mendengarkan siaran radio tersebut didorong oleh keinginan untuk memenuhi kebutuhan akan hiburan. Musik-musik yang diperdengarkan melalui siaran radio merupakan hiburan bagi pendengarnya. “Orang menyetel pesawat radio terutama untuk mendengarkan musik, karena musik merupakan hiburan”.3 Hal ini dapat diartikan bahwa musik merupakan tulang punggung radio siaran. Radio juga mempunyai sugestivitas, namun sugestivitas program radio tergantung pada : 1. Naskah yang menggerakkan fantasi pendengarnya. 2. Pengucapan yang jelas den cepat. 3. Sound effects dan musik yang dapat membantu menciptakan suasana memenuhi tuntutan keadaan.4 Musik merupakan bagian daya tarik sebuah acara siaran radio. Hal ini ditunjukkan bahwa hampir semua acara siaran radio, musiklah yang begitu mempunyai daya tarik yang paling besar dan mempunyai peminat yang paling banyak dibanding program acara lain dalam acara siaran radio. Melalui musik orang dapat mengkomunikasikan perasaan dan mengungkapkan segala sesuatu yang dipikirkannya. Seperti yang diungkapkan David Willoughby bahwa “Music has the power to communicate feelings and images, the people have the capacity to respond aesthetically to this feelings and images. Music also is vehicle for expressive statements whereby people can convey a wide range of their own feelings through music, from simple children's songs to highly developed art songs”.5 Artinya musik mempunyai kemampuan untuk mengkomunikasikan perasaan dan kesan, dan orang mempunyai kapasitas untuk menanggapi secara estetis perasaan dan kesan ini. Musik juga sarana untuk mengekspresikan pernyataan dengan sebuah jalan dimana orang-orang dapat menyampaikan bermacammacam perasaan yang mereka miliki melalui musik, dari lagu anak-anak yang paling sederhana sampai pengembangan lagu tingkat tinggi. Sekarang ini musik populer semakin digemari, terutama oleh kalangan remaja. Mereka mendengarkan musik sebagai hiburan yang dapat dinikmati sambil apa saja, karena begitu fleksibelnya media ini sehingga dapat dibawa, ditempatkan, dan digunakan dimana saja. Pada umumnya kalangan remaja akan menyukai lagu-lagu yang mengungkapkan perasaannya. Walaupun tidak menutup kemungkinan bahwa juga ada remaja yang menyukai lagu tersebut karena tertarik pada penyanyi (pembawanya) dan alunan musiknya. Keberhasilan siaran radio ditandai oleh adanya kesesuaian paham atau kesamaan kepentingan antara penyelenggara siaran dan pendengar. Keadaan tersebut diawali dengan adanya kemampuan penyelenggara siaran menyajikan pesan-pesan yang menarik perhatian pendengar sehingga mau mendengarkannya. Ini berarti, bahwa penyelenggara siaran wajib menghadirkan sajian-sajian yang penting dan menarik, yang dibutuhkan oleh pendengarnya. Kemajuan pada teknologi musik berhubungan dengan perkembangan teknologi komunikasi massa, khususnya teknologi audio yang antara lain adalah radio. Karena pada saat sekarang ini radio menjadi media yang paling efektif untuk melakukan promosi ataupun pengenalan karya cipta seni suara disamping menjadi arah tolak ukur bagi pengembangan selera masyarakat terhadap musik. Ditambah dengan perkembangan musik populer di Indonesia yang semakin meningkat. Hal itu dapat dilihat dengan banyak sekali muncul grup musik baru atau penyanyi-penyanyi baru yang cukup sukses di belantara musik Indonesia. Mereka datang dengan membawa warna musik yang beragam dan menjadikan musik populer di negeri ini lebih variatif. Pertambahan jumlah stasiun penyiaran radio semakin memberikan banyak acara yang menarik bagi pendengarnya, terutama siaran-siaran radio swasta, selain radio siaran pemerintah. Jika dicermati, begitu banyak acara radio yang memberikan suatu penilaian terhadap musik atau lagu populer Indonesia, yang dikategorikan menarik dan sedang digemari pada masa itu. Berbagai bentuk acara radio yang ada, bentuk yang populer adalah tangga lagu populer Indonesia. Seiring perkembangan banyaknya stasiun radio yang memakai istilah atau memberi nama yang berbeda beda untuk acara semacam ini. Di Kodya Surakarta, tercatat ada beberapa radio siaran yang menyajikan secara terus-menerus (continue) dalam pengertian menjadikannya sebagai acara mingguan, antara lain : - Radio Prambors - Radio PTPN FM - Solo Radio - Radio SAS FM Setiap pendengar acara siaran radio mempunyai hak untuk memilih jenis lagu yang ingin didengarkan. Ini artinya bahwa selama permintaan lagu tersebut sesuai dengan konteks acara yang sedang dibawakan oleh penyiarnya. Khalayak sebagai pendengar juga bersifat aktif, tidak menerima begitu saja apa yang diberikan atau disajikan oleh radio penyiaran. Aliran pesan model jarum hipodermik yang menyatakan bahwa “mass media memiliki pengaruh langsung, segera, dan sangat menentukan terhadap audience”6, dalam aktivitas komunikasi ini tidak berlaku. Hal ini dikarenakan sifat aktif audience yang dapat dengan mudah memindah saluran satu ke saluran yang lain jika suatu acara tidak sesuai dengan selera atau kebutuhannya tidak terpenuhi. Dengan demikian, khalayak dalam aktivitas mendengarkan suatu acara siaran di media radio termasuk acara tangga lagu, tidak semata-mata karena kemasan acara yang bagus atau menarik, melainkan lebih karena mereka memiliki suatu kebutuhan yang akan dapat terpenuhi dengan mendengarkan acara siaran radio tersebut. Di kalangan mahasiswa Ilmu Komunikasi Fisip UNS sendiri radio memegang peranan penting. Selain karena mata kuliah spesalisasi yang dipelajari berkaitan langsung dengan dunia penyiaran, radio menjadi sarana edutainment (education and entertainment) bagi mahasiswa. Dan karena segmentasi dan gaya siaran yang "anak muda banget" radio Prambors mejadi pilihan utama di kalangan mahasiswa Ilmu Komunikasi Fisip UNS. Di samping program acara dan sajian musik yg selalu up to date, radio Prambors digemari karena dianggap mampu menampung karya musik indie musisi dan band lokal di kota Solo melalui acara Kriboductionz The Nine. Sehingga para mahasiswa yang memiliki band tetapi kesulitan menyalurkan musiknya dapat menggunakan acara Kriboductionz The Nine sebagai ajang promosi secara cuma-cuma.

    Item Type: Thesis (Other)
    Subjects: H Social Sciences > H Social Sciences (General)
    Divisions: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik
    Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Ilmu Komunikasi
    Depositing User: Budhi Kusumawardana Julio
    Date Deposited: 13 Jul 2013 02:22
    Last Modified: 13 Jul 2013 02:22
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/2925

    Actions (login required)

    View Item