PENGARUH VARIASI UMUR BUAH ANGGREK BULAN (Phalaenopsis amabilis (L.) Blume) PASCA-PENYERBUKAN SEBAGAI EKSPLAN UNTUK PERBANYAKAN MELALUI KULTUR IN VITRO

Romadlon, Muh. Arif (2016) PENGARUH VARIASI UMUR BUAH ANGGREK BULAN (Phalaenopsis amabilis (L.) Blume) PASCA-PENYERBUKAN SEBAGAI EKSPLAN UNTUK PERBANYAKAN MELALUI KULTUR IN VITRO. Other thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img] PDF - Published Version
Download (427Kb)

    Abstract

    Pembentukan buah pada kelompok tumbuhan anggrek (Orchidaceae) diinisiasi oleh keberhasilan polinasi dan terjadi lebih awal dari pembentukan ovulum, kantung embrio (gametofit betina) hingga embrio. Biji yang terbentuk tidak memiliki cadangan makanan dan membutuhkan waktu yang lama untuk terbentuk sempurna. Pada kondisi alami, biji anggrek sulit berkecambah tanpa simbiosis dengan mikoriza. Berdasarkan asumsi bahwa umur buah yang berbeda memiliki tingkat perkembangan biji yang juga berbeda, maka tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui potensi variasi umur buah anggrek bulan dalam keberhasilan perbanyakan melalui kultur in vitro, dan mengetahui tingkat perkembangan eksplan buah anggrek bulan yang paling baik untuk digunakan sebagai eksplan dalam perbanyakan in vitro. Penelitian ini menggunakan variasi umur perkembangan eksplan buah anggrek dengan 4 tingkat perlakuan: a). 60 Hari Setelah Penyerbukan (HSP); b). 70 HSP; c). 80 HSP, dan d). 90 HSP. Data yang diamati meliputi perkembangan buah dan perkembangan eksplan. Data anatomi tahap perkembangan buah dan eksplan dianalisis secara deskriptif. Hasil pengamatan menunjukkan eksplan umur 90 HSP memberikan respons pada media kultur in vitro tanpa hormon dengan membentuk protokorm. Diketahui dari pengamatan anatomi buah pada umur 90 HSP sebelum ditanam embrio sudah terbentuk sedangkan pada umur buah yang lain belum didapati terbentuknya embrio. Hasil pengamatan anatomi buah setelah 45 hari setelah ditanam (HST) diperoleh bahwa protokorm yang terbentuk merupakan perkembangan lebih lanjut dari embrio. Protokorm diinkubasi lebih lama pada media kultur tanpa hormon sukses berkembang membentuk tunas dan setelah 140 HST didapati individu baru telah terbentuk meski dengan waktu yang tidak seragam. Sehingga dapat disimpulkan keberhasilan pembentukan protokorm dan individu baru dipengaruhi oleh perkembangan dari eksplan.

    Item Type: Thesis (Other)
    Subjects: Q Science > QH Natural history > QH301 Biology
    Divisions: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam
    Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam > Biologi
    Depositing User: Zulfahmirda Matondang
    Date Deposited: 18 Nov 2016 11:35
    Last Modified: 18 Nov 2016 11:35
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/29221

    Actions (login required)

    View Item