PERAN PELACAKAN HOUSEHOLD CONTACT KADER KESEHATAN DALAM MENINGKATKAN CASE DETECTION RATE TUBERKULOSIS PARU DI PUSKESMAS KABUPATEN KLATEN

Irawan, Iwan (2016) PERAN PELACAKAN HOUSEHOLD CONTACT KADER KESEHATAN DALAM MENINGKATKAN CASE DETECTION RATE TUBERKULOSIS PARU DI PUSKESMAS KABUPATEN KLATEN. Other thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img] PDF - Published Version
Download (13Kb)

    Abstract

    Iwan Irawan. S501002046. 2016. Tesis. PERAN PELACAKAN HOUSEHOLD CONTACT OLEH KADER KESEHATAN DALAM MENINGKATKAN CASE DETECTION RATE TUBERKULOSIS PARU DI PUSKESMAS KABUPATEN KLATEN. Pembimbing I: Dr. Reviono, dr., Sp. P (K), II: Prof. Dr. Suradi, dr., Sp.P(K), MARS, III: Ari Natalia Probandari, dr., MPH, Ph.D. Program Studi Magister Kedokteran Keluarga. Program Pascasarjana Universitas Sebelas Maret Surakarta. ABSTRAK Latar Belakang: Kabupaten Klaten belum mencapai target nasional case detection rate (CDR) tuberkulosis paru sebesar 70%. Household contact dari pasien TB merupakan kelompok yang berisiko tinggi tertular tuberkulosis (TB). Tujuan penelitian adalah mengetahui peran pelacakan household contact kader kesehatan dalam peningkatan case detection rate TB paru basil tahan asam (BTA) positif dibandingkan metode passive case finding di Kabupaten Klaten. Metode: Penelitian ini merupakan community-based trial/practical trial dengan mixed methods. Pengambilan sampel penelitian kuantitatif secara two stage cluster sampling. Subjek dibagi menjadi dua kelompok yaitu kelompok intervensi (n=30) dan kelompok kontrol (n=30). Pada kelompok intervensi dilakukan pelacakan household contact oleh kader kesehatan. Case detection rate TB paru BTA (+) 5 bulan sebelum penelitian (pretest) dan 5 bulan setelah penelitian (posttest) dibandingkan antara kelompok intervensi dan kelompok kontrol. Sampel penelitian kualitatif diambil secara purposive sampling. Penelitian kualitatif dilakukan melalui wawancara mendalam dan focus group discussion (FGD) untuk mengetahui faktor pendukung dan hambatan dalam pelacakan household contact oleh kader kesehatan. Hasil: Jumlah pasien TB paru BTA (+) pada kelompok intervensi sebesar 12 orang (pretest) dan 8 orang (posttest), sedangkan pada kelompok kontrol sebesar 8 (pretest) dan 7 (posttest). Uji Mann-Whitney untuk perbedaan CDR TB paru BTA (+) antara kelompok intervensi dan kelompok kontrol menunjukkan nilai p=0,232 (pretest) dan p=0,841 (posttest). Kesimpulan: Kader berperan dalam upaya peningkatan CDR TB paru dengan pelacakan household contact tetapi tidak signifikan karena kurangnya waktu pelatihan kader dan beberapa hambatan yang disebabkan oleh faktor dari pasien maupun fasilitas kesehatan (puskesmas). Kata Kunci: pelacakan household contact, kader kesehatan, case detection rate.

    Item Type: Thesis (Other)
    Subjects: R Medicine > R Medicine (General)
    T Technology > T Technology (General)
    Divisions: Pasca Sarjana
    Pasca Sarjana > Magister > Magister Kedokteran Keluarga
    Depositing User: Pratama Wisnu
    Date Deposited: 17 Nov 2016 17:27
    Last Modified: 17 Nov 2016 17:27
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/29173

    Actions (login required)

    View Item