TINJAUAN HUKUM TERHADAP WANPRESTASI DALAM PERJANJIAN WARALABA (Putusan Sengketa antara Komala Restaurant dengan PT Graha Bhakti di Pengadilan Negeri Jakarta Utara Nomor 413/pdt.G/PN.JKT.UTR)

KATRINASARI, BELLA (2016) TINJAUAN HUKUM TERHADAP WANPRESTASI DALAM PERJANJIAN WARALABA (Putusan Sengketa antara Komala Restaurant dengan PT Graha Bhakti di Pengadilan Negeri Jakarta Utara Nomor 413/pdt.G/PN.JKT.UTR). Other thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img] PDF - Published Version
Download (945Kb)

    Abstract

    ABSTRAK Bella Katrinasari. E0012078. 2012. TINJAUAN HUKUM TERHADAP WANPRESTASI DALAM PERJANJIAN WARALABA (Putusan Sengketa antara Komala Restaurant dengan PT Graha Bhakti di Pengadilan Negeri Jakarta Utara Nomor 413/pdt.G/PN.JKT.UTR) Fakultas Hukum Universitas Sebelas Maret. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk akibat hukum yang ditimbulkan karena salah salah satu pihak melanggar kesepakatan perjanjian waralaba serta perlindungan hukum rahasia dagang dalam bisnis waralaba kuliner di Indonesia. Jenis Penelitian yang digunakan dalam penulisan hukum ini adalah penelitian normatif. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan perundang-undangan dan pendekatan kasus. Data yang digunakan adalah data primer, data sekunder. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi kepustakaan. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan bahwa perjanjian waralaba Komala restaurant terdapat akibat hukum dalam hal terjadi wanprestasi, yaitu apabila pihak penerima waralaba tidak membayar royalty fee yang menjadi hak pihak pemberi waralaba, maka diwajibkan membayar royalty fee yang belum dibayarkan kepada pihak pemberi waralaba serta bunga keterlambatan dalam pembayaran royalty fee. Rahasia dagang dalam waralaba perlu dilindungi untuk mencegah pencurian resep dan persaingan usaha yang tidak sehat karena dalam suatu bisnis waralaba, pemilik hak rahasia dagang adalah pihak pemberi waralaba dan memungkinkan terungkapnya rahasia dagang oleh pihak penerima waralaba ataupun karyawan yang bekerja dalam perusahaan tersebut. Perjanjian waralaba harus menjamin perlindungan rahasia dagang karena rahasia dagang yang mencakup resep rahasia merupakan aset suatu bisnis kuliner. Perjanjian waralaba itu sendiri merupakan salah satu aspek perlindungan hukum, hal ini dikarenakan perjanjian menjadi dasar hukum yang kuat untuk menegakkan perlindungan hukum bagi para pihak. Bentuk perlindungan hukum dapat berupa Preventif dan Represif. Akibat hukum yang ditimbulkan jika pihak pemberi waralaba tidak melaksanakan atau melanggar perjanjian sesuai dengan perjanjian waralaba komala yaitu pihak pemberi waralaba harus membayar semua kerugian yang ditanggung oleh penerima waralaba. Kata kunci: Waralaba, Rahasia Dagang, Wanprestasi. ABSTRACT Bella Katrinasari. E0012078. 2012. Laws review against breach trade secrets royalty in agreement franchise. (Case study decisions between komala restaurant and PT Graha Bhakti number 413/Pdt.G/2014/PN.JKT.UTR) Faculty of Law Sebelas maret university. This research aims to review the form of the law inflicted due to the one of the two sides violated the franchise agreement and legal protection trade secrets in a franchise business culinary in Indonesia. The kind of research used in this case study is normative. Legislation approach and cases approach are used to approach this case study. Data that used are primary, secondary and tertiary data. Technique data collection used in this research is a literature review. Based on the research and discussion that the franchise agreement of Komala restaurant there are due to law in case of breach, that is when the franchisee do not pay the royalty fee to the franchisor, so franchisee obliged to pay the royalty fee who have not paid to the franchisor interest expense in payment royalty fee. Trade secrets in franchise need to be protected to prevent recipe burglaries and unhealthy business competition because in the franchise business, the owner of the trade secrets is franchisor and it possible to the franchisee or the employees revealed the trade secrets. Franchise agreement must ensure protection of the trade secrets because trade secret which includes secret ingredients is a main asset of the business culinary. The franchise agreement itself is one of the law protection aspects, this is because agreement used as strong legal fundament to enforce legal protection for both sides. The legal protection can be preventive and repressive. Due to legal caused if the franchisor not implement or break the covenant in accordance with the Komala franchise agreement namely the franchisor must pay all loss of the franchisee. Keywords: Franchise, Trade Secrets, Breach.

    Item Type: Thesis (Other)
    Subjects: K Law > K Law (General)
    Divisions: Fakultas Hukum > Ilmu Hukum
    Depositing User: Figur Hisnu Aslam
    Date Deposited: 17 Nov 2016 15:36
    Last Modified: 17 Nov 2016 15:36
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/29132

    Actions (login required)

    View Item