Pengaruh karakteristik model iklan terhadap preferensi konsumen dalam melaksanakan keputusan pembelian sabun mandi lux di wilayah Surakarta (studi pada penduduk kelurahan Jebres)

Maryaningsih , Erna (2003) Pengaruh karakteristik model iklan terhadap preferensi konsumen dalam melaksanakan keputusan pembelian sabun mandi lux di wilayah Surakarta (studi pada penduduk kelurahan Jebres). Other thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img] PDF - Published Version
Download (359Kb)

    Abstract

    Dalam hal pemenuhan kebutuhan hidupnya seseorang tidak akan lepas dari banyak pertimbangan. Dalam hal ini antara satu orang dengan yang lain pertimbangannya tidak selalu sama, ada yang mempertimbangkan kebutuhannya, kualitasnya, gengsinya, harganya, dimana membelinya, dikenal atau tidaknya dan sebagainya. Sebagai seorang konsumen orang akan mencari informasi sebanyak- banyaknya. Hal ini bisa dilakukan melalui berbagai media atau sarana, antara lain dari membaca brosur, pergi ke toko, supermarket, melihat-lihat display yang dipasang di beberapa toko pengecer terkemuka, dan tidak ketinggalan mereka juga menyaksikan iklan di televisi. Setelah mengetahui informasi yang dibutuhkan baru seorang konsumen membeli barang. Seorang produsen yang jeli pasti memperhatikan bagaimana cara seorang konsumen memperoleh informasi. Banyak cara yang ditempuh oleh para produsen untuk meraih pasar. Cara tersebut adalah : menentukan bauran produk yang tepat, mengelola alat-alat promosi, penentuan harga dan penentuan saluran distribusi. Penelitian ini akan membahas bagaimana mengelola alat promosi melalui periklanan atau advertising, karena diduga periklanan merupakan salah satu cara yang paling efektif dalam usaha meraih pasar. 1 54 Periklanan atau advertising adalah komunikasi non pribadi melalui bermacam- macam media yang dibayar oleh sebuah perusahaan bisnis atau organisasi nirlaba/individu yang dalam beberapa cara teridentifikasi dalam pesan periklanan dan berharap menginformasikan/membujuk anggota-anggota dari pemirsa tertentu (Simamora, 2000 : 756) Periklanan bersifat dapat menjangkau masyarakat luas (massal), tidak menggunakan pribadi secara langsung berhadapan dengan audien dan dapat menyampaikan gagasan secara menyakinkan dan menimbulkan efek yang dramatif (Fandy, 2000 : 191) Iklan yang dimanage dengan baik akan mendukung kelancaran usaha perusahaan dan dapat menjamin kelangsungan hidup perusahaan agar tetap memperoleh laba, meningkatkan market share dan tetap survive. Sayang sekali sebagian besar komunikasi iklan dewasa ini (termasuk iklan layanan masyarakat) tidak terencana dalam situasi saat ini. Banyak yang tidak membaca publik secara benar, mereka tidak melihat fakta bahwa publik makin tinggi derajatnya, konsumen makin terdidik dan mau mengetahui lebih banyak tentang produk ketimbang sebelumnya (Rapp & Collins, 1995 : 110). Iklan pengenalan terbaik dewasa ini bukan sekedar menjaring calon konsumen dan bukan calon konsumen, namun tahap pertama yang dilakukan adalah komunikasi berkesinambungan yang mampu mengubah konsumen yang tertarik menjadi pencoba produk atau jasa dan akhirnya menjadi pelanggan seumur hidup. Oleh karena itu iklan harus benar-benar mempunyai fungsi memperkenalkan produk kepada konsumen dengan tujuan agar konsumen tertarik, berpikir kemudian bertindak atau melakukan pembelian. Dengan 55 demikian produk yang dihasilkan oleh perusahaan atau produsen tetap laku dan produsen dapat menjaga kelangsungan hidupnya. Merumuskan pesan iklan membutuhkan empat pemecahan masalah antara lain; pertama, isi iklan yaitu sesuatu yang akan disampaikan kepada sasarannya. Kedua, struktur pesan yaitu pengungkapan pesan secara logika sehingga dapat diterima oleh sasarannya. Ketiga, format pesan yaitu bagaimana mengatakannya secara simbolis dan keempat adalah sumber pesan yaitu pihak yang akan menyampaikan pesan Agar produsen berhasil dalam memasarkan produknya, produsen perlu memperhatikan aspek psikologi konsumen. Aspek psikologi inilah yang paling mempengaruhi kesetiaan konsumen dalam membeli barang dari produsen tertentu yang dipercayainya, jadi jangan sampai membuat banyak kesalahan dalam usaha memperoleh kesetiaan konsumen. Analisis psikologis telah mempelajari tentang alam pikiran manusia ,bahwa hampir semua keputusan penting seseorang sebenarnya dibuat dalam keadaan bawah sadar (Rapp & Collins, 1995 : 98). Produsen yang mengetahui psikologi konsumen mulai menerapkan cara mempengaruhi perilaku pembelian konsumen dengan cara seolah-olah tidak disengaja, namun nama dan performance dari produknya langsung mempengaruhi alam tak sadar konsumen. Cara yang ditempuh adalah dengan memanfaatkan keberadaan “model iklan”, yaitu orang/karakter yang muncul dalam iklan untuk mengkomunikasikan produk perusahaan (Engel, Blackwell dan Miniard, 1994 : 564 ), baik itu selebritis, tokoh masyarakat, publik figur lain atau bahkan orang biasa, yang dapat mempengaruhi pikiran konsumen sebagai preferensi 56 dalam melaksanakan keputusan pembelian. Namun tidak semua iklan yang memanfaatkan keberadaan model iklan untuk mengkomunikasikan produknya efektif, karena hal ini juga menyangkut banyak faktor. Jika model iklan yang dipilih adalah dari kalangan selebritis maka artis yang dipilih, harus mampu mewakili karakteristik produk. Setiap artis memiliki karakter tersendiri, mungkin karakter itu terbentuk lewat peran-peran yang dimainkannya dalam cerita sinetron. Mungkin pula karakter itu terbangun lewat kehidupan pribadinya. Rossiter dan Percy (1998 : 260) dalam bukunya Advertising and Promotion Management menyebutkan bagaimana model iklan atau disebut sebagai the presenter (or source) dapat berperan besar dalam mempengaruhi audien didalam iklan suatu produk. Dalam buku tersebut dituliskan tentang VisCAP model yang dikembangkan oleh Kelman dan Mc Guire, yaitu bahwa model iklan (the presenter) memiliki empat karakteristik antara lain Visibility, Credibility, Attraction dan Power. Penelitian tersebut menyatakan bahwa model iklan yang berpengaruh terhadap keputusan pembelian konsumen bisa jadi adalah model iklan yang memiliki karakteristik sesuai urutan VisCAP model tersebut Hal inilah yang menyebabkan karakteristik model iklan mulai banyak diperhatikan oleh para produsen, alasannya sebaik apapun mutu produk dan sebanyak-banyaknya cabang perusahaan yang didirikan, tidak akan membuat produk yang dihasilkan sampai ke tangan konsumen apabila konsumen tidak mengetahui manfaat produk dan belum mengenal produk sebelumnya, kecuali secara kebetulan. Untuk mendorong konsumen agar mau membeli produk, 57 maka harus diberikan informasi yang jelas mengenai produk itu yaitu melalui media informasi periklanan. Kualsitas, tema, isi dan jenis pesan juga harus diciptakan sedemikian rupa sehingga konsumen tertarik untuk mengetahui lebih jauh tentang produk. Perusahaan yang memasarkan produknya secara luas tidak mudah menarik minat konsumen yang terdiri dari berbagai jenis kepribadian secara keseluruhan, karena kepribadian ini mempengaruhi cara menilai seseorang dalam menghadapi barang baru. Lebih jelasnya tidak semua orang sama dalam menerima dan menganalisis suatu informasi. Apalagi informasi tersebut menyangkut produk yang akan dikonsumsinya, konsumen akan mempertimbangkan banyak segi sebelum kemudian memakai produk yang menurutnya membawa pesan-pesan yang diharapkannya. Oleh karena itu perlu suatu penegasan informasi yang bisa mempengaruhi psikologi dari seseorang sehingga bisa mempengaruhi proses keputusannya. Dalam hal ini seorang produsen bisa memanfaatkan suatu cara yang bisa menggugah reaksi konsumen agar dapat memutuskan sesuatu paling tidak hampir mempunyai kesesuaian dengan produsen, baru kemudian bisa memetik kemungkinan keberhasilan suatu strategi pemasaran. Karena melihat fenomena semakin banyaknya iklan sabun mandi yang menggunakan model sebagai daya tarik utama dalam iklannya maka peneliti tertarik untuk melakukan penelitian mengenai pengaruh model iklan terhadap preferensi konsumen dalam melaksanakan keputusan pembelian terhadap produk sabun mandi, yang mana dalam penelitian ini digunakan iklan sabun mandi Lux sebagai salah satu contoh iklan yang masuk dalam 10 besar iklan 58 yang paling diminati pemirsa televisi saat ini (Cakram,Maret 2003). Dalam penelitian ini hanya diteliti karakteristik model iklan Visibility, Credibility, Attraction dalam pengaruhnya terhadap preferensi konsumen dalam melaksanakan keputusan pembelian sabun mandi Lux. Oleh karena itu peneliti mengambil judul “PENGARUH KARAKTERISTIK MODEL IKLAN TERHADAP PREFERENSI KONSUMEN DALAM MELAKSANAKAN KEPUTUSAN PEMBELIAN SABUN MANDI LUX DI WILAYAH SURAKARTA (Studi Pada Penduduk Kelurahan Jebres).

    Item Type: Thesis (Other)
    Subjects: H Social Sciences > HB Economic Theory
    Divisions: Fakultas Ekonomi
    Depositing User: Saputro Bagus
    Date Deposited: 13 Jul 2013 00:43
    Last Modified: 13 Jul 2013 00:43
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/2911

    Actions (login required)

    View Item