Prarancangan Pabrik Acrylonitrile dengan Dehidrasi Ethylene Cyanohydrine kapasitas 60.000 ton/tahun

ARIFIANTO, M FITRA (2016) Prarancangan Pabrik Acrylonitrile dengan Dehidrasi Ethylene Cyanohydrine kapasitas 60.000 ton/tahun. Other thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img] PDF - Published Version
Download (230Kb)

    Abstract

    INTISARI Audi Ardika Paundratama, M. Fitra Arifianto, 2016, Prarancangan Pabrik Acrylonitrile dengan Proses Dehidrasi Ethylene Cyanohydrine Kapasitas 60.000 Ton/Tahun, Jurusan Teknik Kimia, Universitas Sebelas Maret, Surakarta. Acrylonitrile (C3H3N) adalah bahan kimia yang sangat penting dalam menunjang pembangunan di sektor industri, yaitu sebagai bahan kimia antara (intermediate) dalam pembuatan polimer seperti acrylic fibers, Acrylonitrile/Butadiene/Styrene, Styrene/Acrylonitrile, dan juga adiponitrile. Pabrik acrylonitrile dengan bahan baku yang berupa ethylene cyanohydrine dengan kebutuhan sebesar 85.236,27 ton/tahun akan didirikan di Cilegon, Banten pada tahun 2020 dengan kapasitas 60.000 ton/tahun. Pembuatan acrylonitrile ini melalui 3 tahap yaitu tahap persiapan bahan baku, pembentukan produk, dan pemurnian produk. Pada tahap persiapan bahan baku, ethylene cyanohydrine sebanyak 85.236,27 ton/tahun (kebutuhan spesifik: 1,42 kg/kg produk) dialirkan ke vaporizer untuk diuapkan dan dipanaskan sampai 229,7 oC lalu dipanaskan lagi dengan heat exchanger hingga suhu 270,1oC. Pada tahap pembentukan produk, gas ethylene cyanohydrine yang dialirkan ke dalam reaktor fixed bed multitube, non adiabatic, non isothermal dengan kondisi operasi 270,1 oC - 259,3 oC dan tekanan 1,26 bar dengan konversi 90%. Reaksi berlangsung pada fase gas dengan menggunakan katalis alumina. Pada tahap pemurnian produk, larutan acrylonitrile yang terbentuk dimurnikan dengan menara distilasi untuk memperoleh larutan acrylonitrile 99%. Kebutuhan-kebutuhan spesifik pada pabrik ini: Unit pendukung proses meliputi unit pengadaan air pendingin dan pemadam kebakaran yang bersumber dari air laut, yaitu dengan kebutuhan sebesar 737.010,12 kg/jam (kebutuhan spesifik: 107,01 L/kg produk), sedangkan untuk air umpan boiler dan konsumsi umum dan sanitasi diperoleh dari PT Krakatau Tirta Industri dengan kebutuhan sebesar 26.481,89 kg/jam (kebutuhan spesifik: 3,52 L/kg produk). Unit pengadaan listrik sebesar 385,39 kW dari PLN dan disiapkan cadangan generator berkapasitas 500 kW. Unit pengadaan bahan bakar IDO sebesar 659,90 L/jam (kebutuhan spesifik: 0,0871 kg/kg produk). Unit pengadaan udara tekan sebesar 83,59 m3/jam. Dalam perhitungan ekonomi, didapatkan hasil analisis ekonomi Rate of Return (ROI) sebesar 52,00% sebelum pajak dan 36,40% sesudah pajak. Pay Out Time (POT) didapatkan 1,67 tahun sebelum pajak dan 2,25 tahun sesudah pajak. Break Even Point (BEP) sebesar 40,88%, Shut Down Point (SDP) sebesar 29,51%, dan Discounted Cash Flow (DCF) sebesar 20,40%. Dari hasil analisa ekonomi dapat disimpulkan bahwa pabrik acrylonitrile layak untuk didirikan.

    Item Type: Thesis (Other)
    Subjects: T Technology > TP Chemical technology
    Divisions: Fakultas Teknik
    Fakultas Teknik > Teknik Kimia
    Depositing User: Aren Dwipa
    Date Deposited: 17 Nov 2016 12:04
    Last Modified: 17 Nov 2016 12:04
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/29096

    Actions (login required)

    View Item