Pola Tanam Tumpangsari Antara Tanaman Brokoli (Brassica oleraceae Var. Italica) Dan Pakcoy (Brassica Rapa L.) Yang Di Budidayakan Secara Organik

ANDI , CANDRA WIGUNA (2016) Pola Tanam Tumpangsari Antara Tanaman Brokoli (Brassica oleraceae Var. Italica) Dan Pakcoy (Brassica Rapa L.) Yang Di Budidayakan Secara Organik. Other thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img] PDF - Published Version
Download (99Kb)

    Abstract

    Tugas akhir ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penanaman secara tumpangsari terhadap pertumbuhan dan produktivitas dari tanaman pakcoy dan juga brokoli. pelaksanaan tugas akhir ini dilaksanakan di Dusun Kenteng Rt 08 Rw 02, Desa Sumberejo, Kecamatan Ngablak, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah. Terletak pada ketinggian tempat + 1.378 m di atas permukaan laut, yang mulai dilaksanakan dari 4 Maret 2016 hingga 10 Juni 2016. Pertanian organik merupakan salah satu sistem pertanian yang dapat mendukung lingkungan dan bertujuan pada pencapaian agroekosistem yang optimal dan berkelanjutan baik secara sosial, ekologi maupun ekonomi. Pakcoy dan juga brokoli merupakan jenis sayuran yang sudah banyak dikembangkan secara organik. Tumpangsari merupakan penanaman lebih dari satu jenis tanaman pada lahan dan waktu yang sama. Pada penelitian ini ada 3 perlakuan yaitu penanaman brokoli tanpa tumpangsari, penanaman pakcoy tanpa tumpangsari dan penanaman pakcoy dan brokoli secara tumpangsari. Untuk tiap perlakuan di ulang sebanyak 3 kali. Pengamatan yang dilakukan pada penelitian ini mencakup tinggi tanaman, jumlah daun, lebar daun, panjang akar brokoli, jumlah akar pakcoy, berat pakcoy/tanaman dan berat pakcoy/ m2, berat bunga brokoli/tanaman dan berat bunga brokoli/m2. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan diketahui tanaman yang ditanam tanpa tumpangsari memiliki pertumbuhan vegetatif, generatif dan produksi yang lebih baik dibandingkan dengan tanaman tumpangsari. Ditinjau dari segi ekonomi, usaha pola tanam tumpangsari memiliki R/C dan B/C yang lebih besar bila dibandingkan dengan pola tanam tanpa tumpangsari. Pada pola tanam tumpangsari memiliki R/C Ratio sebesar 2,,24 dan B/C Ratio 1,,24, sedangkan pada pola tanam tanpa tumpangsari memiliki R/C Ratio sebesar 1,,43 dan B/C Ratio 0,,43.

    Item Type: Thesis (Other)
    Subjects: S Agriculture > S Agriculture (General)
    S Agriculture > SB Plant culture
    Divisions: Fakultas Pertanian
    Fakultas Pertanian > D3 - Agribisnis
    Depositing User: Rina Dwi Setianingrum
    Date Deposited: 17 Nov 2016 10:13
    Last Modified: 17 Nov 2016 10:13
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/29065

    Actions (login required)

    View Item