PENGEMBANGAN PARIWISATA RELIGI BERBASIS KEARIFAN LOKAL (Kajian Fenomenologi di Desa Wisata Pesan-Trend Budaya Ilmu Giri, Nogosari, Selopamioro, Imogiri, Bantul Yogyakarta)

, MASHRUHAN (2016) PENGEMBANGAN PARIWISATA RELIGI BERBASIS KEARIFAN LOKAL (Kajian Fenomenologi di Desa Wisata Pesan-Trend Budaya Ilmu Giri, Nogosari, Selopamioro, Imogiri, Bantul Yogyakarta). Masters thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img] PDF - Published Version
Download (85Kb)

    Abstract

    ABSTRAK Mashruhan. S251308003. 2016. Pengembangan Pariwisata Religi Berbasis Kearifan Lokal (Kajian Fenomenologi Di Desa Wisata “Pesan-Trend Budaya Ilmu Giri”) Pembimbing I: Dr. Mahendra Wijaya. MS. Pembimbing II: Dr. Bagus Haryono, M.Si. Tesis Program Studi Sosiologi, Program Pascasarjana Universitas Sebelas Maret. Wisata merupakan sesuatu hal yang tidak asing lagi bagi masyarakat di Indonesia, baik dari kalangan masyarakat perkotaan maupun masyarakat pedesaan. “Pesan-Trend Budaya Ilmu Giri” desa wisata yang menawarkan atraksi wisata dengan melestarikan kearifan lokal yang ada sebagai aset wisata. Tujuan penelitian ini adalah untuk memahami tentang kearifan lokal dan maknanya yang ada serta partisipasi masyarakat sekitar dalam memanfaatkan kearifan lokal sebagai aset wisata religi. Faktor pendukung dan penghambat partisipasi masyarakat dalam pemanfaatan kearifan lokal. Pengembangan wisata baru eco- spiritual tourism. Teori yang digunakan adalah tindakan sosial Max Weber dan modal social sebagai pendukung. Penelitian ini menggunakan metode penelitian fenomenologi. Pengambilan informan menggunakan purposive sampling dengan jenis criterion sampling yaitu untuk informannya sudah ditentukan berdasarkan kriteria tertentu yang berjumlah 16 orang berdasarkan jenis kelamin, umur, pekerjaan dan jenis partisipasi. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara dan telaah dokumen. Validitas data menggunakan validitas data fenomenologi dari Humprey dengan cara mengirimkan hasil penelitian kepada informan untuk memberikan masukan terhadap data yang kurang dan triangulasi sumber. Analisis data menggunakan analisis data fenomenologi Van Kaam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa di ”Pesan-Trend Budaya Ilmu Giri” terdapat kearifan lokal yang dilestarikan, yaitu bangunan, kesenian, makanan, dan pengelolaan lingkungan. Modal sosial masyarakat untuk terlibat dalam partisipasi yang terdiri dari jaringan, norma dan kepercayaan. Partisipasi masyarakat dalam pemanfaatan kearifan lokal yaitu mulai dari perencanaan, pelaksana, menikmati hasil dan evaluasi. Tindakan sosial dalam pemanfaatan kearifan lokal, yaitu tindakan rasionalitas nilai dalam mujahadah (doa bersama setiap 35 hari sekali), rasionalitas instrumental dalam hutan santri, hutan wisata, sekolah alam dan tindakan tradisional dalam nyadran, merti dusun. Partisipasi masyarakat terbagi dua, yaitu partisipasi interaktif dan mandiri. Wujud partisipasi masyarkat yaitu terlibat dalam setiap kegiatan nyadran, merti dusun, mujahadah, pengelolaan lingkungan. Faktor sosial dalam partisipasi terdapat dua jenis, yaitu faktor sosial pendukung yaitu, masyarakat lokal, media massa, dukungan para tokoh, dan jaringan dan faktor sosial penghambat yaitu, tingkat pendidikan masyarakat lokal, birokrasi, dan masyarakat terbuka. “Pesan-Trend Budaya Ilmu Giri” mengembangkan wisata baru, yaitu eco-spiritual tourism yang berbasis pada kearifan lokal yang terwujud dalam kegiatan mujahadah dan pengelolaan lingkungan sekitar yang dapat menghasilkan kecerdasan spiritual. Kata Kunci: Kearifan lokal, tindakan sosial, Pesan-Trend Budaya Ilmu Giri. xxii ABSTRACT Mashruhan. S251308003. 2016. Development of Religiuos Tourism Based Local Wisdom (Phenomenology Study On Tourism Village "Pesan-Trend Budaya Ilmu Giri") Supervisor: Dr. Mahendra Wijaya. MS. Supervisor II: Dr. Bagus Haryono, M.Si. Thesis Sociology Program, Graduate Program of Sebelas Maret University. Tourism is familiar something to people in Indonesia, both from the urban communities or rural communities. "Pesan-Trend Budaya Ilmu Giri" village tourism which offers travel actration to preserve local wisdom as a tourism asset. The purpose of this study is to understand the local wisdom and meaning that community participation in utilizing local wisdom as a asset of religious tourism. Factors supporting and community participation in local wisdom. The new eco- tourism development of spiritual tourism. The theory used social action of Max Weber and social capital. This study used phenomenology method. Decision informants used purposive sampling with criterion type of sampling is informant has been determined based on the specific criteria of 16 people based gender, age, occupation and type of participation. Data collection techniques used observation, interviews and review documents. The data validity used phenomenology data validity of Humphrey by sending the results to informant to give feedback on the missing data and the triangulation of sources. Data Analysis used phenomenology data analysis of Van Kaam. The results showed in the "Pesan-Trend Budaya Ilmu Giri" are preserved local wisdom, there are buildings, art, local food, and environmental management. Social capital engage in participation consisting is networks, norms and trust. Public participation in local wisdom there are from planning, implementing, and enjoy the results of the evaluation. Social action in local wisdom, which measures the value of rationality in mujahadah (prayer together every 35 days), instrumental rationality in hutan santri, hutan wisata, sekolah alam and traditional measures in nyadran, merti dusun. Community participation is divided into two there are interactive participation and self-contained. Form of participation of the community that is involved in nyadran activity, merti dusun activity, mujahadah activity, and environmental management. The social factor in participation, there are two types, social support there are local community, social media, the support of the leaders, and social capital networking. Social factors inhibiting there are level of local public education, bureaucracy and open society. "Pesan-Trend Budaya Ilmu Giri" developt of new tourism, the spiritual eco-tourism based local wisdom embodied in mujahadah activity and environmental management there are can produce of spiritual intelligence. Keywords: Local wisdom, social action, Pesan-Trend Budaya Ilmu Giri.

    Item Type: Thesis (Masters)
    Subjects: H Social Sciences > H Social Sciences (General)
    H Social Sciences > HM Sociology
    Divisions: Pasca Sarjana > Magister > Sosiologi - S2
    Depositing User: Figur Hisnu Aslam
    Date Deposited: 17 Nov 2016 00:58
    Last Modified: 17 Nov 2016 00:58
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/29048

    Actions (login required)

    View Item