ESTIMASI KINERJA JARINGAN JALAN KOTA SURAKARTA PADA TAHUN 2025 SETELAH DITERAPKAN KEBIJAKAN SISTEM SATU ARAH

ASTUTI, ANISA (2016) ESTIMASI KINERJA JARINGAN JALAN KOTA SURAKARTA PADA TAHUN 2025 SETELAH DITERAPKAN KEBIJAKAN SISTEM SATU ARAH. Other thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img] PDF - Published Version
Download (693Kb)

    Abstract

    ABSTRAK ANISA ASTUTI, 2016, Estimasi Kinerja Jaringan Jalan Kota Surakarta Pada Tahun 2025 Setelah Diterapkan Kebijakan Sistem Satu Arah. Skripsi. Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Sebelas Maret Surakarta. Pertumbuhan penduduk yang cukup tinggi akan meningkatkan jumlah perpindahan manusia dan barang antar zona. Jika sistem perencanaan transportasi tidak disusun dengan baik, maka akan mengakibatkan timbulnya permasalahan transportasi. Untuk mengatasi permasalahan dari semakin meningkatnya pergerakan ini, perlu dilakukan peningkatan serta pengimplementasian perencanaan, pemodelan, dan rekayasa transportasi. Dalam penanganannya, seringkali dilakukan penerapan kebijakan sistem satu arah untuk mengurangi beban lalu lintas pada ruas jalan. Namun tidak jarang kebijakan sistem tersebut mengakibatkan permasalahan transportasi pada ruas jalan yang berada di sekitarnya. Oleh karena itu perlu dilakukan evaluasi kinerja jaringan jalan pada masa yang akan datang sehingga permasalahan di masa yang akan datang dapat dihindari. Penelitian ini dilakukan untuk mengevaluasi kinerja jaringan jalan di Kota Surakarta pada tahun 2025 dengan pertimbangan Kota Surakarta mencapai tingkat kepadatan tinggi sehingga dilakukan tinjauan untuk penanganan jangka panjang menggunakan indikator NVK (Nisbah Volume Kapasitas). NVK didapatkan dari perbandingan volume lalulintas dan kapasitas jalan, volume yang digunakan adalah volume hasil pembebanan MAT yang menggunakan pembebanan Wardrop Equilibrium dan bantuan aplikasi software EMME/3 (Equilibre Multimodal, Multimodal Equilibrium) pada proses pembebanan ke sistem jaringan transportasi. Dari hasil nilai NVK yang didapat maka dapat diketahui ruas jalan yang tidak stabil untuk kemudian direncakan solusi penanganan yang tepat. Dari hasil penelitian didapatkan bahwa pada tahun 2025 untuk skenario do-nothing didapat 142 ruas yang tidak stabil dengan nilai NVK<0,8 sebesar 16,61%. Setelah dilakukan do-something berupa pemberlakuan larangan parkir di kedua sisi jalan serta pelebaran jalan, terjadi penurunan jumlah ruas jalan yang tidak stabil yaitu menjadi 129 ruas dengan persentase nilai NVK>0,8 sebesar 15,16%. Kata kunci : MAT, EMME/3, Pembebanan Transportasi, do-something, NVK

    Item Type: Thesis (Other)
    Subjects: T Technology > TA Engineering (General). Civil engineering (General)
    T Technology > TF Railroad engineering and operation
    Divisions: Fakultas Teknik > Teknik Sipil
    Depositing User: Figur Hisnu Aslam
    Date Deposited: 16 Nov 2016 23:57
    Last Modified: 16 Nov 2016 23:57
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/29029

    Actions (login required)

    View Item