PENGARUH PENGGUNAAN LARUTAN CALCIUM HYPHOCHLORIDE (KAPORIT) TERHADAP DERMATITIS KONTAK IRITAN PADA TENAGA KERJA BATIK INFORMAL KECAMATAN MASARAN SRAGEN

Cahyo, Rico Dwi (2016) PENGARUH PENGGUNAAN LARUTAN CALCIUM HYPHOCHLORIDE (KAPORIT) TERHADAP DERMATITIS KONTAK IRITAN PADA TENAGA KERJA BATIK INFORMAL KECAMATAN MASARAN SRAGEN. Other thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img] PDF - Published Version
Download (681Kb)

    Abstract

    Rico Dwi Cahyo, R0212044, 2016. Pengaruh Penggunaan Larutan Calcium Hyphochloride (Kaporit) Terhadap Dermatitis Kontak Iritan Pada Tenaga Kerja Batik Informal Kecamatan Masaran Sragen, Diploma 4 Keselamatan dan Kesehatan Kerja Fakultas Kedokteran, Universitas Sebelas Maret, Surakarta. Latar Belakang : Calcium hyphochloride (kaporit) adalah bahan desinfektan yang dapat memberikan efek buruk pada kesehatan manusia. Kaporit merupakan bahan iritan yang dapat menyebabkan iritasi kulit apabila digunakan secara berlebihan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan larutan Calcium hyphochloride (kaporit) terhadap dermatitis kontak iritan. Metode : Penelitian ini adalah survei analitik, dengan desain cross sectional. Teknik sampling yang digunakan simple random sampling. Populasi seluruh tenaga kerja batik informal di Kecamatan Masaran Sragen berjumlah 80 orang, dan diperoleh sampel sebesar 69 orang. Penelitian ini menggunakan alat pH meter, alat untuk mengukur pH larutan Calcium hyphochloride dan Diagnosis Dokter untuk mengetahui dermatitis kontak iritan. Teknik analisis data yang digunakan adalah uji statistik Chi-Square. Hasil : Hasil penelitian ini menunjukkan ada pengaruh penggunaan larutan Calcium hyphochloride (kaporit) terhadap dermatitis kontak iritan dengan nilai p = 0,000. Dari 69 responden yang diteliti, diketahui 47 responden menggunakan larutan Calcium hyphochloride (kaporit) di atas nilai ambang batas yaitu 9 dan 22 responden menggunakan Calcium hyphochloride (kaporit) di bawah nilai ambang batas. Dari 47 responden yang menggunakan larutan Calcium hyphochloride (kaporit), sebanyak 40 responden mengalami dermatitis kontak iritan dan 7 responden tidak mengalami dermatitis kontak iritan. Dari 22 responden yang menggunakan larutan Calcium hyphochloride (kaporit) di bawah nilai ambang batas, sebanyak 4 responden mengalami dermatitis kontak iritan dan 18 responden tidak mengalami dermatitis kontak iritan. Simpulan : Ada pengaruh penggunaan larutan Calcium hyphochoride (Kaporit) terhadap dermatitis kontak iritan pada tenaga kerja industri batik informal di Kecamatan Masaran, Sragen. Untuk industri batik sebaiknya mengganti penggunaan larutan Calcium hyphochoride (Kaporit) dengan menggunakan abu gosok yang tidak menimbulkan efek buruk bagi tubuh tenaga kerja. Kata Kunci : Calcium hyphochoride (Kaporit), Dermatitis Kontak Iritan, Industri Batik Informal, Nilai Ambang Batas.

    Item Type: Thesis (Other)
    Subjects: R Medicine > R Medicine (General)
    R Medicine > RA Public aspects of medicine > RA0421 Public health. Hygiene. Preventive Medicine
    R Medicine > RS Pharmacy and materia medica
    R Medicine > RZ Other systems of medicine
    Divisions: Fakultas Kedokteran
    Fakultas Kedokteran > D4 - Keselamatan Kerja
    Depositing User: Agista Zulfa Dini
    Date Deposited: 16 Nov 2016 22:51
    Last Modified: 16 Nov 2016 22:51
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/29015

    Actions (login required)

    View Item