ANALISIS HUBUNGAN ANTARA KARAKTERISTIK TOKO DENGAN KARAKTERISTIK KONSUMEN DI PASARAYA SRI RATU MADIUN

ANJARWATI , TANTRI (2004) ANALISIS HUBUNGAN ANTARA KARAKTERISTIK TOKO DENGAN KARAKTERISTIK KONSUMEN DI PASARAYA SRI RATU MADIUN. Other thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img] PDF - Published Version
Download (282Kb)

    Abstract

    Latar Belakang Masalah Perkembangan dunia yang semakin cepat, menuntut setiap individu untuk siap dalam menghadapi segala perubahan yang terjadi. Di mana tanpa disadari bahwa segala perubahan itu terjadi secara cepat. Seperti ditunjukkan oleh Drucker (1991) bahwa perubahan - perubahan itu selalu dan akan selalu terjadi dalam suatu kerangka waktu yang relatif tidak terlalu lama. Beberapa aspek yang mendukung terjadinya akselerasi perubahan itu menurut Kotler (1994) disebabkan karena adanya perubahan perekonomian yang bersifat global, perubahan selera konsumen, arena persaingan yang semakin luas, dan juga karena teknologi yang semakin mengarah pada kemudahan. Dengan adanya perubahan – perubahan tersebut membuat pola perkembangan gaya hidup masyarakat juga mengalami peningkatan. Pola gaya hidup masyarakatpun berubah yang salah satunya ialah terjadi perubahan dalam perilaku berbelanja konsumen atau yang disebut perilaku konsumen. Perilaku belanja konsumen saat ini berubah dikarenakan adanya tuntutan era modernisasi. Dalam trend perilaku konsumen disektor modern khususnya dalam pemilihan toko dan belanja di Indonesia juga mengalami peningkatan yang sangat berarti. Para konsumen sekarang menuntut kenyamanan dalam berbelanja. Hal ini disebabkan karena daya beli kebutuhan tidak pokok dan penghargaan akan waktu semakin meningkat dan juga adanya kemudahan seperti produk – produk yang siap dan mudah, pembayaran secara kredit yang ringan, dan adanya toko – toko yang berada pada lokasi yang mudah dijangkau serta dibuka sepanjang hari (Stanton, 1989:135). Di samping itu menurut Dharmesta (1994), perubahan itu juga terjadi karena adanya perhatian konsumen yang semakin terhadap kualitas produk yang di beli, mencari kepraktisan dan kepuasan segera, menghargai waktu santai, dan mencari kebebasan memilih. Dengan adanya perubahan trend perilaku belanja konsumen itu yaitu konsumen yang lebih mengutamakan kepraktisan dan kemudahan, maka timbullah pemilihan belanja di pasar – pasar modern seperti Mall, Supermarket, Department store, Shopping center dll. Masyarakat yang dulunya suka berbelanja di pasar tradisional, seiring dengan kemudahan yang di terima konsumen seperti terpenuhinya semua kebutuhan di dalam satu atap, dan tidak perlu lagi keluar masuk dari satu toko ke toko lainnya untuk memenuhi dua atau tiga macam barang, maka banyak konsumen yang lebih memilih untuk belanja di pasar – pasar modern. Baik atau tidaknya suatu supermarket dan department store tentu saja tergantung pada persepsi dan cara pandang konsumen yang tidak sama dalam melakukan penilaian. Perbedaan – perbedaan penilaian konsumen antara supermarket dan department store satu dengan yang lainnya akan memberikan pilihan bagi konsumen untuk menentukan pilihan dimana konsumen akan berbelanja dan produk apa yang akan dibeli . Dan juga harus di sadari bahwa konsumen mempunyai sumber – sumber yang terbatas , yaitu konsumen tidak dapat membeli segala macam yang dibutuhkannya . Konsumen harus mengambil keputusan menyangkut produk atau jasa mana yang mereka pilih dan akan mereka gunakan Dharmesta (1993). Dengan semakin banyaknya pemilihan belanja konsumen di supermarket dan department store, maka banyak perusahaan yang tertarik untuk membuka bisnis ini. Sekarang ini bukan hanya di kota-kota besar saja bisnis supermarket dan department store menjamur. Di kota-kota kecilpun bisnis ini sudah banyak dijumpai. Seperti juga kota kecil lainnya, di Madiun mulai banyak bermunculan bisnis ini. Beberapa supermarket dan department store yang ada di Madiun antara lain Pasaraya Sri Ratu, Matahari, Plaza Presiden, dan lain-lain. Dengan kehadiran ketiga supermarket dan department store ini semakin menggeser peranan pasar tradisional dan toko – toko eceran kecil lainnya. Namun bagi konsumen hal ini akan membawa suatu keuntungan yaitu konsumen akan mempunyai banyak pilihan untuk menentukan tempat berbelanja. Banyaknya supermarket dan department store yang ada menyebabkan timbulnya persaingan diantara supermarket dan department store satu dengan yang lainnya. Persaingan itu antara lain bertujuan untuk tetap mendapatkan konsumen. Seperti dinyatakan Levitt ( 1983 ) tujuan dari suatu bisnis adalah untuk menciptakan dan mempertahankan konsumen. Untuk itu setiap supermarket dan department store harus mempunyai suatu strategi yang unik untuk bisa menarik konsumen sebanyak mungkin. Sejak berdirinya pasaraya Sri Ratu Madiun yaitu sekitar tahun1997, Pasaraya Sri Ratu Madiun telah menjadi market leader dalam bisnis eceran di kota Madiun dan telah berhasil mengalahkan Plaza President yang telah terlebih dahulu berdiri. Hal ini dapat dicapai karena pasaraya Sri Ratu Madiun mempunyai strategi tersendiri yang lebih difokuskan untuk menarik dan memperoleh pelanggan baru seperti memberikan potongan harga, hadiah – hadiah, desain interior yang mewah dan modern, menyediakan sarana hiburan yang bagi masyarakat Madiun dan sekitarnya, juga didukung adanya fasilitas – fasilitas yang memadai dan lain sebagainya. Namun mulai tahun 2001 yaitu sejak berdirinya Matahari Department Store maka Pasaraya Sri Ratu harus menghadapi persaingan yang semakin ketat dan dengan munculnya pesaing baru ini, maka Pasaraya Sri Ratu Madiun harus mulai berpikir untuk tetap menjadi market leader dan jangan sampai dengan munculnya pesaing baru ini bisa menurunkan penjualan dan keuntungan yang selama ini telah dicapai. Untuk itu Pasaraya Sri Ratu harus memiliki suatu strategi tersendiri untuk mendapatkan konsumen dan bisa bersaing dengan supermarket dan department store lainnya. Untuk itu Pasaraya Sri Ratu senantiasa menjaga kualitas pelayanan demi kenyamanan konsumen dan juga demi kelangsungan hidup perusahaan. Dalam usahanya untuk menjaga kelangsungan hidup perusahaan dan untuk tetap memenangkan persaingan maka diperlukan sejumlah informasi mengenai perilaku konsumen yang berbeda-beda yang disebabkan karena karakteristik dari konsumen. Banyak sekali karakteristik konsumen yang mempengaruhi pemilihan tempat belanja. Karakteristik itu diantaranya ialah : 1. Usia, di mana semakin matangnya usia seseorang akan lebih mempunyai banyak pertimbangan dalam pemilihan tempat belanja. 2. Tingkat pendidikan, di mana semakin tinggi pendidikan seseorang maka semakin tinggi pula pemenuhan kebutuhan pada barang yang berkualitas tinggi. 3. Jenis pekerjaan, di mana pekerjaan seseorang sangat menetukan pemilihan tempat belanja. 4. Tingkat pendapatan, di mana semakin tinggi pendapatan seseorang maka semakin sering melakukan belanja di toko – toko modern. Perbedaan karakteristik konsumen tersebut di atas, menyebabkan perbedaan penilaian terhadap karakteristik toko yang terdiri atas : aneka pilihan barang, harga, fasilitas, pelayanan, dan lokasi. Berdasar pada latar belakang di atas peneliti tertarik untuk mengadakan penelitian dengan judul : “ANALISIS HUBUNGAN ANTARA KARAKTERISTIK TOKO DENGAN KARAKTERISTIK KONSUMEN DI PASARAYA SRI RATU MADIUN

    Item Type: Thesis (Other)
    Subjects: H Social Sciences > HB Economic Theory
    H Social Sciences > HT Communities. Classes. Races
    Divisions: Fakultas Ekonomi > Manajemen
    Depositing User: Saputro Bagus
    Date Deposited: 13 Jul 2013 00:31
    Last Modified: 13 Jul 2013 00:31
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/2900

    Actions (login required)

    View Item