HUBUNGAN ASUPAN PROTEIN DAN KADAR INTERLEUKIN 6 DENGAN KADAR HEMOGLOBIN PADA REMAJA PUTRI STATUS GIZI LEBIH

AGUSTINA, TRI (2016) HUBUNGAN ASUPAN PROTEIN DAN KADAR INTERLEUKIN 6 DENGAN KADAR HEMOGLOBIN PADA REMAJA PUTRI STATUS GIZI LEBIH. Masters thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img] PDF - Published Version
Download (528Kb)

    Abstract

    Tri Agustina. S531408012. 2016. Hubungan Asupan Protein dan Kadar Interleukin-6 dengan Kadar Hemoglobin pada Remaja Putri dengan Status Gizi Lebih. TESIS. Pembimbing 1: Dono Indarto, dr., M. Biotech. St, PhD; Pembimbing 2: Dr. Sugiarto, dr. Sp.PD, KEMD, FINASIM. Program Studi Ilmu Gizi, Program Pascasarjana, Universitas Sebelas Maret. ABSTRAK Pendahuluan: Gangguan gizi yang sering muncul pada remaja putri adalah status gizi lebih dan anemia. Remaja putri berisiko tinggi terjadi gangguan gizi tersebut karena terjadi peningkatan kebutuhan zat gizi, pembatasan pola konsumsi dan penyimpangan pola konsumsi. Asupan protein yang tinggi akan diubah menjadi lemak dan disimpan menjadi jaringan adiposa. Pada status gizi lebih, inflamasi kronik terjadi di jaringan lemak dan terjadi peningkatan sekresi sitokin proinflamasi seperti interleukin 6 (IL-6) misalnya. Kadar IL-6 yang tinggi meningkatkan kadar hepsidin, yang dapat menurunkan kadar besi (Fe) dalam sirkulasi. Tujuan: Menganalisis hubungan antara asupan protein dan kadar IL-6 dengan kadar hemoglobin (Hb) pada remaja putri status gizi lebih. Metode penelitian: Jenis penelitian ini adalah observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Pengambilan sampel menggunakan multistage random sampling. Data asupan protein menggunakan metode food recall 24 jam dan SQ-FFQ (semi quantitative-food frequency questionare). Kadar IL-6 diukur dengan pemeriksaan ELISA. Kadar Hb diukur dengan metode cyanmethaemoglobin. Data dianalisis dengan uji korelasi Pearson dan atau Spearman. Hasil penelitian: Sebanyak 90 remaja putri status gizi lebih dari 5 SMAN/SMK di Kabupaten Boyolali yang memenuhi kriteria sebagai subjek penelitian. Kadar Hb <12mg/dl ditemukan pada 55,55% remaja putri, sedangkan 87,77% remaja putri termasuk kategori obesitas. Sebanyak 56,66% remaja putri memiliki asupan protein kategori baik, sedangkan asupan zat gizi lain dalam kategori kurang ditemukan pada 75-85% remaja putri. Remaja putri dengan obesitas memiliki kadar IL-6 lebih tinggi dibandingkan remaja putri dengan overweight. Ada hubungan yang bermakna antara asupan protein yang berlebih atau rendah dengan kadar Hb pada remaja putri status gizi lebih (r= -0,475 p=0,034 dan r= 0,240 p=0,034). Ada hubungan antara kadar IL-6 dengan kadar hemoglobin pada remaja status gizi lebih tetapi tidak bermakna (r= 0,332 p= 0,131). Kesimpulan: Asupan protein berhubungan secara bermakna dengan kadar Hb pada remaja putri status gizi lebih. Kadar IL-6 berhubungan dengan kadar Hb pada remaja putri status gizi lebih tetapi tidak bermakna. Penelitian selanjutnya diharapkan untuk menganalisis hubungan status gizi lebih pada remaja putri dengan kejadian anemia, seperti kadar hepsidin, globin dan feritin. Kata kunci: Asupan protein, kadar IL-6, kadar Hb, remaja putri, status gizi lebih.

    Item Type: Thesis (Masters)
    Subjects: Q Science > Q Science (General)
    Divisions: Pasca Sarjana > Magister > Ilmu Gizi
    Depositing User: Retno Andriani
    Date Deposited: 16 Nov 2016 20:48
    Last Modified: 16 Nov 2016 20:48
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/28965

    Actions (login required)

    View Item