Pengaruh pemberian ekstrak tepung daun kelor (Moringa oleifera) terhadap ROS (kadar MDA) dan gambaran histopatologi jaringan paru pada tikus wistar yang diinhalasi asap rokok

SUSILOWATI, TITIK (2016) Pengaruh pemberian ekstrak tepung daun kelor (Moringa oleifera) terhadap ROS (kadar MDA) dan gambaran histopatologi jaringan paru pada tikus wistar yang diinhalasi asap rokok. Masters thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img] PDF - Published Version
Download (39Kb)

    Abstract

    Titik Susilowati. S531308017. 2016. PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK TEPUNG DAUN KELOR (Moringa oleifera) TERHADAP ROS (KADAR MDA) DAN GAMBARAN HISTOPATOLOGI JARINGAN PARU PADA TIKUS WISTAR YANG DIINHALASI ASAP ROKOK. Pembimbing I : Suradi. Pembimbing II : Adi Prayitno. Tesis Program Studi Ilmu Gizi, Pasca Sarjana Universitas Sebelas Maret Surakarta. ABSTRAK Latar Belakang : Rokok mengandung berbagai bahan kimia antara lain nikotin, tar, dan karbon monoksida sedangkan asap rokok mengandung molekul oksidan antara lain superoksida, hidrogen peroksida, hidroksil dan peroksil. Paru menjadi organ yang paling sering terpapar radikal bebas terutama asap rokok sehingga perlu ditambahkan antioksidan dari luar untuk menangkalnya. Salah satu zat yang dapat menetralkan radikal bebas adalah antioksidan yang dapat diperoleh dari daun kelor dan memiliki potensi suplemen antioksidan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pemberian ekstrak tepung daun kelor (Moringa oleifera) terhadap kadar MDA dan gambaran histopatologi jaringan paru pada tikus Wistar yang diinhalasi asap rokok. Metode : Penelitian ekperimental laboratorik dengan Pre and Post Randomized Controled Group Design. Sampel terdiri dari 30 ekor tikus Wistar jantan yang dibagi secara simple random sampling menjadi 5 kelompok. Kelompok KN diberi diet standar dan tidak diinhalasi asap rokok. Kelompok KP diberi diet standar dan diinhalasi asap rokok 3 batang per hari tanpa diberi ekstrak tepung daun kelor, kelompok P1, P2, P3 diberi diet standar dan ekstrak tepung daun kelor dengan dosis secara bertingkat yaitu 400 mg/200 gr BB/hari, 600 mg/200 gr BB/hari dan 800 mg/200 gr BB/hari setelah diinhalasi asap rokok 3 batang per hari. Perlakuan diberikan selama 14 hari. Hari ke-15 semua sampel diterminasi untuk dilakukan pembuatan preparat paru dan pemeriksaan gambaran histopatologi jaringan paru. Uji analisis menggunakan One Way Anova dan uji Post Hoc Test. Hasil : Hasil uji One Way Anova untuk kadar MDA didapatkan perbedaan yang bermakna antara KN, KP, P1, P2, P3 (p<0,001). Hasil uji Kruskall Wallis untuk gambaran histopatologi jaringan paru didapatkan perbedaan yang bermakna antara KN, KP, P1, P2, P3 (p<0,001). Hasil uji Post Hoc Test untuk gambaran histopatologi jaringan paru tidak bermakna pada KN dengan P3. Hasil uji Regresi pengaruh pemberian ekstrak tepung daun kelor terhadap ROS (Kadar MDA) menunjukkan bahwa ada hubungan antara peningkatan dosis ekstrak tepung daun kelor yang diberikan dengan Kadar MDA (Y’ = 11,400 - 0,012X + ԑ). Hasil uji Regresi pengaruh pemberian ekstrak tepung daun kelor terhadap gambaran histopatologi jaringan paru menunjukkan bahwa ada hubungan antara peningkatan dosis ekstrak tepung daun kelor yang diberikan dengan peningkatan efek proteksi terhadap histopatologi jaringan paru (Y’ = 9,481 - 0,010X + ԑ). Kesimpulan : Terdapat pengaruh pemberian dosis ekstrak tepung daun kelor terhadap ROS (kadar MDA) dan gambaran histopatologi jaringan paru pada tikus Wistar yang diinhalasi asap rokok. Kata Kunci : asap rokok, daun kelor, radikal bebas, antioksidan, paru.

    Item Type: Thesis (Masters)
    Subjects: R Medicine > R Medicine (General)
    Divisions: Pasca Sarjana > Magister > Ilmu Gizi
    Depositing User: Retno Andriani
    Date Deposited: 16 Nov 2016 20:38
    Last Modified: 16 Nov 2016 20:38
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/28964

    Actions (login required)

    View Item