ANALISA STABILITAS LERENG DAN USULAN PERKUATAN (Studi Kasus Ruas Jalan Jatimalang – Karanggede Bts, Jateng) ( STA 2+250 ) ANALISA STABILITAS LERENG DAN USULAN PERKUATAN (Studi Kasus Ruas Jalan Jatimalang – Karanggede Bts, Jateng) ( STA 2+250 )

KRISLINA, SUPRIHARINI (2016) ANALISA STABILITAS LERENG DAN USULAN PERKUATAN (Studi Kasus Ruas Jalan Jatimalang – Karanggede Bts, Jateng) ( STA 2+250 ) ANALISA STABILITAS LERENG DAN USULAN PERKUATAN (Studi Kasus Ruas Jalan Jatimalang – Karanggede Bts, Jateng) ( STA 2+250 ). Masters thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img] PDF - Published Version
Download (100Kb)

    Abstract

    ABSTRAK Longsoran di wilayah Kabupaten Pacitan umumnya terjadi pada daerah berbukit. Penambahan kapasitas jalan di Provinsi Jawa Timur pada umumnya dan Kabupaten Pacitan khususnya awalnya untuk memperlancar arus mobilisasi masyarakat dan bukan untuk mengurangi kemantapan stabilitas lereng. Faktor curah hujan yang tinggi menyebabkan banyak lereng mengalami longsor, disamping oleh faktor geologi, morpologi dan hidrologi. Longsor terjadi karena menurunnya kemantapan lereng, degradasi tanah atau batuan dan kondisi hutan yang sebagian sudah rusak. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh analisa stabilitas lereng dan bahu jalan serta usulan perkuatannya pada ruas jalan kabupaten yaitu ruas jalan Jatimalang – Karanggede – Batas Jawa Tengah Kabupaten Pacitan Sta. 2 +250. Penelitian kemantapan stabilitas lereng ini menggunakan metode analisis kuantitatif. Penelitian dilakukan dengan mengevaluasi stabilitasi lereng atas dan bawah eksisting pada Sta.2+250, dan membuat desain rencana penanganan untuk lereng atas dengan struktur trap atau terasiring dengan kemiringan lereng 40o, 45o , 50o dan 60o . dan Soil Nailing. sedangkan untuk lereng bawah dengan dinding penahan tanah gravitasi. Analisis awal stabilitas lereng dimulai dari desain lereng dengan software GeoSlope 2007, yang menghasilkan titik pusat longsor dan bidang longsor paling kritis. Analisis berikutnya dengan struktur trap atau terasiring dan anternatif perkuatan selanjutnya dengan soil nailing untuk lereng atas dan dinding penahan tanah gravitasi untuk lereng bawah, yang menghasilkan nilai stabilitas lereng > 1,5 sebagai syarat stabilitas aman. Analisis menggunakan teori irisan Fellinius (1927) dan metode baji (wedge), standar ASTM A615. Stabilitas lereng atas dengan struktur trap atau terasiring, tanpa ada perkuatan tambahan tidak meningkatkan angka fakor aman lereng, sehingga analisis dilanjutkan dengan perkuatan soil nailing, yang memperhitungkan stabilitas lereng internal dan eksternal yang direncanakan menggunakan nail bar sesuai dengan standar ASTM A615, dengan daya dukung tarik 420 MPa (60 ksi atau Grade 60) atau 525 MPa (75ksi atau Grade 75) panjang nail bar 12 m. Ukuran variasi diameternya 25, 29, dan 32, nilai stabilitas terbesar adalah 1,97 dan nilai stabilitas terendah adalah 1,44. Sehingga dengan memperbesar diameter nail akan meningkatkan stabilitas lereng. Untuk stabilitas lereng bagian bawah dibangun dinding penahan tanah tipe gravitasi dengan variasi dimensi. Kata Kunci: stabilitas lereng, perkuatan, soil nailing, dinding penahan tanah gravitasi

    Item Type: Thesis (Masters)
    Subjects: T Technology > TA Engineering (General). Civil engineering (General)
    Divisions: Pasca Sarjana > Magister > Teknik Sipil - S2
    Depositing User: Retno Andriani
    Date Deposited: 16 Nov 2016 20:33
    Last Modified: 16 Nov 2016 20:33
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/28963

    Actions (login required)

    View Item