ERANAN SEKTOR PADI DALAM PEMBANGUNAN WILAYAH DI KABUPATEN KUDUS (DENGAN PENDEKATAN ANALISIS INPUT-OUTPUT)

CAHYANTI, INDRIYANI (2004) ERANAN SEKTOR PADI DALAM PEMBANGUNAN WILAYAH DI KABUPATEN KUDUS (DENGAN PENDEKATAN ANALISIS INPUT-OUTPUT). Other thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img] PDF - Published Version
Download (624Kb)

    Abstract

    Pembangunan adalah kemajuan yang diharapkan secara sosial dan ekonomi, dan manusia senantiasa mempunyai pandangan yang berbeda mengenai apa yang dinamakan dengan yang diharapkan. Pembangunan menyangkut perubahan mendasar dari semua struktur ekonomi dan sosial. Ini menyangkut perubahan-perubahan dalam produksi dan permintaan maupun peningkatan dalam distribusi pendapatan dan pekerjaan (Prayitno, 1986). Peranan sektor pertanian dalam pembangunan ekonomi nasional sangat penting karena sebagian besar anggota masyarakat di negara agraris, seperti Indonesia menggantungkan hidupnya pada sektor tersebut. Sektor pertanian sampai saat ini masih memegang peranan penting di Indonesia. Hal ini terbukti karena selain mampu menyediakan lapangan pekerjaan, sektor pertanian juga merupakan penyumbang devisa melalui ekspor dan yang paling utama adalah mampu menyediakan kebutuhan pangan dalam negeri. Sebagai negara berkembang, saat ini Indonesia juga sedang melaksanakan pembangunan di sektor industri. Proses pembangunan yang dilaksanakan tidak akan berjalan dengan baik jika tidak ada keterkaitan antar sektor perekonomian yang ada karena masing-masing sektor tidak dapat berdiri sendiri melainkan saling menunjang antara sektor yang satu dengan sektor yang lain. Menurut Arsyad (1999), penekanan pembangunan pada sektor-sektor pertanian di Negara Sedang Berkembang (NSB) bukan 1bermaksud mengabaikan pembangunan sektor lainnya, terutama sektor industri. Semua sektor sifatnya saling menunjang dan saling komplementer, terutama antara sektor pertanian dan sektor industri. Tanaman pangan sampai saat ini masih memegang peranan penting sebagai pemasok kebutuhan konsumsi penduduk. Khusus di Indonesia, tanaman pangan juga berkedudukan strategis dalam memelihara stabilitas ekonomi. Bahan pangan, terutama padi, masih menjadi salah satu komoditas “kunci” dalam memegang kestabilan harga-harga umum. Kenaikan harga padi dapat memicu kenaikan harga barang lain yang memanfaatkan padi sebagai inputnya. Oleh karenanya tanaman pangan, khususnya produksi padi senantiasa menjadi perhatian serius pemerintah. Padi sebagai sumber bahan pangan pokok memegang peranan penting dalam pembangunan suatu wilayah atau negara. Di Indonesia selain digunakan sebagai sumber bahan pangan pokok masyarakat, sektor padi juga digunakan sebagai input oleh sektor industri, terutama industri makanan dan minuman. Di Indonesia, produksi padi menyumbang sekitar 30% produksi total sektor pertanian. Selain itu sektor padi menguasai 69% luas areal panen (Dumairy,1996). Hal ini semakin memperkuat bukti bahwa Indonesia adalah negara agraris dimana perekonomiannya masih ditopang oleh sektor pertanian terutama sektor padi. Sektor pertanian di Jawa Tengah, pada tahun 2002 memberikan kontribusi terhadap PDRB pada urutan ketiga, yaitu sebesar 19,80% setelah sektor industri pengolahan (30,55%) dan sektor perdagangan, hotel dan restoran (23,89%). Seperti halnya di Jawa Tengah, Kabupaten Kudus sebagai salah satu kabupaten di Jawa Tengah juga memiliki struktur perekonomian yang hampir sama dengan struktur perekonomian di Jawa Tengah. Berdasarkan data PDRB Kabupaten Kudus tahun 2002, sektor pertanian juga memberikan kontribusi terhadap PDRB pada urutan ketiga, yaitu sebesar 3,38% setelah sektor industri pengolahan (59,83%) dan sektor perdagangan, hotel dan restoran (27,51%). Dari jumlah tersebut, sektor padi memberikan kontribusi terbesar kedua (1,04%) setelah sektor tabama lainnya (1,11%). Pada dua tahun sebelumnya, yaitu tahun 2000 dan 2001 sektor padi menempati urutan pertama sebagai kontributor PDRB di sektor pertanian. Pada tahun 2000 sektor padi menyumbang sekitar 1,25% dari total PDRB sektor pertanian (3,24%). Sedangkan pada tahun 2001 sektor padi menyumbang sekitar 1,20% dari total PDRB sektor pertanian (3,30%). Dari uraian tersebut dapat disimpulkan bahwa sektor padi merupakan salah satu sektor yang penting dalam kontribusinya bagi PDRB di sektor pertanian, walaupun penyumbang terbesar bagi PDRB di Kabupaten Kudus adalah sektor industri karena Kudus merupakan kota industri. Namun walaupun dikenal sebagai kota industri bukan berarti sektor pertanian, terutama sektor padi tidak berpengaruh pada perekonomian karena masih banyak juga penduduk di Kudus yang bermatapencaharian sebagai petani dan beberapa kecamatan di Kudus seperti Kecamatan Undaan, Kecamatan Jekulo merupakan sentra padi yang berarti sedikit banyak masih memberikan kontribusi bagi pembangunan di Kudus. Sampai saat ini sektor padi di Kudus juga masih banyak diminta oleh sektor lain. Hal ini terbukti dari RPA sektor padi yang tinggi, yaitu sebesar 91,75% jika dilihat pada Tabel Input-Output Kabupaten Kudus tahun 2000. Dalam perekonomian suatu wilayah, sektor yang satu saling mempengaruhi atau saling terkait dengan sektor yang lain. Sektor padi menghasilkan output yang tidak hanya digunakan untuk konsumsi langsung rumah tangga, tetapi juga sebagai input bagi sektor-sektor perekonomian lainnya, terutama sektor industri makanan dan minuman. Dengan demikian berarti terjadi keterkaitan antara sektor padi dengan sektor-sektor lainnya dalam pembangunan wilayah di Kabupaten Kudus.

    Item Type: Thesis (Other)
    Subjects: S Agriculture > S Agriculture (General)
    Divisions: Fakultas Pertanian > Agribisnis
    Depositing User: Saputro Bagus
    Date Deposited: 13 Jul 2013 00:21
    Last Modified: 13 Jul 2013 00:21
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/2892

    Actions (login required)

    View Item