ANALISIS FINANSIAL USAHA BUDIDAYA IKAN KOI DI KECAMATAN NGLEGOK KABUPATEN BLITAR PROVINSI JAWA TIMUR

CINANTYA SUSANTO, AJENG (2016) ANALISIS FINANSIAL USAHA BUDIDAYA IKAN KOI DI KECAMATAN NGLEGOK KABUPATEN BLITAR PROVINSI JAWA TIMUR. Other thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img] PDF - Published Version
Download (598Kb)

    Abstract

    Ikan koi (Cyprinus Carpio L) merupakan ikan hias air tawar yang jumlah permintaanya relatif stabil karena keanekaragaman pola serta corak sehingga harga lebih mahal dan cukup menjanjikan dari segi pendapatan dibandingkan dengan ikan hias air tawar jenis lain. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat kelayakan investasi dilihat dari segi finansial pada usaha budidaya ikan koi di Kecamatan Nglegok Kabupaten Blitar Provinsi Jawa Timur dan untuk mengetahui lamanya waktu yang dibutuhkan untuk pengembalian investasi yang digunakan pada usaha budidaya ikan koi di Kecamatan Nglegok Kabupaten Blitar. Pengambilan sampel dilakukan pada pelaku budidaya ikan koi di Kecamatan Nglegok Kabupaten Blitar dengan metode proportional random sampling. Data yang digunakan dalam penelitian berupa data primer yang diperoleh dengan teknik wawancara dan observasi pada pelaku budidaya ikan koi di kecamatan Nglegok Kabupaten Blitar. Data sekunder didapat dari studi kepustakaan. Analisis yang digunakan dalam penelitian ini yaitu dengan analisis kriteria investasi yaitu dengn menghitung NPV, IRR, Net B/C dan Pay Back Pariods. Hasil penelitian ini dilakukan dengan membagi ke 56 usaha budidaya ikan koi dalam kelompok berdasrkan modal rendah, modal sedang dan modal tinggi. menunjukkan bahwa total biaya yang digunakan dalam melakukan budidaya ikan koi sepenuhnya berasal dari modal sendiri. Dengan menggunakan DF sebesar 6,5% dihasilkan nilai NPV sebesar 12.533 pada kelompok modal rendah, 59.399.200 pada kelompok modal sedang dan 250.133 pada kelompok modal tinggi sehingga dinilai positif dan layak dilaksanakan berdasarkan nilai NPV. Berdasarkan nilai IRR pada usaha budidaya ikan koi dinilai tidak untung dan tidak rugi karena berda pada titik Break Event Point sama dengan nilai discount factor yang digunakan yaitu 6,5% yaitu dengan nilai IRR 6,50% pada kelompok modal rendah, 6,28% pada kelompok modal sedang, 6,50% pada kelompok modal tinggi. Net B/C pada ketiga kelompok usaha budidaya tersebut semua memiliki nilai dibawah 1. Pay back pariod kelompok modal rendah selama 9,6 bulan, kelompok modal sedang selama 19,2 bulan, dan untuk kelompok modal usaha tinggi selama 10,3 bulan.

    Item Type: Thesis (Other)
    Subjects: H Social Sciences > H Social Sciences (General)
    H Social Sciences > HB Economic Theory
    Divisions: Fakultas Ekonomi > Ekonomi Pembangunan
    Depositing User: Kuni Nur Aini
    Date Deposited: 15 Nov 2016 19:44
    Last Modified: 15 Nov 2016 19:44
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/28837

    Actions (login required)

    View Item