Hubungan status gizi, zat goitrogenik, asupan dan garam beriodium dengan kadar Ekskresi Iodium Urin pada anak Sekolah Dasa

KUNARTI, ENY (2016) Hubungan status gizi, zat goitrogenik, asupan dan garam beriodium dengan kadar Ekskresi Iodium Urin pada anak Sekolah Dasa. Other thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img] PDF - Published Version
Download (173Kb)

    Abstract

    Eny Kunarti, S531408020, 2016. Hubungan status gizi, zat goitrogenik, asupan dan garam beriodium dengan Kadar Ekskresi Iodium Urin pada anak Sekolah Dasar. Pembimbing I: Dr. dr. Sugiarto, SpPD, KEMD, FINASIM, Pembimbing II: Dr. Dra. Diffah Hanim, M.Si. Pascasarjana Universitas Sebelas Maret Surakarta. ABSTRAK Latar belakang: Iodium di dalam urin merupakan indikator biokimia yang non invasive dan marker yang baik untuk menentukan asupan iodium terkini. Kadar Iodium dalam urin pada anak usia sekolah dan ibu hamil merupakan indikator yang baik untuk mengukur jumlah asupan iodium, karena 90 % iodium dalam tubuh akan dikeluarkan melalui urin. Kadar iodium dalam urin dianggap sebagai penanda biokimia yang dapat digunakan untuk mengetahui asupan iodium dan status iodium populasi serta adanya defisiensi iodium dalam suatu wilayah atau populasi. Defisiensi iodium bukan merupakan penyebab tunggal terjadinya GAKI, GAKI juga bisa disebabkan oleh zat goitrogenik antara lain tiosianat yang dapat mengadakan kompetisi dengan iodium dalam proses sintesis hormon tiroid. Besarnya masalah GAKI di masyarakat salah satunya dapat diketahui dengan melakukan survei pada anak sekolah usia 6-12 tahun yaitu dengan pemeriksaan Ekskresi Iodium Urin (EIU). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan status gizi, zat goitrogenik, asupan dan garam beriodium dengan kadar Ekskresi Iodium Urin pada anak Sekolah Dasar di Kecamatan Randublatung, Kabupaten Blora. Metode: Desain penelitian adalah analitik observasional dengan rancangan cross-sectional. Subjek penelitian adalah anak Sekolah Dasar usia 9-12 tahun yang duduk di kelas 4, 5 dan 6. Jumlah sampel sebesar 97 anak yang diambil dengan metode simple random sampling. Status gizi diukur dengan menggunakan indikator IMT/U, asupan iodium diperoleh menggunakan metode food recall 3 x 24 jam, Kadar iodium dalam garam diukur dengan menggunakan metode titrasi di laboratorium BPGAKI Magelang, zat goitogenik dan ekskresi iodium urin (EIU) yang diambil dari urin sewaktu diukur dengan menggunakan metode spektrofotometer di Laboratorium BPGAKI Magelang. Analisis data bivariat menggunakan uji Pearson Correlation dengan p < 0,050. Hasil: Rerata status gizi 0,14 ± 1,25 kg/m2, rerata zat goitrogenik 1,58 ± 1,22 ppm, rerata asupan iodium 0,09±0,16 µg/hr, rerata garam beriodium 78,43 ± 36,65 ppm dan rerata kadar Ekskresi Iodium Urin 1065,75 ± 732,95 µ/L. Hubungan status gizi dengan kadar EIU (r= 0,076, p= 0,460). Hubungan zat goitrogenik dengan kadar EIU (r= 0,217, p= 0,032). Hubungan asupan iodium dengan kadar EIU (r= -0,095, p= 0,355). Hubungan garam beriodium dengan kadar EIU (r= 0,50, p= 0,627) Kesimpulan: Ada hubungan yang bermakna antara zat goitrogenik dengan kadar EIU sedangkan status gizi, asupan dan garam beriodium tidak berhubungan secara bermakna dengan kadar EIU pada anak Sekolah Dasar. Kata kunci: Status gizi, zat goitrogenik, asupan iodium, garam beriodium, kadar EIU

    Item Type: Thesis (Other)
    Subjects: R Medicine > R Medicine (General)
    Divisions: Pasca Sarjana > Magister
    Pasca Sarjana > Magister > Ilmu Gizi
    Depositing User: Aren Dwipa
    Date Deposited: 15 Nov 2016 13:37
    Last Modified: 15 Nov 2016 13:37
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/28818

    Actions (login required)

    View Item