karakteristik dewan komisaris indeks corporate governance dan privatisasi, dampak terhadap kinerja keuangan BUMN diindonesia

HARJANTO, NUR (2016) karakteristik dewan komisaris indeks corporate governance dan privatisasi, dampak terhadap kinerja keuangan BUMN diindonesia. PhD thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img] PDF - Published Version
Download (89Kb)

    Abstract

    ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh karakteristik Dewan Komisaris pada kinerja keuangan BUMN di Indonesia. Indeks Corporate Governance (CG) digunakan untuk melihat pengaruh penerapan Corporate Governance di BUMN pada kinerja sebelum dan sesudah privatisasi. Pengukuran karakteristik Dewan Komisaris ditunjukkan oleh beberapa variabel, yaitu; ukuran Dewan Komisaris, proporsi Komisaris Independen, frekuensi pertemuan Dewan Komisaris, latar belakang pendidikan anggota Dewan Komisaris, ukuran Komite Audit, proporsi independensi Komite Audit, frekuensi pertemuan Komite Audit, dan latar belakang pendidikan anggota Komite Audit. Sedangkan kinerja keuangan BUMN sebagai variabel dependen diukur dengan Return on Equity. Teknik regresi linier berganda digunakan untuk menguji pengaruh karakteristik Dewan Komisaris terhadap kinerja perusahaan. Data yang digunakan dalam penelitian ini untuk mengembangkan indeks CG terdiri dari data primer yang diperoleh melalui kuesioner, diikuti diskusi kelompok untuk mengklarifikasi hasil. Data sekunder bersumber dari laporan tahunan BUMN untuk memperoleh informasi mengenai karakteristik Dewan Komisaris. Studi ini mengumpulkan 94 observasi perusahaan BUMN yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI), tiga tahun sebelum dan sesudah privatisasi sampai dengan 31 Desember 2014. Studi ini menemukan bahwa ukuran Dewan Komisaris, proporsi Komisaris Independen, frekuensi pertemuan Dewan Komisaris, ukuran Komite Audit, frekuensi pertemuan Komite Audit, dan indeks CG memiliki efek positif pada kinerja keuangan BUMN. Selanjutnya, hasil ini menunjukkan bahwa kinerja keuangan BUMN lebih baik setelah privatisasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa BUMN yang terdaftar di BEI harus mempertimbangkan beberapa karakteristik Dewan Komisaris dalam pelaksanaan CG. Selain itu, hasil penelitian juga menunjukkan bahwa BUMN harus mempertimbangkan efektivitas frekuensi pertemuan Komite Audit sebagai aspek penting dari implementasi Good Corporate Governance BUMN di Indonesia. Pemerintah Indonesia perlu selektif memilih BUMN untuk privatisasi guna mencapai hasil yang optimal dari privatisasi sesuai dengan prioritas yang diinginkan pemerintah sebagai pemilik utama. Kata Kunci: Dewan Komisaris, Komite Audit, indeks CG, privatisasi, kinerja keuangan BUMN.

    Item Type: Thesis (PhD)
    Subjects: J Political Science > JF Political institutions (General)
    Divisions: Pasca Sarjana > Doktor
    Depositing User: Retno Andriani
    Date Deposited: 15 Nov 2016 13:16
    Last Modified: 15 Nov 2016 13:16
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/28812

    Actions (login required)

    View Item