Hubungan Antara Dukungan Sosial dan Kecerdasan Emosi dengan Work-Life Balance pada Karyawan Kanwil DJP DIY yang menjalani Commuter Marriage

SEFIRA, MONICA KISHI (2016) Hubungan Antara Dukungan Sosial dan Kecerdasan Emosi dengan Work-Life Balance pada Karyawan Kanwil DJP DIY yang menjalani Commuter Marriage. Other thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img] PDF - Published Version
Download (876Kb)

    Abstract

    Dewasa ini, banyak karyawan yang harus menjalani pernikahan jarak jauh karena tuntutan pekerjaan, oleh karena itu studi mengenai work-life balance memiliki peran penting dalam meningkatkan kualitas hidup individu baik dalam pekerjaan maupun kehidupan pribadi. Work-life balance adalah suatu keadaan yang seimbang antara tuntutan dan kepuasan seseorang terhadap karir dan kehidupan rumah tangganya sehingga konflik yang terjadi dapat diminimalisir. Work-life balance dapat dipengaruhi berbagai faktor baik internal maupun eksternal, di antaranya dukungan sosial dan kecerdasan emosi. Dukungan sosial merupakan tersedianya sebuah bantuan secara sosial, emosional, kognitif, dan tindakan yang diberikan oleh lingkungan sekitar. Kecerdasan emosi adalah kemampuan untuk menanggapi dengan tepat suasana hati, mengelola emosi, memotivasi diri, dan memiliki hubungan yang baik dengan orang lain. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara dukungan sosial dan kecerdasan emosi dengan work-life balance, dukungan sosial dengan work-life balancei, dan kecerdasan emosi dengan work-life balance pada karyawan yang menjalani commuter marriage. Populasi dalam penelitian ini adalah karyawan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak (Kanwil DJP) DIY yang menjalani commuter marriage sejumlah 41 karyawan, selauruh anggota populasi merupakan responden penelitian. Instrumen yang digunakan adalah skala work-life balance, skala dukungan sosial, dan skala kecerdasan emosi. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara dukungan sosial dan kecerdasan emosi dengan work-life balance pada karyawan Kanwil DJP DIY yang menjalani commuter marriage, ditunjukkan dengan Fhitung= 17,378 (>Ftabel 3,23), p=0,000 (p<0,05),dan koefisien korelasi R=0,691. Secara parsial, tidak terdapat hubungan signifikan antara dukungan sosial dengan work-life balance, dengan nilai korelasi 0,187 dan p=0,249 (p>0,05). Terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara kecerdasan emosi dengan work-life balance dengan nilai korelasi 0,664 dan p=0,000 (p<0,05). Nilai R2yang diperoleh sebesar 0,478 berarti sumbangan pengaruh variabel dukungan sosial dan kecerdasan emosi pada work-life balance adalah sebesar 47,8%. Besarnya sumbangan efektif dukungan sosial terhadap work-life balance sebesar 7,81% dan sumbangan efektif kecerdasan emosi terhadap work-life balance sebesar 39,99%.

    Item Type: Thesis (Other)
    Subjects: B Philosophy. Psychology. Religion > BF Psychology
    Divisions: Fakultas Kedokteran > Psikologi
    Depositing User: Retno Andriani
    Date Deposited: 15 Nov 2016 12:51
    Last Modified: 15 Nov 2016 12:51
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/28800

    Actions (login required)

    View Item